1

Menjadi orang Kristen & pelayan yang bertumbuh (Part 3 – selesai)

Good Morning!

Frank Wuestefeld / Foter

Menjadi orang Kristen & pelayan yang bertumbuh (Part 3 – selesai)
Sambungan dari Part 2
by Pdt. Victor Liu

Kolose 2:6-7 memberikan jalan keluar atau cara agar kita tetap bertumbuh dalam Kristus  Kita sudah menerima kristus, kita harus terus hidup dalam Kristus, kita harus tetap berfokus, berpusat pada Kristus (ayat 6). Ayat 7 memberikan nasehat  untuk terus bertumbuh. Gambaran yang dipakai di sini adalah pohon yang hidup. Pohon harus ada akar, batang, daun dan buah. Kalau kita mengerti tentang pohon yang hidup maka kita lebih mengert ayat ini.

3. Hidup yang kuat (Kolose 2;7) 

Kata kerja yang dipakai di sini juga kata pasif, dikuatkan atau diteguhkan (dalam bahasa Inggris lebih mudah terlihat). Maksudnya kita membiarkan diri kita dikuatkan. Iman kita hidup dan bertumbuh. Iman akan bertumbuh melalui pengajaran Firman Tuhan sehingga kita makin bertambah kuat dan teguh setiap hari. Situasi yang baik, keuntungan, kesuksesan, berkat, pekerjaan, orang atau gelar bukanlah sumber iman atau kekuatan kita. Semua bisa berubah, tetapi Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya (1 Petrus 1: 24-25). Firman Tuhan itu benar, tanpa salah, kuat, hidup, aktif, dinamis, dahsyat, hebat dan lebih tajam dari pedang bermata dua. Firman Tuhan itu sebagai alat untuk mengubah dan menguatkan anak Tuhan sehingga iman mereka kuat dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Para pelayan Tuhan harus meyakini dan menghidupkan kepercayaan ini. Mereka harus hidup dengan Firman Tuhan. Mereka harus menyampaikan Firman dengan kuat kuasa dan urapan dari Roh Kudus.  

Masalah membuat kita lemah, tetapi Firman Tuhan menggelorakan hidup kita. Petrus dapat berjalan di atas air ketika memandang Yesus. Pandangan dialihkan ke angin taufan yang besar dan ombak yang bergelombang dengan dahsyat, Petrus menjadi bimbang dan takut lalu ia mulai tenggelam. Masalah mengecilkan hati dan menakutkan Petrus. Petrus memandang Yesus, berteriak dan minta pertolongan padaNya, Yesus menolong Petrus. Petrus dapat berjalan di atas air kembali bersama dengan Yesus. Firman Tuhan akan membuat kita fokus pada Yesus Kristus.

Pandangan kita harus diarahkan pada Tuhan. Firman Tuhan berkata bahwa Tuhan kita Maha Kasih, Maha Kuasa, Maha Tahu dan Maha Suci.
Tuhan Maha Suci berarti Tuhan tidak pernah mencelakakan kita, tidak ada hal yang jelek dalam hidup kita direncanakanNya. Tuhan Maha Tahu berarti kita tenang dalam hidup ini. Masa depan kita ada di dalam tangan Tuhan. Kita dalam madece, masa depan cerah bersama Tuhan, bukan madesu, masa depan suram. Tuhan Maha Kuasa berarti kita pasti ada jalan ketika menghadapi masalah. Tuhan kita lebih besar dari masalah kita. Tuhan sanggup buka jalan bagi kita. Tuhan Maha Kasih berarti kita pasti ditolong Tuhan. Tuhan peduli atas hidup kita.

Masalah harus dilihat sebagai kesempatan membuat iman kita bertumbuh. Hidup orang kristen harus berdasarkan prinsip Firman Tuhan, bukan berdasarkan perasaan atau situasinya. Orang kristen, dosen sekolah theologia, mahasiwa, pemimpin gereja, majelis, pendeta, anggota jemaat, ketua sel group, para coordinator, serta pelayan Tuhan yang kuat, lebih efektif dalam pelayanan. Pelayanan penuh pergumulan atau hardship. Dibutuhkan orang yang bertahan dan teguh dalam pelayanan. Harus kuat dalam hidup, dalam menghadapi masalah di rumah, pekerjaan, bisnis, dan kuliah. Orang yang mudah menyerah dan tidak kuat menghadapi masalah biasanya cendrung tidak semangat dalam pelayanan. Bahkan orang tersebut bisa menjadi batu sandungan karena pelayanan dilakukan dengan asal-asalan, setengah hati, tanpa hati, dan tidak ada semangat . Para pelayan Tuahn yang tidak kuat akan merusak kepribadian dan hati mereka. Hatinya menjadi kecil, licik, penuh iri hati, membanding-bandingkan, motivasi salah, mengambil jalan pintas, mudah menyerah, dan mudah menjadi “pengemis.”

Bacalah kembali 2 Timotius. Catatlah semua kata kerja yang harus dilakukan oleh Timotius dan terapkan kata kerja itu dalam kehidupan anda. Penuhi pikiran anda dengan seluruh kata kerja itu. Anda akan bangkit dan kuat dalam pelayanan. Firman itu akan menguatkan iman kita sebagai pelayan Tuhan. Semua kata kerja itu akan mengatur dan menguasai hidup kita. Yang ada dalam pikiran dan hati kita adalah menjadi hambaNya dengan mengobarkan karunia dan ketrampilan yang ada, tidak takut menderita, berani menyampaikan Injil, mengembangkan strategi untuk pertumbuhan pelayanan/gereja, setia sampai mati, mengajar dan memuridkan dengan tulus, kuat dengan pertolongan Roh Kudus, disiplin dan berlatih seperti atlit, menyenangkan Tuhan, bekerja keras seperti petani, tidak malu dihadapan Tuhan, mau dipakai Tuhan, tidak bermain dengan dosa, ramah,tidak suka bertengkar, waspada, tidak cinta uang/materi, mengajar Firman Tuhan dengan tekun dan berani, bertahan dalam suasana yang sulit, menguasai diri, bersiap sedia selalu, bertanggung jawab dan tunaikan tugas pelayanan.

Pemimpin dan para pelayan Tuhan yang sukses adalah orang yang kuat dalam hidupnya. Hamba Tuhan yang kuat tidak menyerah dan tidak mudah putus asa. Rick Warren pindah tempat 79 kali sebelum mempunyai tempat  tetap yang dibangun (baca: Pertumbuhan Gereja Masa Kini). Thomas Edison mencoba 10.000 kali sebelum menemukan apa yang kita nikmati sekarang. Wright bersaudara mencoba sekitar 5000 kali sampai akhirnya besi bisa terbang di udara yang kita sebut kapal terbang sekarang. Pemimpin yang berhasil akan berfokus pada keberhasilan dan pemimpin yang tidak berhasil berfokus pada kegagalan. Pemimpin yang berhasil tidak takut gagal. Dia menjadi kuat di tengah-tengah masalah dan kegagalannya. Keteguhannya membuat ia  berani maju, meskipun ada setan keragu-raguan & kekuatiran.Masalah dan kegagalan dipandang sebagai kesempatan atau batu loncotan untuk berhasil.

Yang diperlukan bagi semua pelayan Tuhan adalah pandangan yang benar terhadap masalah dan kegagalan.

“Our greatest glory glory is not in our failings, but in rising up every time we fall”, kata Ralph Waldo Emerson. Kita perlu melihat diri kita secara serius karena masalah utamanya bukan pada masalah itu sendiri tetapi di dalam diri kita. Sikap kita terhadap masalah lebih penting dari masalah itu sendiri. Tanggung jawab kita sebagai pelayan Tuhan adalah kuatkan dan teguhkan hati, jangan kecut dan tawar hati, dan jangan goyah. Renungkanlah dan berpautlah pada Firman Tuhan maka kita akan menjadi kuat dalam Tuhan. Kita telah dibuat Tuhan bukan menjadi pelayan yang kalah, tetapi pelayan yang telah menang, selalu menang dan lebih dari pemenang!  


DISKUSI:  

    • Mengapa masalah sering membuat kita lemah?
    • Apa yang menyebabkan  Petrus dapat berjalan di atas air?
    • Cari, tulis dan hafal semua kata kerja dalam 2 Timotius
    • Dengan jujur lihat kecendrungan hati dan sikap kita dalam menghadapi masalah dan buat keputusan mengambil sikap yang benar

4. Mengucap syukur(Kolose 2:7)

Dalam ayat ini bukan saja mengucap syukur tetapi  melimpah dengan syukur. Melimpah artinya melebihi dari ukuran sehingga tumpah keluar. Mengucap syukur dari dalam hatinya, terlihat (tertumpah ) keluar di wajah kita. Orang yang mengucap syukur dimulai dari hati kita sehingga senyum muka kita tidak dipaksakan. 1 Tesalonika 5:18 berkata mengucap syukurlah dalam segala hal.

Mengucap syukur merupakan suatu keputusan dan pilihan yang kita ambil. Dalam hidup ini kita bisa memilih dua hal: mengucap syukur atau menggerutu; tersenyum atau cemberut. Kita memilih mengucap syukur pada sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita, pada sesuatu yang ingin kita ubah tetapi tidak bisa diubah lagi, pada keadaan, situasi, pelayanan, berkat, dan bahkan penampilan tubuh kita.

Orang yang memilih untuk mengucap syukur dalam hidupnya tidak akan menyalahkan situasi, menyalahkan orang lain atau  ia tidak minta lepas tanggungjawab. He does not blame/accuse others and he does not excuse himself. He is not an accuser and he is not an excuser, but he is a chooser! Ia memilih untuk mengucap syukur. Ia memilih untuk bertanggungjawab atas sikapnya. Ia memilih bersukacita di tengah, di dalam masalah yang dihadapinya. Perhatikan bukan bersukacita atau mengucap syukur karena masalah.

Belajar dari orang Israel yang dipimpin Tuhan ke Tanah Perjanjian,  para pelayan Tuhan tidak boleh menggerutu di tempat pelayanannya. Tuhan tidak suka pada orang yang mudah menggerutu karena  alasan dasar orang menggerutu adalah tidak percaya  pada kebaikan Tuhan (God’s goodness), kebijaksanaan Tuhan (God’s wisdom),  perhatiaan Tuhan atas hidupnya (God’s care) dan kedaulatan Tuhan (sovereignty of God) atas hidupnya.

Mengucap syukur ada manfaatnya:

  1. Kita mengalahkan perasaan yang negatif(iri hati, menggerutu, sakit hati, terluka, dendam, kesal, rasa menyesal apa yang sudah terjadi membuat hati kesal dan  tidak ada senyum) yang ada dalam diri kita.
  2. Kita mengalahkan situasi kita. Tidak terikat dengan keadaan. Paulus dan Silas  ada di ruangan sempit, terpenjara, tetapi mereka memuji Tuhan (KPR 16:22-26)) Situasi yang jelek membuat kita tidak dapat tersenyum. Bersyukur membebaskan kita dari tekanan.
  3. Kita menjadi lebih semangat. Tuhan pasti buka jalan. Melihat ke depan dengan semangat hidup yang besar. Hati yang gembira obat bagi kita. Semangat yang patah mengeringkan tulang! KPR 16:26 : Ketika Paulus dan Silas memuji Tuhan (respon positive dalam situasi yang jelek sekali), Tuhan bekerja! Tuhan buka jalan! 
  4. Kita menjadi teladan dalam kehidupan. Orang lain yang menghadapi masalah sama mengeluh  terus-menerus, tetapi kita mengucap syukur. Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita
  5. Mempunyai pikiran yang positif.  Orang-orang sukses tidak pernah hidup di dalam “Keluhan” Mereka mempunyai pikiran positif, suatu saat akan berhasil!

Mengucap syukur dengan melimpah dapat terlihat oleh teman-teman kita dan anggota keluarga kita. Wajah yang berseri-seri, murah senyum dimulai dari hati, dimulai dari sikap atau respon kita dalam menghadapi sesuatu. Lihat dengan sikap atau pandangan positif.  Kita melihat sesama teman dengan senyum. Senyum membuat orang lebih manis. Para suami atau isteri melihat pasangan hidupnya dengan gembira dan sukacita. Pulang dari pelayanan dengan sukacita karena akan bertemu dengan pasangan dan anak kita.

Apabila hati kita tidak suka, maka yang dilihat juga menjadi tidak baik. Hati kesal, menggerutu, pikiran negatif membuat muka jelek dan sikap yang tidak baik. Jadi, pilihlah mengucap syukur. Jangan memilih menggerutu. Kita tidak bisa mengatur perasaan, sikap, perbuatan, perkataan orang lain, tetapi kita dapat mengatur dan mengontrol perasaan, sikap, perbuatan dan perkataan kita. Pilihlah melimpah dengan syukur! Di desa atau di kota, dimanapun kita berada, siapapun diri kita sebagai anggota jemaat, para pelayan, sel group leader, coordinator,  pendeta/gembala sidang/pengkotbah/pengingjil/dosen /pelayan Tuhan yang selalu mengucap syukur dan murah senyum lebih disukai dari pada yang menggerutu,menyalahkan orang lain, tidak berani bertanggungjawab,  tidak ada senyum, dan suka meminta-minta.

PENUTUP

Kita tahu bahwa kapal Titanic tenggelam. Sebelumnya, kapten kapal sudah diperingati beberapa kali untuk mengambil arah yang lain karena arah yang ditempuh kapten akan menabrak gumpalan gunung es. Sang kapten tidak menghiraukannya. Dia berpikir kapal akan kuat dan tidak akan hancur. Akhirnya kita tahu, kapal tersebut tidak kuat ketika terbentur dengan gumpalan gunung es. Peringatan sudah diberikan, sang kapten harus ubah arah! Tuhan sedang memberikan peringatan atau tanda-tanda (warning) bagi kita untuk mengubah arah hidup kita. Ubahlah dan ikutilah arah Tuhan…..BERTUMBUHLAH DI DALAM YESUS! BERSEKUTU! ADANYA TRANSFORMASI/PERUBAHAN HIDUP! KUAT! DAN BERSYUKURLAH!

DISKUSI

    • Mengapa kita sulit ucapkan syukur ketika hati kita dikuasai hal yang negatif?
    • Mengapa orang yang kristen kuat dan bersyukur lebih efektif dalam  pelayanan?
    • Sudahkah anda mengambil arah yang benar sehingga tidak terjadi seperti kapten kapal Titanic? Apa yang harus diubah dalam hidup anda?

X