Keburukan dosa

  


Stephanus Pradhana
Ringkasan khotbah 13 Maret 2022

Di dunia sekarang, dosa sering disebut tidak lagi relevan dan bahkan ada beberapa gereja mulai mengurangi untuk memakai kata dosa.

Efek dosa: merusak hubungan Allah dengan manusia (Kejadian 1:27-28)

Allah menciptakan manusia untuk memancarkan gambar dan rupa Allah, diperintahkan untuk memenuhi seluruh bumi (sehingga seluruh penjuru dunia penuh dengan gambar dan rupa Allah), dan untuk mengelola dunia ciptaan Allah ini.

Namun keintiman dengan Allah dirusak dengan pemberontakan manusia. Dosa adalah pada dasarnya pemberontakan melawan Allah, serangan terhadap pribadi Allah sang Pencipta yang sudah memberikan kehidupan bagi manusia.

Kita sering menganggap enteng dosa, karena menganggap nya hanya seperti “sekedar pelanggaran” dari peraturan Allah. Tapi kalo kita sungguh-sungguh renungkan, dosa juga merupakan sebuah “personal offence against God”.

Pemberontakan manusia terhadap Allah, merusak hubungan keintiman dengan Allah. Dan setelah itu, manusia juga menolak untuk memuliakan Allah (Baca Roma 1:21, Zak 7:12).

Dari sisi manusia

Bisakah kita melihat ini semua terjadi di sekitar kita? Dan lebih penting lagi, dalam hati kita? Dalam penderitaan dan masalah, kita sering menyalahkan Tuhan atas apa yang sudah terjadi. Dan jaman sekarang, orang makin acuh tak acuh, tidak mau perduli lagi akan ada nya keberadaan Tuhan.

Dari sisi Allah

Allah yang Maha Kudus tidak bisa lagi bersekutu dengan manusia yang berdosa (1Kor 10:5). Dalam perjanjian lama, Allah menghukum orang Israel mati di padang gurun karena mereka tidak mau masuk ke tanah perjanjian dan bahkan ingin mati di padang gurun. Jadi, Tuhan menghukum mereka dengan menyerahkan mereka pada keinginan mereka sendiri!  (Roma 1:18, 24, 26, 28). Menakutkan bukan?

Allah membiarkan manusia pada keinginan jahat nya sendiri, dan permusuhan Allah dengan manusia akan mencapai puncaknya pada penghakiman yang terakhir.

Manusia yang egois selalu melihat dari sisi pandang kita, tapi tidak melihat dari sisi pandang Allah. Dan yang lebih parah nya, manusia pun tidak perduli atas murka Allah.

Adakah pengharapan bagi manusia yang berdosa ini? Ya! Baca 2 Korintus 5:18-21. Allah lah yang menciptakan perdamaian dengan manusia, dan melalui pengorbanan Kristus, kita di damaikan dengan Allah! Allah yang berinisiatif – walaupun seharusnya manusia lah yang ingin berdamai dengan Allah atas pemberontakan dan kerusakannya!

2Korintus 5:18-21 menceritakan perdamaian ini dengan pengorbanan Kristus; Allah tidak bisa tutup mata atas dosa kita, ada hutang dosa yang harus di bayar (karena Allah adalah Maha Adil). Satu-satunya cara Allah tidak lagi memperhitungkan pelanggaran kita adalah dengan kematian anakNya sendiri, Kristus di kayu salib. Dia menjadi korban penebus dosa bagi kita. Perdamaian yang di bayar dengan harga yang sangat mahal!

Tidak ada orang yang sampai mau memberikan nyawa nya untuk berdamai dengan orang lain yang bersalah pada kita.

Lalu apa yang harus kita lakukan? 2Korintus 5:20 – Berikanlah dirimu untuk diperdamaikan dengan Allah! Kita tidak perlu melakukan banyak hal untuk Tuhan kita karena tidak ada yang bisa menebus hutang dosa kita, tapi hanya dengan memberikan dirimu untuk di damaikan dengan Allah oleh pengorbanan Kristus!

Bagian kita hanyalah mengakui dosa kita, pemberontakan kita di hadapan Tuhan, dan dengan segala kerendahan hati, menerima korban penebus Allah, yaitu Yesus Kristus.

 

 

Post a comment

X