Tuhan menjadikan indah pada waktuNya

  


Mie Khie Liong
Ringkasan khotbah 27 September 2020
2Samuel 5:1-4

Timeline Raja Daud:
1020BC: Dia dipanggil Tuhan menjadi raja (umur 10-15 tahun)
1010BC: Dia menjadi raja pada umur 30 tahun, dan berkuasa selama 40 tahun (sampai 970BC).
Jadi kita bisa melihat ada sekitar jeda 15-20 tahun dari dia dipanggil sampai dia akhirnya menjadi raja.  Daud dipanggil untuk ikut serta dalam rencana Tuhan yang besar – Yesus, yang ditulis sebagai anak Daud, Raja segala raja.

Mengapa jalan Daud begitu sulit dan lama? Karena Tuhan menyiapkan Daud. Demikian halnya dengan Musa yang dipersiapkan lama, bahkan sampai menjadi gembala; baru setelah dia berumur 80 tahun dia diutus Tuhan.

Dalam segala ujian yang diberikan Tuhan pada kita, Tuhan memberikan nya sesuai dengan kapasitas kita. Dia tahu kapan kita siap dan juga memberikan kekuatan pada kita untuk melaluinya. Dia selalu menempa hidup kita. Tuhan membuat indah pada waktunya!

Dan pada akhirnya, hidup kita akan menjadi berkat bagi orang lain, dan pleasing to God, seperti Daud. Hidup kita menjadi indah di mata Tuhan.

Hidup indah di mata Tuhan adalah di saat karakter kita menjadi seperti Kristus, ketika kasih kita pada orang lain seperti Kristus, seperti buah Roh dalam hidup kita terlihat pada orang lain.

Tuhan membentuk hidup kita, menguduskan kita, dan ini membutuhkan sebuah proses, tidak langsung jadi. Ketika kita ada masalah, ada penyakit, itu dipakai Tuhan untuk membentuk kita. Baca Roma 12:1, Galatia 2:20, Yakobus 1:2.

Kita belajar bagaimana hidup dalam iman, we live by faith in Jesus Christ.

Kita belajar dari respon Daud: Daud sabar menunggu, dan Daud tetap percaya! Padahal kita sudah belajar dalam beberapa minggu terakhir ini, dalam 10-15 tahun banyak sekali hal yang terjadi, termasuk Daud dikejar-kejar Saul ingin dibunuh, dan minggu lalu pun mengalami krisis berat. Tapi dalam semuanya ini, Daud tetap bertekun dalam imannya, bahkan berharap pada Tuhan senantiasa.

Dan ketika raja Saul mati, Daud tidak langsung mengambil alih, tapi dia tetap bertanya kepada Tuhan dalam mengambil keputusan. Saat disuruh ke Hebron, dia taat pada perintah Tuhan dan menunggu waktu Tuhan.

Tidak ada dari kita yang ingin mendapatkan masalah. Tetapi masalah dipakai Tuhan sebagai sarana untuk bertumbuh, sarana kita lebih beriman kepada Dia.

Tuhan sedang memakai waktu dalam COVID-19 ini untuk membentuk kita. Kita adalah anak Tuhan dan di tengah situasi apa pun juga, Tuhan membentuk kita. Mungkin di tengah masalah ini, kita semakin bergantung pada Tuhan, kita melihat betapa Tuhan menjaga kita, dan sebagainya.

Mari kita berikan hidup kita ke dalam tangan Tuhan. This is the time for us to grow and give our lives to Him!

 

Post a comment

X