Teman atau Musuh Allah

  


Seri Wisdom in Living
Mie Khie Liong
Ringkasan khotbah 28 November 2021
Yakobus 4:1-10

Setiap gereja selalu ada masalah (karena kita semua masih berdosa) dan Yakobus juga melihat ada nya pertengkaran di dalam jemaat pada waktu itu. Ada hawa nafsu yang menguasai; bahasa asli nya “passion” di sini adalah dari kata “hedon” (bukan hanya sebuah desire atau keinginan). Kita sebagai manusia tentu punya keinginan untuk mencari kesenangan, tapi masalahnya kita cenderung ingin mencari kesenangan pribadi tanpa memikirkan orang lain. Contoh: Daud saat mengingini Betsyeba.

Sebuah desire ada yang sehat, tidak selalu membawa dosa dan kejahatan. Tetapi sebuah desire yang sehat bisa akhirnya menyita waktu kita dan kita bisa menjadi addicted to it karena execessive desire kita.

Dan bahkan ketika kita meminta pada Tuhan, kita juga sering lupa dan meminta sesuatu untuk menuruti keinginan daging kita. Dan dunia selalu mengajarkan untuk kita bisa memuaskan hawa nafsu kita, dan akhirnya malah mengikat kita. Dimana posisi kita pada saat ini? Apakah ada sebuah desire yang kita punyai, yang sudah tidak lagi sehat dan tidak mengikuti lagi kehendak Tuhan?

Di ayat 4, Yakobus menegur jemaatnya dengan keras, menyebut mereka sebagai penzinah! Dan kita tahu betapa orang-orang Israel waktu itu banyak yang sudah tidak lagi menyembah Allah, tapi menyembah berhala dan mencari keinginan sendiri. Kita pun terkadang seperti itu. Kita sudah tahu Tuhan yang mengasihi kita dan menebus kita dari dosa, tetapi kita sering mencari kepuasan hawa nafsu kita sendiri dan tidak lagi perduli pada Tuhan! Padahal Dia adalah Raja kita, penebus kita!

Bersahabat dengan dunia? Baca 1Yohanes 2:15-16. Ketika kita mengasihi (punya excessive desire) apa yang ada di dunia ini, maka itu berarti kita sudah bersahabat dengan dunia, dan kita tidak lagi punya tempat untuk mengasihi Tuhan. Bagaimana kita menghabiskan waktu kita? Apakah kita bersahabat dengan dunia, atau bersahabat dengan Allah? Kalau kita punya sahabat dekat, maka kita akan menyisihkan waktu kita dan ingin menghabiskan waktu kita dengan sahabat dekat, bukan? Demikian hal nya dengan bersahabat dengan dunia vs Allah. Apakah kita enjoy spending time with God? Atau with the world?

Lalu bagaimana caranya kita bisa mengubah hawa nafsu kita dan menjadi sehat menurut kehendak Tuhan? Dan bersahabat kembali dengan Tuhan? Lihat ayat 6-10. Kerendahan hati merupakan fondasi dari sebuah karakter. Dengan kerendahan hati kita harus datang pada Tuhan, menyadari bobrok nya kita dan serahkan diri kita ke dalam tangan Tuhan, mendekatkan diri kita padaNya! Tuhan akan membersihkan dan memulihkan hati kita.

Saat kita sampai ke titik yang terendah, kita umumnya baru bisa melihat betapa lemah nya kita dan butuh kasih karunia dari Tuhan. Dan kita akan diangkat untuk mulai dari sana, untuk bangun, maju, dan bertumbuh!

 

Post a comment

X