Hancurkan benteng dalam hidupmu

  


Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 22 Mei 2022
2 Korintus 10:3-5

Setiap saat pikiran kita akan selalu bekerja. Dan tergantung apa yang ada di pikiran kita setiap pagi di saat bangun, itu lah yang akan mempengaruhi kita.

Kalau kita setiap hari Minggu pagi kita bangun dengan lemas dan tidak bergairah, maka sepanjang hari, bahkan saat bertemu dengan Tuhan pun dalam kebaktian akan sama.

Paulus berkata bahwa pikiran kita adalah benteng pertahanan kita.

2Korintus 10 merupakan argumen Paulus sebagai pelayan Tuhan yang sejati, untuk mengalahkan tuduhan-tuduhan akan dirinya dalam gereja Korintus.

Baca 2Korintus 10:3-5.

Pola pikir kita bisa terbentuk dan terbangun sampai menjadi sebuah kubu pertahanan/benteng/ “stronghold” (dan terkadang untuk pola pikir yang tidak baik seperti yang terjadi dalam jemaat Korintus ini). Dan Paulus menyebutkan senjata-senjata yang dipakainya untuk merubuhkan “benteng-benteng” ini.

A. Injil Yesus Kristus
B. Kebenaran firman Tuhan (bukan ajaran sesat atau hanya sekedar gosip/omongan orang)
C. Iman/Ketergantungan pada Tuhan

Paulus mengerti orang yang menggosipkan dia adalah sebuah pola pikir yang sudah lama dikembangkan (sampai menjadi sebuah “benteng”).

Kita sering tidak bisa bertumbuh karena kita sudah mempunyai “benteng” dalam pola pikir kita, yang sudah terbangun bertahun-tahun! Sehingga susah untuk kebenaran firman Tuhan bisa bekerja dalam hidup kita!

Kalau kita lihat ayat 5, Paulus menjelaskan bagaimana “benteng-benteng” pikiran ini bisa terbangun:

A. Siasat (“kami mematahkan setiap siasat”…)
“Benteng” dibangun dari pola pikir yang menjadi argumen (kebohongan yang kita anggap benar).

B. Spekulasi

Refleksi: Apa “benteng-benteng” yang engkau sudah bangun selama ini? Atau sedang dibangun saat ini? Pikiran-pikiran yang tidak benar, didasarkan atas kebohongan, atau spekulasi yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan?
– “Kecantikan/uang/karir/pasangan hidup/keluarga akan membuat saya bahagia”.
– “Seks bebas adalah oke sebagai bukti cinta/untuk latihan”.
– “My pleasure is everything” – maka kita akan mencari kenikmatan dari pornografi dan kecanduan lainnya.
– “Saya sukar mengampuni orang” – akhirnya kita akan semakin cepat marah, kesal, dan benci para orang.

Raja Saul mengejar-ngejar Daud untuk membunuhnya hanya karena kalimat pujian orang-orang yang berkata bahwa Daud mengalahkan musuh lebih banyak dari Raja Saul (1Samuel 18:7). Dan pikiran ini menguasai pikirannya begitu rupa.

Bagaimana kita bisa merubuhkan benteng ini? Lihat ayat 5 – “Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus”.

Kristus yang mengasihi kita apa adanya, memiliki kuasa untuk merubuhkan benteng pertahanan pikiran kita! Taklukkanlah/tundukkan lah pikiran mu kepada Kristus!

Karena kuasa dosa dan iblis sudah dikalahkan Kristus di kayu salib, Dia pun mampu mengalahkan! Pikiran-pikiran yang sudah menawanmu selama ini adalah dari iblis yang ingin terus menjatuhkanmu sebagai anak Tuhan. Pikirkanlah terus Kristus!

Ketika kita memikirkan tentang kekuatiran kita, itu akan menyedot kita.
Ketika kita memikirkan tentang kesuksesan terus menerus, itu akan mengarahkan hidup kita untuk fokus hanya pada kesuksesan.

Biar pikiran-pikiran yang tidak sesuai dengan nilai Tuhan ini dikalahkan oleh firman Tuhan! (baca juga 2Kor 3:18, Ibrani 12:2).

—-

Mungkin di masa lampau engkau sering dikata-katai sebagai orang yang “X” oleh orang tua, teman, atau siapa saja dan itu sudah masuk dalam pikiranmu saat ini, membuat susah.

Mungkin engkau sedang bergumul di tengah sebuah masalah dan kebohongan-kebohongan dunia mulai memenuhi pikiranmu sehingga engkau bimbang dan ragu akan kebaikan Tuhan.

Kebohongan-kebohongan yang sudah menjadi benteng ini sudah menghancurkan hidupmu!

Apa pun itu, biarkanlah firman Tuhan menghancurkan tembok-tembok kokoh ini!

Post a comment

X