Perumpamaan orang berdalih (Parable of the great banquet)

  


Ringkasan khotbah Minggu 17 Juli 2022
Pdt Victor Liu
Lukas 14:15-24

Perumpamaan tidak seharusnya di teliti secara detail karena itu akan menyalahi maksud perumpamaan.

Perumpamaan pesta besar ini menekankan pada undangan yang Tuhan berikan pada orang-orang yang mendapatkan kesempatan. Dalam sebuah pesta selalu ada suka cita; sama seperti betapa indahnya ketika kita ikut Yesus, penuh dengan hidup yang bersuka cita. Dan ini yang Yesus tawarkan pada dunia, dan Dia menuntut respon kita secara pribadi atas undangan ini.

Konteks Lukas 14 adalah mengenai Yesus yang diundang oleh orang Farisi, namun mereka tidak suka pada Yesus karena ajaranNya (orang Farisi yang terlalu fokus pada peraturan-peraturan). Jadi undangan ini penuh dengan kemunafikan, karena mereka hanya ingin menjebak Yesus, bukan fokus pada pesta yang harusnya penuh suka cita.

Dan benar, karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat – namun Yesus tahu pikiran mereka. Orang Farisi menolak Kristus sebagai Sang Mesias dan ingin menjatuhkan Dia. Karena itu lah Yesus memberikan perumpamaan ini.

Walaupun perumpamaan ini lebih untuk kepada orang Farisi di cerita ini, ini juga relevan bagi kita.

Baca Lukas 14:15-24

”Segala sesuatu sudah siap” – pada jaman itu (dan sekarang), suatu penghinaan kalau kita diundang namun tidak datang pada hari nya (dan tidak memberi kabar).

Dari ayat 8-24, kata “undangan”/“being invited” diulang 11x, suatu tekanan yang begitu besar. Namun sayang nya, orang-orang Farisi menolak tawaran untuk datang karena mereka merasa benar sendiri.

Dan dari perumpamaan, kita bisa melihat banyak alasan yang diberikan saat menolak undangan besar ini, sama seperti banyak orang yang menolak undangan keselamatan yang Tuhan sudah berikan (ayat 18).

Manusia banyak alasan yang dibuat-buat untuk menolak Dia, dan memilih prioritas dan nilai yang salah. Terkadang kita fokus pada karir dan keinginan untuk sukses, dan malahan membuat kita lupa pada Tuhan, dan fokus pada nilai-nilai hidup yang salah!

Orang ketiga beralasan baru kawin. Dalam Ulangan 24, sang suami harus menyenangkan istrinya selama setahun dan tidak boleh ikut perang. Namun untuk datang ke kegiatan sosial dan pesta, harusnya bisa datang.

Jadi kita bisa melihat ketiga orang dalam perumpamaan ini memberikan alasan yang dibuat-buat. Alasan utama nya adalah mereka tidak perduli dan tidak menghargai undangan ini.

”Who or what control your affections will win your heart”

Yang punya pesta (Allah Bapa) dalam perumpamaan ini menyuruh pelayannya (Yesus Kristus) dalam ayat 21-24. Injil Lukas berbeda menulis cerita ini, yaitu Yesus menawarkan suka cita besar pada orang-orang miskin dan disisihkan masyarakat (sama seperti Lukas menulis mengenai gembala-gembala yang sangat di rendahkan masyarakat pada saat kelahiran Yesus).

Berita gembira ini di tawarkan bagi mereka yang membutuhkannya, yang butuh pengharapan dan belas kasihan. Mereka yang menolak undangan, tidak akan menikmati suka cita besar yang ada sekarang dan terutama di masa yang akan datang.

Ayat 24 adalah sebagai jawaban untuk orang-orang Farisi, dan kita yang masih menolak tawaran Kristus pada saat ini, dan yang sudah jauh dari Dia.

“Our Lord finds our desires, not too strong, but too weak. We are half-hearted creatures, fooling about with drink and sex and ambition when infinite joy is offered us, like an ignorant child who wants to go on making mud pies in a slum because he cannot imagine what is meant by the offer of a holiday at the sea. We are far too easily pleased” –  C.S. Lewis

Atau dalam bahasa Indonesia, terjemahan nya kira-kira: “Tuhan dapatkan bahwa keinginan kita untuk melakukan kehendakNya tidak terlalu kuat, tetapi terlalu lemah. Kita adalah mahluk yang mendua hati, kita mudah terbodoh, terpikat dengan kepuasan hidup minuman, kenikmatan sex dan ambisi ketika tawaran sukacita kekekalan diberikan pada kita seperti anak kecil yang terpikat dengan mainannya, bermain untuk membuat pie dari lumpur dalam suatu tempat yang kumuh dan anak itu tidak mengerti, tidak bisa membayangkan ada tawaran yang lebih bagus, lebih nikmat untuk berlibur di lautan; Kita terlalu mudah senang atau kita mudah sekali dipuaskan dengan hal-hal dunia.”

Yesus memberikan tawaran kepada siapa saja, untuk datang kepada Dia dan memperbaharui hidupnya, supaya penuh dengan suka cita dan pengharapan.

Mengapa kita harus coba-coba menikmati apa yang ada di dunia ini, sedangkan tawaran yang besar yang penuh dengan suka cita, sudah di tawarkan oleh Allah Tuhan kita? Ambil lah tawaran dari Kristus dan serahkan seluruh hidup dan dedikasimu untuk Dia!

Post a comment

X