Penyertaan Tuhan di tengah badai kehidupan

  


Seri Hidup dalam kehidupan yang belum dipetakan
Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 13 Juni 2021

Kalau kita mau pergi liburan, kita bisa cek lokasi lokasi dan tempat yang akan kita tinggali atau kunjungi. Tapi berbeda dengan kehidupan kita, apalagi di tengah COVID-19 ini, masa depan dari kehidupan kita sering tidak menentu.

Di Melbourne, dari suasana baik bisa tiba-tiba ada lockdown lagi dan bisnis harus ditutup. Demikian halnya dengan banyak dari kehidupan kita dimana terkadang kita tidak tahu apa yang akan terjadi dan tidak bisa melihat masa depan kita. Banyak hal dalam hidup kita yang kita tidak bisa atur, tidak bisa kita petakan.

Tetapi kita bersyukur, bisa melihat dan mempelajari karakter Tuhan yang bisa menolong kita untuk tetap tenang dan bersandar kepadaNya!

Baca Yohanes 6:15-21. Yesus sudah banyak membuat mukjijat dan banyak orang ingin menjadikan Dia Raja.

Matius dan Markus menulis cerita yang sama, tapi tidak menceritakan ayat 21. Dalam Yohanes, tidak disebutkan badai berhenti. Yohanes mau fokus pada penyertaan Kristus bahwa Dia bersama-sama dengan mereka dan di saat Dia ada bersama-sama dengan mereka, sesuatu hal besar terjadi!

[1] Penyertaan Tuhan kadang tidak kita sadari

Para murid tidak menyadari keberadaan Tuhan dan menganggap yang mereka lihat adalah hantu. Karena mereka fokus pada situasi saat itu (takut melihat badai dan kelelahan), maka fokus mereka pun ikut salah (mereka ada di tengah-tengah danau dan kira-kira sudah malam atau subuh).

Mereka kemungkinan besar sudah mendayung lama dan energi mereka juga sudah habis mendayung dan ketakutan melihat badai yang menerpa. Karena itu lah saat mereka melihat Yesus, tidak heran kalau mereka menganggap Dia hantu.

Demikian hal nya dengan kita, di saat kita ada di tengah masalah besar dan kita terlalu fokus, lelah pada masalah, kita tidak bisa melihat dan merasakan kehadiran Tuhan. Padahal Yesus berjanji untuk selalu menyertai kita!

[2] Penyertaan Tuhan selalu lebih besar dari masalah

Bagi mereka yang tidak membaca Injil lain, mungkin tidak tahu bahwa badai berhenti. Tapi di sini Yohanes ingin menunjukkan bahwa mereka sampai di tujuan, fokus menunjukkan kebesaran Tuhan sehingga kita bisa tenang menghadapi “ombak dan taufan” sampai pada tujuan.

Dalam hidup, kita bisa mengalami taufan seumur hidup kita (seperti Stefanus yang di rajam batu dan Paulus yang selalu menderita dan akhirnya dihukum mati), tapi satu hal yang pasti adalah Tuhan selalu menyertai dan lebih besar dari itu semua;

Dia bisa menghentikan nya suatu hari, atau tidak menghentikan tapi yang pasti adalah hadirat Tuhan selalu menguatkan dan memberikan penghiburan, lebih besar dari taufan apa pun juga.

Saat para murid menyadari kehadiran Tuhan, mereka mendapatkan kelegaan dan kekuaan seketika itu juga (“immediately”).

[3] Penyertaan Tuhan memberikan kita kesempatan untuk menyambutNya

Para murid mau menaikkan Yesus ke dalam perahu (“then they were glad to take Him into the boat”); “willingly to receive”. Ketika menyadari itu Yesus, mereka dengan suka cita menyambut Yesus.

Setelah mereka mengijinkan Yesus naik ke perahu (menjadi “nahkoda”), maka “immediately” mereka pun sampai ke tujuan.

His presence calls us to worship! Membiarkan Dia yang memimpin hidup kita dan kita tenang di tengah masalah besar apa pun juga.

Sungguh kontras dengan awal perikop kita dimana orang-orang ingin memaksa menjadikan Tuhan sebagai raja mereka, setelah mendapatkan berkat dan melihat mukjijat mukjijat. Yohanes mengkontraskan pengikut Yesus yang bersuka cita menginginkan Tuhan sebagai raja yang sesungguhnya, yaitu raja atas hidup mereka!

Penyertaan Tuhan tidak selalu menghentikan ombak dan badai hidup kita, tapi penyertaan Tuhan selalu lebih besar dari itu semua dan memanggil kita untuk datang dengan suka cita, to worship Him!

Post a comment

X