Pengikut atau Murid?

  


Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 13 November 2022
Markus 3:7-19

Apakah kita hanya seorang pengikut Kristus? Atau benar-benar seorang murid? Hanya orang yang dekat dengan kita yang tahu dan bisa melihat; apakah kita hanya ikut-ikutan saja atau punya hidup yang mencerminkan karakter Kristus. Seberapa punya kualitas hidupmu saat Yesus melihat?

The Followers (ayat 7-12)

Diperkirakan banyak orang datang dari sekitar radius 150-200 km pada saat itu; penderita penyakit, kerasukan roh-roh jahat, dan sebagainya.

Markus menulis Yesus tidak mengijinkan roh-roh jahat bercerita siapa Yesus karena Markus ingin memberi tahu supaya orang banyak tidak punya asumsi/konsep yang salah siapa Yesus.

Ciri pengikut Yesus:
a. Tidak punya hubungan secara pribadi pada Yesus (karena mereka tidak mengenal sesungguhnya siapa Dia).
Mereka hanya kenal Yesus sang pembuat mukjijat, sang penyembuh; Yang memuaskan kebutuhan mereka (pulang dengan suka cita saat disembuhkan dan diusir roh jahatnya).

b. Tidak punya komitmen pada Yesus.
Dalam cerita selanjutnya orang-orang yang sama yang akan berteriak-teriak untuk menyalibkan Yesus, atau mundur saat ditantang Yesus!

Banyak pengikut Yesus saat ini demikian; karena doa-doa di jawab, Tuhan buka jalan saat bergumul dalam masalah, dsb; Hanya kenal Yesus luarnya saja dan sayang nya banyak orang Kristen yang seperti ini.

Banyak juga yang fokus pada kegiatan-kegiatan rohani, selalu terlihat aktif di gereja tetapi tidak punya relasi personal pada Yesus Kristus.

Yudas Iskariot adalah seorang pengikut Kristus, namun menghianati Dia karena uang. Padahal Yudas sudah diperingatkan beberapa kali oleh Yesus untuk bertobat. Yudas hanya mengikut Yesus karena berharap Dia menjadi raja atas Israel dan dia akan ikut kecipratan kaya dan posisi.

Orang banyak ikut Yesus karena ada sesuatu, berbeda dengan Ayub yang kita lihat terus menyembah walaupun semua nya diambil.

Karena itu banyak orang Kristen yang meninggalkan Yesus saat doa nya tidak dijawab, sakit nya tidak disembuhkan, bisnis nya gagal, dan sebagainya. Hanya seorang pengikut punya mentalitas seperti ini.

The Disciples (ayat 13-19)

Apa kualitas dari seorang murid Yesus Kristus?
a. Punya komitmen pada Yesus (ayat 13)
”.. mereka pun datang kepada-Nya”. Kita bisa melihat pasal sebelumnya bahwa murid-murid yang dipanggil ini sudah dipilih Yesus dan bersama dengan Dia.

Para murid adalah orang-orang yang sudah punya komitmen dalam hidup mereka sebelumnya (istri, pekerjaan, dan sebagainya), namun mereka mau meninggalkan dan ikut Kristus.

Komitmen adalah suatu dedikasi, bahwa apa pun yang terjadi, akan tetap komit, setia. Para murid saat itu hanya tahu bahwa Dia adalah sang Mesias yang sudah dinubuatkan dari dulu kala, dan itu cukup untuk mereka komit pada Yesus (walaupun mereka belum mengerti secara keseluruhan).

Punyailah komitmen bahwa apa pun yang terjadi, kita tetap ikut Kristus no matter what!

Komitmen adalah suatu ciri dari murid Kristus; tidak bisa di beli dengen apa pun juga tapi dengan hati bahwa Yesus Kristus adalah Juru Selamat kita yang hidup!

b.  Punya orientasi yang berbeda (ayat 14-15)
Ia menetapkan dua belas orang untuk diutusNya.

Ketika kita menjadi murid Yesus, kita punya tujuan yang baru; orientasi yang berbeda seperti hal nya para murid yang dipanggil Yesus. Bukan lagi fokus pada diri sendiri, tetapi pada Yesus!

Ubah orientasi dan tujuan hidup kita; bagaimana kita bisa semakin serupa dengan Dia, bisa memuliakanNya.

Orientasi apa yang membedakan?
[-] Bersama Yesus, jaga hubungan
[-] Share tentang Yesus
[-] Bergantung pada Yesus

Kita menyertai Dia; bersama terus menerus dengan Yesus, ada nya hubungan dengan Yesus. Semakin kita berhubungan dekat dengan Yesus, semakin kita akan berubah menyerupai Dia. Seorang pengikut yang tidak pernah berhubungan dekat dengan Yesus tidak akan pernah berubah hidupnya!

Mereka diberi kuasa untuk mengusir setan; dan kalimat ini bentuk nya present, yang berarti kuasa ini juga diberikan pada kita.

Para murid yang dipilih ini bukan orang-orang yang hebat, tapi banyak kekurangannya. Kita bisa membaca Simon Petrus (yang paling sombong, menyangkal Yesus), Yakobus dan Yohanes (dua saudara yang pemarah ingin memanggil halilintar untuk membunuh). Andreas (malu-malu dan tidak berani), Filipus (tidak percaya Tuhan bisa bekerja saat memberi makan orang banyak), Yudas Iskariot, dan sebagainya.

Orang-orang yang sama seperti kita, tapi Yesus terus membina dan memberi pengharapan, semangat pada kita untuk terus maju.

Bagi kita yang sudah mengikut Yesus tapi tidak punya hubungan pribadi dengan Dia, ini saat nya untuk bertobat dan mengubah orientasi tujuan hidup mu untuk menjadi seorang murid Kristsu yang sejati!

Yudas Iskariot tidak mau bertobat sampai akhirnya, tidak mau datang pada Yesus sampai akhirnya dia bunuh diri.

Simon Petrus menyangkal Yesus, tetapi menyesali diri dan dosa nya, lalu datang pada Yesus, bertobat.

Para murid dianiaya, dipenggal, disalib, sampai mati. Mengapa? Karena mereka tetap komit pada Yesus sampai akhir hidupnya.

Are you a disciple? Or a follower?

Post a comment

X