
Rekaman khotbah:
Ringkasan khotbah 20 Juli 2014
Pengkhotbah tamu Daniel Soemitro
Markus 5:21-43
Selama hidup, tidak boleh kita melupakan pengharapan kita pada Tuhan, di tengah apa pun situasi kita. Dan sering kita harus melewati banyak tantangan dalam pengharapan kita, yang membuat kita kuatir.
Roma 15:13
Orang yang punya kehilangan harapan, sudah “mati”. Sebagai anak Tuhan, kita selalu punya pengharapan dalam Tuhan, hal yang selalu dijanjikan oleh Tuhan.
Apa beda pengharapan dengan keinginan?
Keinginan – jangka pendek. Sedangkan pengharapan jauh ke depan dan tidak cepat hilang.
“Our biggest CELEBRATIONS and our deepest SADNESS are connected to HOPE”.
Apa saja boleh hilang, kecuali pengharapan!
Tingginya pengharapan menentukan seberapa besar masa depanmu. Yairus datang dengan penuh pengharapan pada Tuhan menyembuhkan anaknya yang hampir mati. Dia sampai tersungkur dan berseru kepadaNya.
Lalu perhatikan bahwa Tuhan diikuti oleh banyak orang sampai berdesak-desakan dan bahkan di perjalanan, ada beberapa kejadian lagi. Padahal Yairus tentunya ingin Yesus datang dengan secepat mungkin, bukan? Pengharapan Yairus tinggi dan dia tergesa-gesa. Tapi di sini kita lihat ada beberapa hal yang menghambat perjalanan mereka. Namun melihat Yesus menyembuhkan wanita itu, iman Yairus tentunya meningkat kembali.
Tetapi pada saat itu datanglah berita bahwa anak Yairus sudah meninggal, yang tentunya menurunkan imannya dengan sangat drastis. Kita mungkin pernah mengalami hal seperti Yairus, dimana kita sudah mulai hilang pengharapan kita pada Tuhan. Tapi Firman Tuhan berkata: “Jangan takut! Percaya saja” (ayat 36)
Hidup harus digantungkan pada pengharapan, bukan pengalaman!
Hidup harus dipengaruhi pengharapan, bukan meniru-niru orang lain! Tuhan menolong kita dengan cara-cara ajaib, jangan melihat orang dan meniru/ingin hal yang sama persis
Hidup harus dipengaruhi pengharapan, bukan emosi! (kita maju terus dalam hidup, bukak naik turun!)
1Korintus 15:19 – karena setelah kematian tubuh jasmani, ada lagi pengharapan untuk hidup kekekalan bersama Kristus. Teruslah berharap!
—
Kita akan dihadapkan pada 2 pilihan: kita pegang terus pengharapan pada Tuhan, atau menyerah dalam persoalan kita. Mari kita teguhkan pengharapan kita pada Dia senatiasa!
Yang menentukan pengharapan bukanlah kenyataan hidup, melainkan iman dalam kehidupan!

