Pengharapan dalam Yesus Kristus

  


Denali Landscape
blmiers2 / Travel Photos / CC BY-NC-SA

Pengkhotbah Tamu Miekhie Liong
Ringkasan khotbah 10 Maret 2013

Orang sering hidup dalam dunia ilusi, dimana mereka hanya mencari pekerjaan, hidup untuk sukses, sibuk dengan keluarga dan sebagainya. Sering mereka (dan kita) lupa melihat tujuan hidup kita yang sesungguhnya, yang sebenarnya.

Dunia pun sering melihat orang Kristen sebagai orang yang tidak rasional, karena kita hanya percaya berdasarkan iman saja. Akibatnya, kita pun sulit untuk mensharingkan iman kita, karena tidak ada kebenaran yang obyektif. Orang Kristen kadang juga merasa tidak boleh berpikir kritis di dalam gereja, dan hanya menerima saja apa yang dikhotbahkan.

Secara science, hidup kita hanyalah sebuah kebetulan/chance – dari lumpur basah, lalu berevolusi sampai pada akhirnya sebagai manusia. Pada akhirnya hidup manusia tidak lagi dianggap berarti oleh kebanyakan orang. Namun banyak juga orang atheis yang mulai melihat keajaiban-keajaiban dari science (betapa rumitnya tubuh kita, yang tidak mungkin terjadi secara kebetulan atau dari evolusi), dan ada yang percaya bahwa Tuhan itu ada.

Karena itu, kita tidak perlu takut dengan logika dan science saat membagikan iman kita kepada orang lain. Bahkan saat kita semakin kritis dalam science, kita semakin melihat betapa ajaibnya Tuhan kita yang tidak bisa dijelaskan oleh science apa pun.

Lalu hubungannya apa? Kalau kita ada Tuhan, maka kita ada pengharapan! Tanpa pengharapan, setiap orang akan binasa. Bahkan dari Kejadian saat Adam dan Hawa jauh di dalam dosa, Allah sudah memberikan pengharapan akan datangnya Anak Manusia, sang Juru Selamat atas dosa.
Baca Roma 5:1-5.

1) Pengharapan akan masa depan kita, di luar dari dunia ini

Mata kita harus tertuju pada masa depan kita, akan bertemu dengan Tuhan dan hidup selamanya dengan Dia. Kematian bukanlah hal yang menakutkan, tapi sebuah pintu yang harus kita semua lalui, sebuah pintu pengharapan buat kita yang percaya, ke surga untuk selamanya. Janganlah takut.

2) Dengan pengharapan, kita juga bisa memfokuskan diri pada apa tujuan hidup kita yang Tuhan mau kita kerjakan
Filipi 1:20-21

Kita harus punya fokus yang benar dalam kehidupan ini, bukan fokus untuk memenuhi kebutuhan kita pribadi.
Tanyakanlah “Kenapa Tuhan tempatkan saya di sini?”, “Apa tujuan Tuhan untuk ……….”, dan sebagainya.

Dunia membutuhkan kasih. Sedihnya, gereja dan orang Kristen sering lebih gampang menghakimi satu sama lain, daripada mengasihi satu sama lain. Saat seorang saudara kita jatuh dalam dosa atau berbuat salah, kita langsung menghakimi dan bahkan menjauhinya.
Tuhan mau kita keluar, untuk mengasihi dan mengabarkan pengharapan, bahwa Yesus sudah mati buat kita, sehingga kita tidak hidup dalam kekosongan. Hidup kita seharusnya menjadi sebuah testimony!

Post a comment

X