Misi Sang Juru Selamat

  


Seri Worship our Saviour King
Stephanus Pradhana
Ringkasan khotbah 12 Desember 2021
Yesaya 8:18-9:7

Kita hidup di dalam dunia yang penuh kegelapan, dan tanpa menyadari hal ini, kita tidak akan bisa mengapresiasi kedatangan Kristus. Yesaya menyebutkan kegelapan yang dijalani bangsa Israel (krisis kepemimpinan [dipimpin raja Ahas yang tidak patuh pada Allah], rakyat hidup dalam kemiskinan dan ketakutan akan serangan bangsa sekitarnya (bahkan daerah Zebulan dan Naftali sudah jatuh ke tangan bangsa Asyur). Mereka hidup dalam bayang-bayang kematian.

Ketidak adilan, kesusahan, kepemrintahan yang korup dan meninggalkan asas-asas kekristenan juga menghantui dunia saat ini – bahkan termasuk kemiskinan, kekerasan dimana-mana.

Sayangnya, kita sering merasa terlalu aman dan merasa kegelapan dunia ini tidak relevan dalam hidup kita. We live in our own bubbles sometimes.

Padahal kalau kita lihat saat ini dalam pandemi COVID-19, kita hidup dalam situasi yang tidak menentu, dalam ketakutan, dan seolah-olah pengharapan sering tidak ada.

The world cannot save itself

Bangsa Israel bergantung pada bangsa Asyur yang akhirnya malah menyerang mereka, dan setelah itu malah bergantung ada ahli-ahli sihir – yang pada akhirnya tidak mengubah situasi mereka. Kita pun lebih senang bergantung pada kekuatan kita, inovasi, pikiran positif, daripada Allah.

Sampai saat ini, kita bisa melihat dunia tetap sama – gelap dan tidak ada perubahan, bahkan semakin parah.

Bahkan banyak yang yakin dunia tanpa Allah akan menjadikan dunia lebih baik, tapi padahal kita bisa melihat banyak contoh bahwa ini pun tidak benar: tidak ada standar moralitas, orang bisa berbuat seenaknya, dan kelompok tak ber-Tuhan pun juga saling menyikat dan membuang satu sama lain.

Manusia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Dan saat kita menyadari hal ini, baru kita bisa mengapresiasi apa yang dinubuatkan oleh Yesaya di perikop hari ini.

A light has dawned

Hanya Allah saja yang bisa memulihkan dunia ini! Allah lah yang memberikan sinar terang pada bangsa Israel (Yesaya 9:2). Terang itu diberikan melalui Yesus Kristus untuk kita – lihat Yesaya 9:6.

Yesus lah terang dunia yang turun dalam dunia yang gelap dan mengusir kejahatan, kegelapan dalam dunia ini. Dan Dialah Raja yang akan memerintah untuk selama-lama nya!

”Jesus Christ is not only a king among other kings. He is the ultimate king, the king to end all kings!”

Dalam kerajaan Allah, tidak akan ada lagi perpecahan, kesengsaraan, dan kegelapan!

Matius 4:13-17 mencatat Kristus menggenapi nubuatan dari nabi Yesaya, dan menyatakan bahwa kerajaan yang dijanjikan itu sudah dekat. Nubuatan ini belum sepenuhnya di genapi karena Dia akan datang lagi yang kedua kalinya untuk menggenapi seluruhnya.

Saat Dia datang lagi, Dia akan datang sebagai Raja dan Hakim yang menghakimi orang yang hidup dan mati. Semua yang masih ingin hidup dalam kegelapan di dunia ini, akan dilemparkan kedalam api hukuman, kegelapan selama-lamanaya seperti yang mereka inginkan.

Tapi mereka yang ingin hidup dalam kebenaran dan rindu atas kebenaran, Dia akan membawa kita pada kerajaan dimana Dia akan memerintah dengan adil dan benar, untuk selama-lamanya!

Penyebab kegelapan dunia ini adalah dosa, karena itu kita dipanggil untuk bertobat pada Kristus. Tidak ada yang bisa dilakukan manusia untuk mengatasi kegelapan dunia karena hanya Kristus lah yang bisa mengalahkan kuasa dosa! Dia menggantikan hati manusia yang keras dan mendamaikan segala sesuatu yang ada di dunia ini dengan darahNya.

Hanya Kristuslah yang mampu mengusir kegelapan di dunia ini! Kalau kita masih berharap pada diri sendiri atau pada dunia, maka natal tidak akan berarti apa-apa bagi kita. Kita tidak akan menantikan kedatanganNya.

Which one are you? Are you waiting eagerly for the coming of Christ? Apa yang kita kejar pada natal taun ini?

Post a comment

X