Living Faith

  


Dark Sky Over A Blue Sea
A Guy Taking Pictures / Foter.com / CC BY

 

Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 8 Desember 2013

Yesus Kristus tidak datang begitu saja, tapi melalui sejarah yang panjang. Galatia berkata tepat waktunya Tuhan mengutus seorang Juru Selamat untuk kita. Salah satu yang menarik untuk dipelajari mengenai kedatangan Yesus Kristus adalah silsilahNya; ada yang dari keturunan Raja, ada yang mempunya masa lalu yang tidak baik, dan sebagainya.

Rut (Ruth), salah satu dari nenek moyang Yesus Kristus, mempunyai kepribadian dan iman yang hidup (lihat Matius 1:5). Ada 4 wanita yang disebutkan di alkitab, yang termasuk dalam keturunan silsilah Yesus Kristus, yaitu: Tamar, Rahab, Rut, dan Betsyeba

Baca Ruth 1 (khususnya 11-18)

IMAN YANG HIDUP YANG DIMILIKI RUTH

1) Berfokus pada Tuhan

Dalam ayat 16, kita bisa melihat iman Ruth yang hidup, ditandai dengan iman yang berfokus kepada Tuhan! Bukan kepada sesuatu yang kelihatan di dunia ini. Allah orang Moab disebut “Kamos” (salah satu istri Salomo memuja dewa Kamos dan menghasut Salomo untuk berpaling dari Allah), sebuah patung ciptaan yang menjijikkan di mata Tuhan. Ruth tahu identitas nya dan kepada siapa dia sembah; Dia tidak punya apa apa dan siapa siapa, tapi dia tetap ikut Tuhan! Iman yang hidup selalu fokus pada Allah yang tidak kelihatan tapi menyatakan diri dalam Yesus Kristus, Tuhan kita. Ruth sadar dirinya orang berdosa dan dia hanya menyembah pada Allah yang sejati (Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub – yaitu Allah kita).

Banyak orang yang ikut perayaan natal, tapi apa isi iman dan kepercayaan kita?

2) Hubungan pribadi dengah Tuhan, tidak ikut-ikutan

Dikontraskan dengan Orpa, menantu Naomi yang pertama yang pulang kembali ke Moab (kembali kepada allahnya). Di ayat 15, sengaja dikontraskan dengan Naomi, yang mempunyai hubungan pribadi dengan Tuhan yang sejati (“Allahmulah Allahku”).

Kekristenan sejati tidak bisa ikut-ikutan, punya keputusan secara pribadi dengan Tuhan. Iman yang hidup bukan sebuah keturunan, tapi sebuah keputusan pribadi yang sungguh-sungguh ikut Tuhan, bukan karena orang lain.

3) Mempercayakan diri kepada Tuhan

Iman yang hidup mempercayakan diri kepada Tuhan, di tengah situasi apa pun juga. Keluarga Naomi ikut Tuhan, tapi mereka mempunyai iman yang kandas. Saat kelaparan melanda Betlehem, mereka lari ke Moab, ke tempat yang seharusnya mereka hindari karena perintah Tuhan.

Karena buah dari imannya, Ruth rela menemani Naomi yang sedang dalam kesusahan. Dia mempercayakan hidup dan masa depannya kepada Tuhan. Naomi dan keluarganya hanya fokus pada berkat dan situasi yang enak. Iman mereka mati karena situasi dan kondisi.

Banyak orang Kristen pun yang seperti itu, yang hanya kuat imannya kalau ada di situasi yang enak, kalau ada berkat. Saat situasi sedang tidak enak atau berkat terasa tidak ada, mereka meninggalkan Tuhan atau mundur imannya.

Ruth berkomitmen untuk sehidup semati bersama Naomi, itu berarti masa depan dia diserahkan semuanya; tidak punya apa apa, meninggalkan saudaranya, dan bahkan mungkin tidak akan menikah.

Pada nantinya di pasal 2:12, Boas menyatakan bahwa Ruth mempercayakan imannya kepada Tuhannya, dan itu lah kenapa Ruth dipakai dengan luar biasa oleh Tuhan, bahkan termasuk dalam silsilah Yesus Kristus.

Ibrani 11 berkata bahwa Tuhan memberi upah kepada orang yang berharap kepadaNya dan mempunyai iman yang hidup kepadaNya. Tuhan memberikan seorang suami, Boas, kepada Ruth, dan bahkan seorang anak. Dan yang paling indah tentunya adalah bahwa dia merupakan keturunan nenek moyang Yesus Kristus.

Iman macam apa yang kita punyai saat ini?

Post a comment

X