Ketika Tuhan berkata “Tidak!”

  


Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 22 November 2020

Mungkin banyak dari saudara yang berdoa akan sesuatu pada Tuhan, tetapi jawaban nya tidak kunjung datang. Atau bahkan mungkin Tuhan sudah memberikan jawabanNya, yaitu “Tidak!”.

Di tengah situasi penuh air mata, hati yang hancur, impian yang gagal,  masih adakah Tuhan? Apakah benar Dia Allah yang baik?

Buka Matius 7:7-11

[1] Allah Bapa adalah Allah yang selalu mendengar dan menjawab doa kita

Istilah di sini adalah “Father”, seperti dalam Doa Bapa Kami, berhubungan dengan orang yang sudah percaya dan menyerahkan hidupnya pada Kristus yang sudah mati untuk menebus dosanya, dan Dia bangkit kembali; yaitu anak anak Allah (Yohanes 1:12).

Jadi prinsip dalam Matius ini adalah untuk mereka yang sudah memanggil Tuhan sebagai “Bapa”nya.

Ada setidak-tidak nya 6 kali Tuhan menjawab doa kita dari perikop ini; setiap orang meminta, menerima; setiap orang mencari, mendapat; setiap orang mengetuk, pintu dibukakan.

Ini menunjukkan supaya kita tidak jemu-jemunya berdoa karena Allah Bapa kita mendengar dan menjawab.

Tapi ada 3 alasan mengapa Tuhan tidak mendengar doa:
– Yakobus 4:2-3 –  karena motivasi nya untuk memuaskan hawa nafsu
– Yesaya 1, 59:1-2 –  karena dosamu (misalkan kita tidak mau belajar lalu berdoa meminta Tuhan memberikan kelulusan)
– karena tidak punya iman; tidak percaya

Saat kau berdoa, jawaban seperti apa yang kau inginkan? Seharusnya kita membiarkan Tuhan yang menjawab, bukan disesuaikan dengan jawaban yang kita mau.

[2] Allah Bapa selalu baik senantiasa, selamanya

Dalam ayat 9-10, Tuhan sudah memberikan ilustrasi bahwa apa pun jawaban Tuhan, itu baik untukmu. Perbandingannya adalah bahwa tidak ada satu orang pun yang baik (semua berdosa), tapi walaupun demikian, seorang bapak yang penuh dosa pun tahu yang memberikan yang baik pada anaknya. Apalagi Bapa kita di surga!

Jadi apa pun jawaban Tuhan untukmu, tidak ada rancangan yang mencelakakan atau untuk menjatuhkan kita! (Yeremia 29:11).

[3] Allah Bapa selalu memberikan apa yang baik untuk kita, bukan segala keinginan kita

Manusia terbatas dan tidak bisa melihat masa depan, berbeda dengan Allah kita! Di saat Tuhan menjawab tidak, kita seharusnya bisa tenang dan menerima karena Allah sang Pencipta (dan karakter Allah secara menyeluruh) tahu yang terbaik untuk kita.

Mintalah terus menerus, jangan jemu-jemu; Kalau jawabannya “Iya, it is good for you, tapi kalau “Tidak” pun, it is good for you. Apa pun jawaban Tuhan, dalam ayat 11, di tuliskan bahwa jawabanNya selalu baik. Kita lah yang menafsirkan itu sebagai hal yang tidak baik dan sebuah penolakan.

Hal praktis yang kita bisa ambil:

a. Ketika Tuhan menjawab “Ya”, belajar mengucap syukur. Ketika “Nanti”, teruslah persisten sampai kita tahu jawabannya, dan ketika “Tidak”, kita menerima dengan ucapan syukur dan taat seperti teladan Kristus saat berdoa di taman Getsemani. Yesus bukan takut dipermalukan atau mati di salib, tapi karena Dia tahu Allah Bapa akan meninggalkanNya saat semua dosa manusia ditimpakan padaNya di kayu salib (karena Allah Bapa yang Maha Suci tidak bisa bersekutu dengan dosa). Doa Yesus di jawab “Tidak”, bahkan sampai tiga kali.

b. Kesedihan untuk menerima kenyataan bahwa Tuhan berkata “Tidak” memang bukan sesuatu yang mudah: cita-cita yang padam, keinginan yang tidak tercapai, dan sebagainya. Dan Allah Bapa tahu hal itu saat Dia membiarkan anakNya mati di kayu salib.

—-

Apa pun situasimu dan jawaban Tuhan, it is good for you. Di tengah air mata kesedihan, ijinkan Tuhan untuk menjamah dan mengangkat engkau. Dan terus maju, percaya penuh pada Dia. God is good, all the time!

 

X