
Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 22 Desember 2013
Lukas 2:1-7 menceritakan mengenai kelahiran Yesus Kristus. Lukas 1-3 menceritakan mengenai latar belakang Yesus Kristus (silsilah, kelahiranNya, dll) secara detail, mau menunjukkan bahwa kelahiran Yesus Kristus bukan sebuah dongeng. Dongeng tidak pernah secara detail faktual faktual sejarahnya karena orang bisa datang untuk mencari kebenarannya. Di sini kita bisa lihat kotanya, raja pemerintahannya, dan bahkan tempat yang spesifik – semua ada dalam sejarah. Ini bisa dibuktikan dan fakta sejarah yang akurat!
Bukan hanya itu saja, nama Yesus Kristus adalah nama yang ajaib, seorang Mesias, Juru Selamat. Tujuan yang ajaib dan pengumuman yang ajaib – satu-satunya kelahiran yang diumumkan oleh malaikat & diiringi oleh puji-pujian dari bala tentara malaikat surga, lahir dari seorang perawan, dan dari nubuatan 600 tahun lamanya.
TAPI di balik seluruh keajaiban itu, kita dapatkan Yesus lahir di sebuah palungan – sebuah kandang binatang (ayat 7). Palungan merupakan sebuah istilah yang penting, yang mau menunjukkan hakekat Yesus Kristus. Dia bukan lahir di rumah sakit, bahkan bukan di sebuah tempat penginapan. Ini mau menunjukkan kehambaan Yesus Kristus! Banyak yang sering membahas bagaimana menjadi sukses dan berhasil, tapi jarang yang membahas soal kerendahan hati.
Kerendahan hati bukan karunia rohani, tapi adalah buah Roh (Efesus 5:21 – dan diikuti dengan nasihat pada suami istri, karena mustahil untuk masuk hubungan suami istri tapi tidak mengerti konsep kerendahan hati).
Filipi 2:5-8 menyatakan bagaimana kerendahan hati merupakan sebuah kunci untuk hubungan yang harmonis antara sesama kita. Kita sebagai umatNya harus meneladani kerendahan hati dari Yesus Kristus! Dalam hal apa pun, kita seharusnya selalu memiliki perasaan dan pikiran yang rendah hati seperti Yesus Kristus.
“..kesetaraan yang harus dipertahankan” = merupakan sebuah istilah seperti timbangan yang berusaha membuat seimbang. Kata “dipertahankan” biasa dipakai untuk menjelaskan perampok pada waktu itu yang mencuri/merampok dan dipegang erat-erat barang rampasannya itu; tidak mau dilepas.
Kesetaraan dengan Allah tidak dipertahankan oleh Yesus Kristus saat Dia lahir dan berada di dunia. Dia bisa lahir di tempat yang mewah kalau Dia mau. Namun tidak ada kemewahan dunia apa pun yang bisa dibandingkan dengan apa yang Yesus punyai!
BELAJAR DARI KERENDAHAN HATI YESUS KRISTUS
[1] Belajar punya selfless mind (tidak egois)
Keegoisan selalu fokus pada diri sendiri – apa yang memuaskan kita, apa yang kita mau, dll. Kesombongan dan memamerkan diri sendiri merupakan hakikat dari dosa. Kalau kita sadar siapa hakikat diri kita, sebagai manusia berdosa yang perlu Tuhan, maka tidak akan ada apa-apa dari diri kita yang kita bisa sombongkan lagi! Kita suka untuk dipuji dan benci saat diberi tahu kesalahan atau kejelekkan kita. Hati-hatilah dan belajar dari Yesus Kristus yang selalu rendah hati dan tidak egois.
[2] Service
Kerendahan hati berarti kita punya keinginan untuk melayani, untuk melakukan sesuatu buat Tuhan. Tidak ada sesuatu apa pun yang kita punya yang tidak diberikan oleh Tuhan (Roma). Kita diberikan banyak karunia, bukan untuk diri sendiri karena itu akan membuat kita sombong! Tetapi saat kita tahu bahwa ini diberikan Tuhan supaya kita bisa melayani dengan apa yang kita punya, kita akan berbeda!
Kerendahan hati sering diidentikan dengan melayani; Yesus Kristus menderita, karena Dia melayani.
[3] Punya sikap pengorbanan/sacrifice
Kita harus punya sikap yang mau berkorban, untuk mengikuti kehendak Tuhan. Ketika angan-angan kita dan kehendak Tuhan bertabrakan, kita memilih jalan Tuhan. Jalan Yesus adalah lahir di palungan, menderita, dan mati di kayu salib untuk kita – dan itu yang Yesus lakukan, mengikuti kehendak Bapa! Mudah bagi kita untuk memilih kemauan sendiri daripada memilih yang Tuhan mau!
Kerendahan hati menunjukkan kebesaran hati seseorang.
Apa yang kau pikirkan saat ini? Apa yang kau lakukan saat ini? Sudahkah kita memiliki perasaan dan pikiran seperti Yesus Kristus, yang tidak mempertahankan hakNya, bahkan memilih untuk lahir di sebuah kandang? Apakah kita sombong dengan yang kita punyai? Atau kita fokus pada diri sendiri dan malas untuk melayani orang lain? Atau kita selalu merasa diri kita benar? Kita mempertahankan hak kita sebisa mungkin (untuk self promotion)? Kembalilah kepada Tuhan dan punyai sikap kerendahan hati seperti Yesus Kristus!

