Kerajaan yang kekal

  


Stephanus Pradhana
Ringkasan khotbah 18 Desember 2022

Banyak anak Tuhan yang meninggalkan segalanya untuk ikut Yesus, termasuk juga di jaman Yesus waktu itu. Namun kalau melihat apa yang terjadi di dunia, seorang anak Tuhan bisa meragukan banyak hal tentang kekristenan; benarkah Dia Allah yang berdaulat? Benarkah iman yang kita yakini ini?

Baca Markus 4:26-34.

Dalam perikop ini, Yesus mengajarkan the nature of His Kingdom yang di bawaNya melalui sebuah perumpamaan. Perumpamaan bukan hanya sekedar cerita, tapi mengusik dan menantang cara pandang kita akan kehidupan ini.

Perumpamaan tidak hanya memperjelas, tapi juga menyembuyikan kebenaran. Perumpamaan membandingkan satu kebenaran dengan objek kebenaran yang lain (misal, kerajaan Allah seumpama harta yang terpendam). Dalam contoh perikop hari ini ini, nilai kerajaan Allah yang dibandingkan, seperti nilai harta yang terpendam.

Hanya orang yang serius dan ingin mencari tahu arti sebuah perumpamaan, yang bisa mengerti benar apa makna dari sebuah perumpamaan yang diberikan Yesus Kristus.

[1] The Growing Seeds – Perumpamaan biji yang bertumbuh

Dalam ayat 26-29, Yesus membandingkan kerajaan Allah seperti sebuah biji yang perlahan-lahan bertumbuh; i.e proses nya. Di dalam sebuah biji/benih, ada kemampuan untuk bertumbuh, tetapi tidak instan. Setelah beberapa lama, di waktu yang pas, baru kelihatan tunas dan sebagainya tumbuh. Sampai akhirnya keluar buah nya (dan itu pun tidak langsung besar).

Demikian halnya pemerintahan Allah di dunia ini sering tidak kelihatan, dan seolah-olah kekristenan makin lama makin hilang (orang Kristen dianiaya, dibunuh, dihina, dan sebagainya). Namun bertumbuh ke satu tujuan akhir, hari penghakiman.

Kita sering berharap saat kita bertobat, semua dosa, sakit penyakit, dan permasalahan hidup ini hilang. Hati kita berharap kita akan selalu bersuka cita saat kita masuk dalam kerajaan Allah.

Perumpamaan ini mengajak kita untuk hidup dalam realita kerajaan Allah yang sebenarnya. Tidak instan dan selalu spektakuler; tapi bertumbuh perlahan-lahan, tapi pasti bertumbuh. Dan kerajaan Allah akan terus bertumbuh sampai Yesus kembali lagi.

[2] The Mustard Seeds – Perumpamaan biji sesawi

Yang dibandingkan di sini adalah: transformasi nya yang drastis. Biji sesawi adalah biji yang paling kecil di jaman Yesus; small, insignifant, unimpressive. Tapi saat bertumbuh, akan menjadi pohon yang sangat besar sampai burung pun bisa bersarang di atasnya.

Kerajaan Allah mulai kecil, dimulai dari anak seorang tukang kayu (Markus 6:3 bahkan menulis betapa insignifikannya diri Yesus, dipandang sebelah mata), dan malah mati di kayu salib yang hina dan sangat tragis. Yang mengikut Dia pun kebanyakan orang-orang yang berstatus rendah.

Namun kita bisa lihat bahkan kerajaan Roma punah, tapi kerajaan Allah tetap terus bertumbuh.

Banyak dari kita berharap seluruh dunia punya pemerintahan Kekristenan, konglomerat yang Kristen, dan sebagainya. Padahal Kerajaan Allah adalah seperti biji sesawi; selama Yesus belum datang, kerajaan Allah akan selalu dipandang sebelah mata!

Apa implikasi nya bagi kita? Kita perlu merenungkan kebenaran ini dan menarik implikasi nya sendiri, tapi beberapa contoh:

a. Dimana kau menaruh pengharapanmu saat ini? Apakah pada dunia ini (kekayaan, janji-janji yang menajubkan)? Atau pada kerajaan Allah yang kelihatannya mati dan dipandang sebelah mata oleh dunia?

Dunia saat ini menjanjikan kenikmatan, kebebasan, kesuksesan, dan kebahagiaan – belum lagi kita anak Tuhan selalu dilihat rendah oleh dunia ini.

Namun satu hal yang kita perlu ingat, semua kerajaan dan apa pun di dunia ini akan berakhir. Hanya Kerajaan Allah yang akan tetap selama-lamanya dan menjadi tempat perteduhan yang kekal!

Mana yang kau pilih?

b. Mungkin kita sudah ikut Yesus, namun kita resah dan skeptis melihat keadaan dunia saat ini (inflasi, pandemi, dunia makin sekuler, dan sebagainya).  Firman Tuhan yang diberikan Yesus hari ini adalah untuk menghibur dan menguatkan iman kita. Kerajaan Allah sering tidak kelihatan, tapi akan tetap bertumbuh sampai kesudahannya.

Kita bisa hidup dalam pengharapan, bukan keputus asaan, karena masa depan kita sudah pasti. Karena itu kita perlu bersabar dalam penantian.

Survey menunjukkan sekitar 42% hamba Tuhan yang memikirkan untuk keluar dari pelayanan (dan banyak juga yang sudah keluar) setelah COVID. Banyak jemaat yang mundur, tidak datang lagi ke gereja, minat untuk bertumbuh turun, dan sebagainya. Mereka tidak bisa lagi melihat pertumbuhan kerajaan Allah.

Firman ini menegur kita yang sering terlalu cepat membandingkan dan fokus pada hasil dari pelayanan kita. Pertumbuhan kerajaan Allah di dalam gereja dan hati setiap orang tidak langsung kelihatan dan mungkin kelihatan pelan, tapi Tuhan pasti bekerja dan pasti ada buahnya!

c. Pertumbuhan rohani kita terasa pelan dan tidak berubah, tapi jangan kecewa dan putus asa. Kalau kita bagian dari kerajaan Allah, kita pasti akan bertumbuh. Bersabarlah dengan diri sendiri, karena Tuhan pun demikian; tapi juga terus bertekun dalam firman Tuhan karena hidup kita pasti akan diubahkan.

Put your hope in the Lord always and be patient!

Post a comment

X