Kebobrokan manusia & kasih karunia Tuhan

  


10 Agustus 2014
Pembicara: Pdt Victor Liu
Rekaman khotbah:

Ringkasan khotbah:
Kejadian 6 menceritakan tentang banjir di jaman Nuh. Mungkin banyak pertanyaan yang ada di pikiran kita seperti “kenapa banjir itu terjadi?”. “Apakah itu banjir lokal, ataukah universal?”. Yang kita dapatkan adalah bahwa banjir jaman Nuh itu disebabkan oleh dosa dan kebobrokan manusia, sehingga Tuhan menghukum manusia.

Namun di tengah situasi seperti itu, kita juga menemukan suatu kasih karunia Tuhan yang luar biasa.

Baca Kejadian 6:1-8, 13-17

Saat manusia kompromi akan dosa, dosa akan dinikmati. Perhatikan ayat 2 – “melihat” di sini sama dengan saat Hawa melihat buah, suatu godaan dosa yang begitu memikat.

Banyak tafsiran mengenai anak-anak Allah, namun sesuai konteksnya, anak-anak Allah di sini lebih cocok untuk menceritakan tentang keturunan Set (anak-anak yang taat dan menyembah Tuhan). Namun di sini kita kita lihat mereka menikmati dosa! Alkitab menunjukkan bahwa apa yang dilakukan manusia dulu dengan sekarang sama saja, sama bobroknya (contoh: dahulu pun sudah ada homoseksual, penyelewengan seks, dan sebagainya). Hakekat manusia adalah dosa, karena manusia sudah kehilangan kemuliaan Allah!

Ayat 4 berbicara tentang “gagah perkasa di jaman purbakala” arti literalnya adalah “fall”/jatuh – menunjukkan besar dalam segi fisik/keperkasaan, tapi juga menunjukkan besarnya kejatuhan (lihat ayat 5).

Kecenderungan manusia selalu makin jahat (lihat intensitas dari ayat pertama sampai ayat ke-5) dan diperbudak oleh dosa. Bagaimana kita tahu kalau kita sudah diperbudak oleh sesuatu? Saat kita tidak bisa dengan mudah untuk berhenti melakukan sesuatu (suatu kebiasaan atau dosa; sama prinsipnya), maka kita sudah diperbudak!

Tuhan memberikan 2 jalan keluar:
1) Penghukuman
Dosa – kompromi – diperbudak – dihukum. Dosa selalu ada hukumannya! Tuhan tidak pernah membiarkan dosa, karena Dia Allah yang Maha Suci.

Banjir Nuh waktu itu adalah univesal, untuk seluruh bumi, karena dikatakan hanya Nuh sekeluarga yang diselamatkan dari manusia yang telah diciptakanNya di muka bumi.

Apa maksudnya Tuhan menyesal dan hatiNya pilu?
Ini sebenarnya adalah sebuah gaya bahasa antromorfisme, dimana ada penyamaan sifat seperti manusia. Ayat ini mau menunjukkan belas kasihan Tuhan, kesucian dan keadilan Tuhan secara bersamaan. Di satu sisi Tuhan yang Maha Adil harus menghukum dosa tapi Dia tidak suka saat manusia tidak bertobat dan dihukum karena kasihNya.

2) Anugerah
Di tengah-tengah kebobrokan manusia saat itu, lihat ayat 8: “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan”. This is gospel! Sebuah kabar gembira dimana Tuhan menyelamatkan Nuh. Mengapa Nuh selamat? Kalau semua manusia dimusnahkan, kita tidak akan ada di sini saat ini. Allah sudah berjanji ada keturunan Hawa yang akan menghancurkan manusia, dan ini adalah sebuah cerita penebusan yang luar biasa; menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah pada manusia di tengah-tengah kebobrokan manusia. Tuhan menjaga keturunan Set, yaitu Nuh. Dan di saat nanti manusia bobrok kembali, ada Abraham yang dijaga Tuhan, dan seterusnya sampai Yesus Kristus.

Inilah kabar gembira yang Tuhan berikan; selalu ada anugerah Tuhan, selalu ada kesempatan untuk bertobat kembali kepada Tuhan, di tengah kejatuhan, keberdosaan, dan kebobrokan manusia.

Kasih sayang Tuhan yang begitu besar pada manusia, seharusnya juga kita sampaikan sebagai anakNya, yang telah menerima kasih sayang yang begitu besar! Biarlah melalui kita, kita menjadi alatNya yang mulia untuk menyatakan kabar gembira ini pada dunia! Dan kita juga tidak menikmati dosa lagi.

Tuhan sudah menyelamatkan kita dengan kasih karuniaNya. Kita tidak akan pernah bisa ditinggalkan diam saat berbuat dosa. Kita akan resah, kering, dan tidak akan bisa lagi menikmati dosa seperti dulu.

Post a comment

X