
Mie Khie Liong
Ringkasan khotbah 13 Juli 2014
Kejadian 4:1-8
Kenapa persembahan Habel diterima sedangkan Kain tidak?
Kain (Petani) – sebagian dari hasil tanah
Habel (Gembala) – anak sulung kambing dombaknya, yakni lemak-lemaknya (bagian yang paling enak, yang terbaik).
Mengapa? Karena Tuhan melihat hati kita; Dia melihat bukan hanya dari apa yang kita beri, tapi hati kita.
KEJADIAN 4:1-8
1) Iman seperti Habel
Baca juga Ibrani 11:4 – Bagi Habel, dia mempersembahkan korban bakarannya karena imannya pada Tuhan.
How to give the best for God? – Kolose 3:17
– Bagaimana dengan persembahan kita sekarang? Apakah sisa-sisa saja?
– Pelayanan kita? Apakah dengan suka cita? Atau beban?
– Saat kita hadir setiap hari Minggu, apakah kita fokus pada Tuhan waktu kita datang? Apakah Tuhan disenangkan dengan puji-pujian dan hati kita?
– Kehidupan kita sebagai student, worker, friend, husband, wife; apakah untuk Tuhan, dan kita sudah berikan yang terbaik?
Matius 7:16 berkata “dari buahnya lah kamu akan mengenal mereka”
Terkadang sangat disayangkan saat orang Kristen tidak bisa dibedakan dengan orang yang tidak mengenal Tuhan. Apakah ada buah dalam hidup kita? Sebagai terang dan garam di dunia ini? Apakah hidup kita mencerminkan kehidupan Kristus? Orang bisa melihat hidup kita.
2) Kain iri hati sama Habel
Apa yang dilakukan Habel? Baca lagi ayat 6-8.
Mungkin kalau kita jadi Kain, kita pun akan kecewa karena persembahan kita tidak diterima.
1Yohanes 3:12 – Kain tidak bertobat atas persembahannya yang ditolak, tapi dia malah melakukan perbuatan yang jahat. Comparison is a deadly sin!
Progression of sin:
Jealousy (temptation) -> Bad thought (our mind controlled by sin) -> Murder (sin action)
Consequence of sin: semakin dalam akan semakin punya konsekuensi yang fatal (bandingkan saat kita digoda dan setelah kita melakukan).
Setiap orang punya kelemahan masing-masing yang harus di lawan dan “filter” setiap orang berbeda-beda. Ada yang mudah jatuh dalam makanan/kerakusan, atau percabulan, atau uang, dan sebagainya.
Deliverance from sin:
– Because of the grace of God, karena anugerah Tuhan semata-mata!
– Tapi bukan berarti kita tidak ada tanggung jawab apa apa, dan tidak melakukan apa apa! Baca Kolose 3:5.
Apa yang kita pelajari dari kisah Kain dan Habel?
– Aware that we are always at war with the devil
– Aware of our area of weaknesses
– Let the truth of God fill our mind
– Depend wholly on the grace of God
– Develop disciplines to follow God (saat teduh, doa)
– Be persistent in running our race

