Hidup yang dipenuhi Roh Kudus

  


Adrian Kencana
6 Juni 2021

Kita sudah membahas kematian, kebangkitan, dan bahkan kenaikan Yesus Kristus ke surga, dan bahkan kita diberikan Roh Kudus. Lalu, bagaimana kita seharusnya hidup sekarang, sampai Yesus kembali? Apakah cara kita hidup itu penting di mata Tuhan?

Baca Efesus 5:15-21.

“Perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup”, merupakan sebuah perintah dari rasul Paulus yang harus terus menerus dilakukan.

“Dengan saksama” – menganalisa dengan akurat, dengan teliti, memeriksa secara detail.

”Bagaimana kamu hidup” – “how you walk”

Jadi kita bisa mnelihat bahwa cara hidup kita itu sangat penting di mata Tuhan!

Ada dua penjelasan yang Tuhan berikan melalui perikop hari ini tentang bagaimana kita harus hidup.

A. Ukuran (“Janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif”)
Ukuran ini bukan dari segi karakter atau kebaikan kita, tetapi ukuran kebijaksanaan: hidup orang bebal vs hidup orang bijaksana.

B. Aspek (“Pergunakanlah waktu yang ada”)
Ada penggunaan waktu yang bodoh dan ada penggunaan waktu yang bijaksana. Jadi kita perlu meneliti untuk hal apakah kita habiskan waktu kita?

Segala hal dalam dunia ini akan merosot dan memburuk kepada kebinasaan. Dan Tuhan memakai kata “jahat” untuk menggambarkan ini, yaitu semua hal yang tidak sesuai dengan kehendak dan kemuliaan Allah – bukan hanya segi moral.

Kita hidup di tengah keadaan yang mendesak! Lalu bagaimana cara hidup bijaksana di mata Tuhan? Lihat ayat 17-18.

Ada dua hal yang kita butuhkan untuk hidup bijaksana:

A. Kita perlu mengerti kehendak Tuhan
“Janganlah kamu bodoh” (tanpa pengertian/lacking understanding); tetapi mengertilah apa kehendak Tuhan! Kebijaksanaan ditemukan di dalam pengertian akan kehendak Tuhan.

Kehendak Tuhan = keinginan dan kerinduan hati Tuhan. Kebijaksanaan = kemampuan untuk menerapkan pengertian akan apa kehendak Tuhan dalam menghadapi segala sesuatu di setiap saat.

Kita membutuhkan kuasa yang memampukan kita, dan itu sudah diberikan oleh Roh Kudus (liat Efesus 1:17: “Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar”).

B. Dipenuhi oleh Roh Kudus (ayat 18-21)

Orang mabuk ada di dalam kuasa alkohol, dan orang yang dipenuhi Roh ada di dalam kuasa Roh Kudus. Dipenuhi Roh bukan berarti kehilangan self control, tapi malahan mendapatkan self control tersebut (yang merupakan salah satu dari buah Roh).

Dipenuhi Roh berarti ada unity, kesatuan dengan Tuhan dan hidup utuh dengan Tuhan.

Hasil dan cara bagaimana Roh Kudus bekerja memenuhi kita
a. Fellowship (ayat 19a); ada kebaktian umum. Setiap kali kita berkumpul dan berbakti bersama-sama, ada encouragement untuk memusatkan hati kita pada Tuhan.

b. Worship (ayat 19b); Penekanan vertikal (kita dengan Tuhan). Dalam bahasa asli nya di sini juga berarti “di dalam hati”; jadi bukan berarti harus bermain musik atau bernyanyi saja.

c. Gratitude (ayat 20); Terus menerus mengucap syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang penuh dengan gratefulness.

d. Submission (ayat 21); Roh Kudus adalah Roh yang rendah hati, gentle dan orang yang dipenuhi Roh adalah orang yang rendah hati seperti Kristus.

“Biarkanlah dirimu dipenuhi dengan Roh”; Baca juga Kolose 3:16.

Perhatikanlah bagaimana kamu hidup karena Tuhan memperhatikan hidupmu. Di tengah keadaan dan hari-hari yang mendesak ini, pilihlah cara hidup yang bijaksana.

Hal-hal apa yang kau habiskan waktumu dalam hidup ini?

Untuk hidup bijaksana, kita juga butuh kuasa, yaitu kepenuhan Roh Kudus yang memampukan kita untuk menerapkan dan membuat kita seperti Kristus. Adakah kita punya hidup yang dipenuhi oleh Roh Kudus?

X