Gaya hidup Kerajaan Allah – Utamakan Tuhan (Part 3)

  


Seri The Kingdom of God
Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 6 Maret 2022
Matius 6:33

”But seek first the Kingdom of God and his righteousness, and all these things will be added to you.”

Konteks perikop ini adalah soal kekuatiran (Matius 6:24-34), dan sayangnya banyak pengkhotbah yang mengeluarkan ayat 24 saat membahas kekuatiran, yang padahal menulis “sebab” nya dari ayat 25.

Alasan jangan khawatir

Orang kuatir konsentrasi pada hal-hal lain/hal dunia yang tidak stabil, dan punya iman yang kecil kepada Tuhan.

[1] Karena Allah adalah Tuan (Master) kita 
Ayat 24 menyebutkan tentang ketergantungan kita pada uang, sehingga menyebabkan kita kuatir. Kalau kita mencari-cari dan bergantung padanya, maka kita akan selalu kuatir. Padahal seharusnya kita bergantung dan berharap pada Tuhan, melayani Dia.

Dalam ayat 33, Tuhan mau mengingatkan bahwa Bapa di surga adalah Bapa yang Maha Kuasa dan memelihara kita, sehingga kita seharusnya bisa tenang dalam menghadapi masa depan kita (soal makan, minum, pekerjaan).

Saat kita kuatir, sebenarnya kita punya konsep tentang Bapa yang kurang, sehingga energi kita difokuskan pada hal-hal dunia yang tidak stabil (uang, pekerjaan, status, dan sebagainya). Kita tidak bisa mengontrol masa depan kita!

Pengertian carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya

Kalimat perintah dalam perikop ini:
Ayat 25: “jangan kuatir” (kalau kuatir, akan susah melakukan ayat 33)
Ayat 33: “daripada kuatir, carilah dulu kerajaan Allah dan kebenarannya” -> kira-kira artinya: put God’s first in your life

Carilah dahulu “kerajaan Allah”, berbicara tentang gaya hidup kita yang memprioritaskan Yesus yang sebagai Raja menjadi nomer satu dalam hidup kita.

“Kebenaran” berbicara mengenai karakter Kristus yang kita hidupkan setiap hari.

Filosofi kita akan mengatur hidup kita! Banyak anak Tuhan yang tidak berubah hidup nya karena filosofi nya sama seperti dia sebelum menjadi anak Tuhan!

Gaya hidup seperti apakah ini? Misal:
– Soal waktu. Apa yang kau habiskan setiap hari? Apakah ada waktu untuk Tuhan? Kalau tidak ada, maka prioritas mu tidak ada hubungannya dengan Tuhan sama sekali.

Saat kau bekerja, belajar, membesarkan anak, adakah kau pikirkan untuk memuliakan Tuhan? Saat kau sakit, adakah mengucap syukur pada Tuhan?

– Soal filsafat hidup. Apa tujuan hidupmu? Saat kau kuliah dan bekerja, untuk apa? Apakah untuk sukses? Saat kau mau berkeluarga, untuk apa? Apakah untuk merasa “bahagia dan penuh” hidup nya?. Apa yang kita cari akan terlihat apakah kita menempatkan Tuhan terlebih dulu di hidup kita?

– Soal uang. Saat kau mendapatkan gaji pertama mu, apakah langsung kau habiskan? Ataukah ada Tuhan di sana? (Lihat Ulangan 14:23).

– Soal apa yang kita baca, lihat, dan dengar. Adakah firman Tuhan? Atau kebanyakan dipenuhi dengan sosial media, entertainment, dan sebagainya?

Adakah kerinduan untuk mencari kebenaranNya? (Karakter Allah yang tertera dalam firmanNya). Matius 7:21 menekankan hidup kita untuk penuh dengan ketaatan, berserah pada Yesus Kristus yang berkuasa dalam hidup dan masa depan kita.

Kita harus menjadi anak Tuhan yang buah nya kelihatan, bukan hanya Kristen KTP atau mengaku sebagai anak Tuhan, tapi karakter dan sikap tidak mencerminkan karakter Tuhan sama sekali.

Kita tidak sempurna dan bisa jatuh bangun, tapi kita punya keinginan untuk taat dan bertumbuh di dalam Tuhan! Bukan mencari apa yang kita mau, bukan melakukan yang membahagiakan kita.

Tuhan kasih janji di dalam ayat 33, bahwa semuanya akan ditambahkan kepadamu. Bukan janji soal kesuksesan dan kekayaan, tetapi soal makanan, minuman, dan masa depan!

Dia mampu dan mau memelihara kita yang bergantung kepadaNya dan memprioritaskan diriNya di atas segalanya!

Post a comment

X