Faith In The Midst of Crisis

  


Heart of an Orphan
Michael Mistretta / Love Photos / CC BY-NC

God is the Centre of Your Life Series (Part 2)

Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 13 Januari 2013

Krisis akan membuktikan kejernihan daripada iman kita. Akan selalu ada krisis di dalam hidup kita. Krisis bisa membuat kita bertumbuh, tapi kalau respon kita salah, kita bisa mundur dan jatuh. Di tengah-tengah krisis seharusnya membuat kita semakin dekat dengan Tuhan!

Baca Daniel 3
Sadrakh, Mesakh, dan Abednego baru saja dipromosikan dan sekarang sudah ada krisis dimana mereka dipaksa menyembah berhala. Krisis selalu datang secara tiba-tiba, kita tidak tahu kapan.

Pembagian Daniel 3
1-7: The challenge of faith: The image
8-27: The demonstration of faith
28-30: The reward of faith

Sadrakh, Mesakh, dan Abednego harus memilih: menyembah patung yang dibuat raja atau Allah. Patung dijadikan idola yang berhala (kira-kira 27 meter tingginya, 2.7 meter lebarnya), yang menjadi tuhan atas hidup manusia. Padahal perhatikan bahwa di pasal 2, Raja terkagum dan menyembah Allahnya DAniel. Namun di pasal 3, dia malah menyuruh orang-orang menyembah patung berhala, menyembah dia sendiri.

Kitab Kolose menyatakan orang yang rakus disamakan dengan penyembahan berhala, karena di saat manusia rakus (uang, posisi, kenikmatan seks, dll), maka keinginan itu akan men-tuhankan keinginan itu dengan jalannya sendiri. Karena tuhannya adalah perutnya sendiri, keinginannya sendiri. Dan saat dia harus memilih, dia tidak akan memilih Tuhan dan memilih untuk memenuhi keinginannya sendiri. Hidup kita sebenarnya tidak jauh berbeda – kita sering harus memilih Tuhan atau berhala lain di dalam hidup kita.

Krisis menyatakan siapa kita sebenarnya dan seberapa besar iman kita pada Allah. Sadrakh, Mesakh, Abednego menunjukkan iman yang sejati di tengah-tengah krisis! Dalam pasal 6 nanti Daniel pun akan dihadapkan pada krisis yang sama.

Sadrakh, Mesakh, Abednego rela mati daripada harus menyembah berhala – bahkan sampai harus masuk api perapian. Pertanyaannya, seandainya kita yang di sana, apa yang akan kita lakukan? Apa yang kita pilih? Mungkin kita tidak ditempatkan di posisi seperti itu, tapi sekarang ini, apa pilihan kita dalam hidup? Apakah Tuhan? Ataukah kenikmatan dan keinginan kita sendiri?

Yang menarik adalah, mereka ditafsirkan masih muda (sekitar umur 20-an) dan mereka bisa saja menyembah patung itu walaupun di dalam hatinya menyembah Tuhan Allah, bukan? Tapi mereka tidak memilih itu! Dicari anak-anak Tuhan seperti ini! Yang tidak takut mati demi Allah!

Baca 15-19

Ketika ada krisis dalam hidup kita

[1] Memilih untuk takut akan Tuhan senantiasa

Tuhan yang sudah memilih kita akan memampukan kita untuk memilih yang benar di dalam Tuhan.

Kehancuran bangsa Israel adalah karena mereka tidak taat dan tidak takut pada Tuhan. Sadrakh, Mesakah, Abednego tahu bahawa mereka ada di pembuangan karena bangsa mereka yang tidak taat pada Tuhan. Karena itu, mereka mengerti benar dan memilih untuk takut akan Tuhan yang tidak kelihatan daripada raja yang kelihatan!

[2] Tuhan Maha Kuasa

Perhatikan jawaban mereka di ayat 17. Mereka percaya Tuhan mampu dan berkuasa untuk menolong mereka, sehingga mereka tenang (bukan percaya yang konyol, tapi mereka sungguh-sungguh mempercayai kekuasaan Tuhan).

Di tengah-tengah krisis, kita ingat pada Tuhan yang Maha Kuasa, yang mampu membuka jalan bagi pintu-pintu yang tertutup dengan cara yang ajaib!

[3] Tuhan berdaulat

Perhatikan lagi jawaban mereka di ayat 18. Kepercayaan di point kedua tadi, bukan merupakan sesuatu yang konyol. Sadrakh, Mesakh, Abednego tidak tahu apa yang akan terjadi saat mereka diikat dan dilemparkan ke dalam api. Mereka tahu Tuhan berkuasa namun mereka menyerahkan sepenuhnya kehendak Tuhan.

We must let God be God! – Edith Schaeffer

Let God be God (E, bukan kita yang mengontrol dan mengatur Tuhan dan jawabannya. Jawaban Tuhan bisa tidak atau nanti, tidak selalu iya. Sedihnya, banyak orang Kristen yang mundur dari Tuhan di saat jawabawannya tidak atau disaat Tuhan tidak menolong. Bahkan akhirnya menyalahkan Tuhan! Kadang kita sering memaksa Tuhan untuk mengikuti kehendak kita!

Kadang memang ada dimana karena iman kita yang kurang, tapi juga ada dimana kita harus menyerahkan pada kedaulatan Tuhan! Sadrakh, Mesakah, Abednego mengerti benar tentang iman yang kuat dan juga kedaulatan Tuhan (baca lagi respon mereka).

Selalu akan ada kejutan dalam hidup kita. Krisis selalu datang tiba-tiba dan di saat itu tiba, apa yang akan kita lakukan? Pada siapa atau apa kita akan menggantungkan hidup dan masalah kita pada saat itu tiba? Pada keuangan kita? Pada hawa nafsu/keinginan pribadi kita? Pada kebahagiaan dan kenikmatan sekejap? Datanglah pada Tuhan karena Dia selalu menghargai orang yang punya iman! Jadikan Yesus sebagai pusat hidup kita, walau apa pun yang terjadi!

Post a comment

X