Doa yang berkuasa

  


Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 29 November 2020

Bagaimana doa kita bisa mempunyai kuasa dan pengaruh? Sebaliknya, pertanyaan in juga berarti ada doa yang tidak punya kuasa dan pengaruh.

Baca Yakobus 5:16-17. Dalam konteks berdoa satu sama lain ini, ketika kita mengaku dosa satu sama lain dan saling mendoakan, ada kesembuhan dan pengampunan. Dan Yakobus ingin mendorong pembaca untuk berdoa dan bahwa doa punya kuasa (memakai istilah energi, menunjukkan sesuatu yang bekerja, dan kita tahu Allah bekerja).

Paulus berkata dari Efesus 3:20-21 dan seterusnya, bahwa Allah bekerja dalam diri kita dengan kuasaNya. Jadi bukan semata-mata karena iman kita besar dalam berdoa, tetapi pada siapa kita beriman. Jadi bukan “positive thinking” seperti “kalau kita imani, kita tekuni, maka kita akan diberkati dan dikabulkan doa nya”.

Doa yang berkuasa

[1] Doa orang benar

Apa arti orang benar? Kita harus mengerti tujuan penulis dan penggunaan istilah setiap kali kita membaca firman Tuhan, jadi kita tidak bisa memaksakan. Yakobus umumnya mengajar hal-hal praktis daripada teologis, fokus pada action/buah.

“Orang benar” bisa diartikan dua hal:
– dari segi posisi
Kita disebut orang benar (2Korintus 5:21) hanya karena Allah membenarkan kita melalui pengorbanan Kristus. Tidak ada dari kita orang yang benar, karena hakikat dosa kita (Roma 3:23).

– dari segi gaya hidup sehari-hari
Orang benar harus menunjukkan hidup sebagai orang benar. Yusuf hidup dengan sungguh-sungguh karena tidak mau mencemarkan nama baik Maria, tahu tidak berhubungan seks sebelum menikah, dan sebagainya. Orang yang tidak ikut Tuhan dengan baik, lebih cenderung memilih apa yang dia inginkan, tapi orang benar memilih apa yang benar sesuai firman Tuhan, apa pun itu. Itu berarti dia memikirkan apa yang menyenangkan Yesus.

Kita semua harus berhadapan secara pribadi pada Kristus saat berdoa, tidak bisa diwakilkan. Jadi kita harus belajar hidup benar di hadapan Tuhan; keseriusan, dan kesungguhan kita di mata Tuhan.

[2] Punya iman

Yakobus 5:17 memberi contoh Elia, yang sungguh-sungguh berdoa. Selalu kita lihat Tuhan memakai seseorang dan kalau kita telusuri hidup Elia, dia manusia biasa yang juga penuh kegagalan dan kejatuhan seperti kita (dia ketakutan setelah melawan ratusan nabi Baal).  Tapi dalam konteks tertentu, dia punya iman yang sungguh-sungguh pada Allah.

Kenapa Elia berdoa dengan yakin akan tidak turunnya hujan? Karena dia tahu itu yang dikatakan Tuhan. Ulangan 11:16-17, Ulangan 28:23-24 berkata kalau Israel menyembah Baal, Allah akan menghentikan hujan. Jadi dengan kata lain, iman Elia bukan karena keyakinan dia sendiri, tetapi karena didasarkan akan firman Tuhan dan Allah yang hidup!

Saat kita merasa mampu, kita cenderung sombong dan tidak bergantung pada Tuhan. Tapi sebaliknya saat kita merasa tidak mampu, kita akan bergantung total pada Tuhan dan di situlah mukjijat terjadi.

Elia ingat firman Tuhan dan dia mendoakannya dengan yakin!

Bagaimana kita bisa yakin doa kita dijawab Tuhan?

[1] Berdoalah untuk keselamatan untuk orang lain
Kita tahu Tuhan tidak ingin semua orang binasa, karena nya kita terus bisa mendoakan orang orang terdekat, dan orang lain supaya dijamah Tuhan dan bertobat.

[2] Dengan yakin berdoa supaya karakter kita serupa dengan Kristus
Merupakan kehendak Tuhan supaya kita bisa serupa dengan Kristus

[3] Allah turut bekerja mendatangkan kebaikan pada kita (Roma 8:28)
Tidak ada perkara apa pun juga yang membuat kita putus asa dan ambil jalan pintas. Karena di tengah situasi apa pun juga, Tuhan terus bekerja.

[4] Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua nya itu akan ditambah kan padamu (Matius 6:33)
Banyak anak-anak Tuhan yang berkata “Kalau saya diberkati X, saya akan Y”. Itu adalah salah, karena kita harus mendahulukan Allah, dalam situasi apa pun juga!

Tuhan memakai doa, untuk menjamah hidup kita. Dia tidak memakai cara atau organisasi, tapi memakai orang-oramg benar untuk berdoa!

 

 

X