Ampuni dosa kami (Doa Bapa Kami Part 5)

  


Seri Doa Bapa Kami
Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 1 November 2020

Salah satu kebutuhan hidup yang di doakan dalam doa Bapa Kami adalah soal dosa (minggu lalu soal kebutuhan sehari-hari, dan minggu depan soal masalah/cobaan dalam hidup). Yesus mengajar untuk kita terus berdoa meminta Tuhan mengampuni dosa kita dalam ayat 12.

“Ampunilah dosa/kesalahan kami” yang dihubungkan dengan hutang (debts).

Hutang dipakai untuk menunjukkan bahwa dosa kita dilihat sebagai sebuah hutang pada Allah. Ketika kita berdosa pada Allah, kita memupuk “hutang” tersebut dan makin lama makin banyak. Karena itu lah tidak ada seseorang pun bisa menyelamatkan dirinya dengan perbuatan baik karena setiap orang lebih banyak dosa nya (dari hati, pikiran, perkataan, perbuatan, dan semuanya).┬áKetika kita percaya pada Kristus, kita diampuni dosa nya melalui kasih karunia.

Pembenaran akan dosa adalah sekali saat kita percaya pada Kristus yang mati di kayu salib untuk dosa-dosa kita, dan berlaku seumur hidup. Ketika kita lalu mengakui dosa-dosa kita, itu menunjukkan ada relasi kita dengan Bapa.

Minta ampun sama Tuhan menunjukkan sesuatu yang mendesak, keharusan, dan juga gaya hidup. Tapi apa artinya minta ampun sama Tuhan?

a. Menunjukkan pengakuan yang jujur dan ada nya kesepakatan dengan karakter Allah
Mengakui ada hal yang tidak sesuai dengan karakter Allah, dan menyadari betapa bobrok nya kita. Jadi di saat kita meminta maaf pada sesama, pertama-tama kita harus tahu kalau perbuatan kita itu melukai hati Tuhan; jadi bukan hanya sekedar meminta maaf pada sesama karena mereka memintanya.

b. Adanya pertobatan, perubahan
Dan kalau ada pengakuan dan meminta maaf tapi tidak ada pertobatan, itu hanyalah omong kosong dan munafik.

c. Karena itu baik untuk kita
Permintaan ini menunjukkan kerendahan hati kita di hadapan Tuhan.

“Seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”

Ayat ini dilanjutkan dengan penjelasan bahwa kita meminta ampun pada Tuhan, sama seperti kita mengampuni orang lain. Konsep Allah yang mengampuni kita melalui salib Kristus haruslah konsep yang kita hidupkan pada orang lain.

Ini kurang lebih berarti “Bereskan lebih dahulu sebelum kau meminta pengampunan pada Tuhan”, sama seperti nasihat Tuhan untuk kita membereskan perselisihan dengan saudara kita dahulu sebelum datang ke mezbah Tuhan.

Baca juga 1Petrus 3:7, menunjukkan ada hubungan antara relasi kita dengan sesama dengan hubungan kita pada Tuhan kita.

Dan memang mengampuni orang yang telah melukai kita tidaklah gampang. Ini karena:
a. Kita tidak melihat dosa-dosa yang kita lakukan adalah suatu hutang yang besar di hadapan Tuhan.
b. Kita melihat dosa orang lain begitu besar dibandingkan dengan dosa kita.

Semakin kita melihat betapa besar nya dosa kita sampai Tuhan harus mati di kayu salib untuk kita untuk mengampuni kita, akan lebih mudah bagi kita untuk mengampuni orang lain.

Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan memampukan kita untuk mengampuni orang lain, jadi sebuah alasan kalau kita berkata kita tidak bisa mengampuni orang yang telah bersalah pada kita.

Mengampuni adalah suatu keputusan (bukan perasaan) yang diambil segera dan terus menerus, yang didasarkan karena Tuhan Allah sudah mengampuni kita dalam Yesus Kristus, untuk memberikan kasih yang sudah kita terima dengan cuma-cuma Dan untuk membebaskan orang yang sudah melukai, menyakiti kita dengan kita menyerahkan hak, tidak mencari pembalasan pada orang yang melukai kita.

Bukti kita sudah mengampuni adalah saat kita tidak mengungkit-ungkit lagi kesalahan orang tersebut, tidak menggosipkan atau menjatuhkan dia dengan kesalahannya, kita mendoakan dia dan bahkan berbuat baik pada dia saat ada kesempatan.

Mengampuni adalah sebuah pilihan, tapi juga diikuti dengan tindakan yang dilakukan sekarang dan terus menerus.

Baca kelanjutannya dalam Matius 6:14-15.

Penting nya mengaku dosa di hadapan Tuhan yang dilakukan terus menerus, yang menunjukkan kerendahan hati & kebutuhan kita. Ketika hati mu penuh dengan kasih Kristus dan melihat harga yang mahal yang Dia berikan untuk mengampunimu, maka akan lebih mudah untuk kau mengampuni orang lain.

Kita tidak dapat memberikan apa yang kita tidak miliki. Kita tidak bisa atau sukar mengampuni karena hati dan pikiran kita dipenuhi oleh kekesalan, kebencian, atau ketidaksukaan. Di “bank hati” kita, kita tidak punya kasih!

Ketika Petrus menyangkal Kristus 3 kali, dia tahu dia telah berdosa di hadapanNya karena dia melihat tatapan Yesus padanya. Kira nya mata Kristus melihat engkau seperti Dia melihat mata Petrus, dan ingin membebaskan engkau dari penyesalan dan dari dosa!

Post a comment

X