Allah yang ada dengan sendiriNya & mencukupkan diriNya sendiri

  


Seri “Allah adalah…”
Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 8 Agustus 2021

Pengertian dari Self-existent of God – Allah yang ada sendirinya.

Wayne Grudem memberikan difinisi konsep ini, self-existent of God, “God does not need us or the rest of creation for anything, yet we and the creation can glory Him and bring Him joy”. Allah tidak perlu kita atau ciptaan lainnya untuk segala hal, tetapi kita dan ciptaan lainnya dapat memuliakan Allah dan memberikan suka cita pada Nya.

Wayne Grudem di buku ST memberikan istilah Independent of God untuk istilah ini. Erickson dalam buku sistimatis theologia (ST) memakai istilah Life=Hidup untuk atribut Allah ini.

Self-Sufficient God, Allah mencukupkan dirinya sendiri. Karena Allah itu self existent, ada sendirinya, maka Ia tidak perlu dari luar dirinya. God is no need anything, Tuhan tidak memerlukan apapun juga.

IMPLIKASI theologis konsep ini

@ Allah adalah hidup yang ada sendirinya & Dia ada selamanya

Keluaran 3: 14-15

Firman Allah kepada Musa: ”AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: ”Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.” Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: ”Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: Tuhan, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

Yohanes 5:26
Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.

Yohanes 8:58
Kata Yesus kepada mereka: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”

Baca Keluaran 3:14-15. Abraham, Ishak, Yakub sudah mati tetapi Allah tetap hidup. KeberadaanNya tetap ada, terus ada dan tidak pernah berhenti. Dia selalu hidup. Allah ada dengan sendiriNya dan ada selamanya, Aku adalah Aku. Dan Tuhan memperhatikan, selalu menetapi janjiNya pada umat Israel keturunan Abraham.

Yohanes 5:26 – Yesus sedang menyamakan identitasNya dengan Allah, sehakekat dengan Allah. Atribut untuk Allah juga bisa diberikan untuk Yesus Kristus. Lihat Yohanes 8:58 – Keberadaan Yesus senantiasa ada (tidak berawal dan berakhir). Yesus dilahirkan untuk keselamatan manusia & tetapi tidak diciptakan. Dia tidak ada origin, tidak ada resource, sumbernya. Dia selalu independent, bebas, hidup selamanya.

@ Allah tidak perlu dan tidak dapat memerlukan bantuan dari ciptaanNya.

Dia tidak perlu apa-apa dalam diriNya. Allah menciptakan dunia dengan sekejap, melalui FirmanNya, hanya dengan perkataanNya ( Ibrani 11:3). Kejadian 1, Allah menciptakan dunia ini tidak perlu materi, dari out of nothing, dari nol, dari nihil, ex nihilo. Luar biasa Allah yang begitu kreatif KuasaNya. GOD HAS NO NEED OF ANYTHING.

Berbeda dengan manusia: manusia perlu bantuan materi untuk membangun rumah, manusia ada asalnya dan kita PERLU sesuatu dalam kehidupan kita. Sejak lahir, manusia perlu ASI. Manusia perlu makan, minum, olahraga, menjaga kesehatan. Manusia harus mengasah skill dan menyesuaikan diri dengan sikon agar bisa hidup.

Kebutuhan atau keperluan manusia menunjukkan bahwa manusia itu TERBATAS. Need is The Limit of man. Dan biasanya kebutuhan atau keperluan manusia itu mempengaruhi tindakannya.

Baca juga Kisah Para Rasul 17:24-25.
Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.

Aplikasi

[1] Allah tidak perlu apa pun juga tapi kita dapat memuliakan Allah

Yesaya 43:7. Walaupun Tuhan tidak memerlukan kita, Dia mau memakai kita. Tidak ada ketergantungan Tuhan pada seseorang, jadi kalau Tuhan memberikanmu kesempatan tapi kau tidak mau, Tuhan bisa memakai orang lain. God does not depend on us but God wants to use us who are available for Him.

Mari kita evaluasi hidup kita – sampai sejauh mana hidup kita mempermuliakan Tuhan? Mutu hidup kita bisa terukur dari beberapa jauh hidup kita memuliakanNya.

Wahyu 4:11 – Allah adalah pencipta, pemilik semuanya. Karena itu ketika kita mendapatkan berkat, kita harus datang kembali pada Dia untuk bersyukur, dan memuliakan Dia.

[2] Kita terus bergantung padaNya dan menjaga relasi padaNya

Kita sadar kita adalah manusia, yang membutuhkan Allah sang Pencipta. Kita harus terus bergantung pada Tuhan, karena mau hidup mandiri dan lepas dari Tuhan adalah dosa (seperti Adam dan Hawa).

Yesus mengingatkan kita bahwa hakekat kita adalah perlu ketergantungan padaNya. Yesus memakai gambaran bahwa kita adalah domba ( Yohanes 10) yang perlu dikasihiNya, dituntunNya, dilindungiNya & carang pokok anggur yang harus tetap berdiam, tinggal tetap, bergantung total pada pokok yaitu Yesus Kristus.

Kalau kita jarang berdoa, jarang atau malas mendengar firman Tuhan, membaca firman, itu berarti deep-down di dalam hati kita, kita merasa tidak perlu Tuhan, tidak membutuhkan Tuhan!

Post a comment

X