A City Overturned

  


Seri Buku Yunus
Adrian Kencana
Ringkasan khotbah 15 Maret 2020

Sermon Translation in English (when available):

Praise & Worship:

Cerita Yunus lebih daripada cerita tentang dia dimakan ikan yang besar, tetapi pada Tuhan yang besar.

Baca Yunus 3.

Lihat ayat 4: “ditunggangbalikkan” atau “overturned”. Dalam bahasa Ibrani, punya 2 arti yaitu “hancur” (akan dihancurkan – kata yang sama yang dipakai dalam kejadian Sodom dan Gomorrah) dan “turned over” (dibawa kepada pertobatan karena berbalik 180 derajat kepada Tuhan).

Jadi di satu sisi saat orang Niniweh mendengar mereka akan “dihancurkan”, Allah sengaja memakai kata ini untuk memberikan tanda bahwa ada kemungkinan dimana Tuhan berbelas kasihan dan mengampuni kalau mereka mau bertobat dan berbalik 180 derajat kepada Allah.

Kita rindu dunia ini seperti ini, ada kebangkitan rohani dan dunia bertobat berbalik kepada Allah!

How can our world be overturned like Niniveh?

[1] God’s great compassion
Hanya kasih daripada Tuhan lah yang memungkinkan hal ini. Dalam ayat 3, sebenarnya translasi yang benar adalah “Niniwe adalah sebuah kota yang besar/penting bagi Tuhan”.

Bagaimnaa mungkin Niniwe yang jahat ini penting bagi Tuhan sampai sampai Dia harus mengirimkan nabiNya? Sungguh tidak masuk akal bukan? Dan dalam ayat 10, kata menyesal jangan diartikan literal, tetapi lebih ke “berbelas kasih” atau “to have pity for”. (He “relented”).

Tuhan ingin semua orang di dunia ini (termasuk saudara), bahkan orang yang paling bejat dan jahat pun untuk berbalik dan percaya pada Dia! Oh seberapa sering kita menghakimi orang lain dan merasa mereka tidak layak untuk mendapatkan kasihNya? Seberapa sering kita pikir Tuhan sudah lupa pada orang orang yang kita doakan? Dari Yunus 3, kita bisa melihat hati Tuhan yang mengingat dan berbelas kasih memberi kesempatan pada mereka untuk kembali padaNya dan supaya tidak binasa.

[2] God’s great power
Dalam ayat 4, Yunus baru berjalan 1/3 nya dan berkhotbah dalam 1 kalimat. Bahkan dalam Ibrani (bahasa literal nya), dia hanya berkhotbah 5 kata saja. Bahkan dia tidak menyebutkan nama Tuhan, atau bahkan tanda-tanda bahwa mereka ada kesempatan untuk bertobat kepada Tuhan.

Tetapi menarik dalam ayat selanjutnya, orang Niniwe langsung percaya kepada Allah, berpuasa, dan bertobat secara tulis dan ikhlas! Walaupun Yunus nabi yang kecil yang tidak terkenal, hanya berkhotbah 5 kata saja, Niniwe mengalami pertobatan total kepada Allah (bahkan raja nya juga!).

Bahkan instruksi raja pada rakyatnya ditulis dalam paragraph (lengkap, detail, dan terkesan lucu karena semua ternak harus ikut berpuasa), sungguh kontras dengan 5-kata yang diutarakan Yunus! Jelas sekali kita bisa melihat betapa ini adalah kuasa Allah yang bekerja dalam diri Yunus.

Seberapa besar dan kuatnya Niniwe, atau seberapa keras nya pun hati Niniwe, Tuhan mampu berkuasa untuk membawa mereka kembali kepadaNya!

Pernahkah kita merasa kita takut dalam menceritakan tentang Yesus pada orang lain? Mungkin tidak merasa bisa dalam mengabarkan injil, takut ditolak, atau merasa itu bukan tugas kita karena seorang hamba Tuhan lebih mampu? Oh, Tuhan sengaja menempatkan kita di mana kita berada, dan Dia mengharapkan kita untuk setiaakan panggilanNya, taat, dan mengabarkan diriNya. Bukan kehebatan dan kemampuan kita yang membawa perubahan dan pertobatan, tapi kasih dan kuasa Tuhan!

[3] God sends His redeemed people
Lihat ayat pertama: “Then the word of the Lord came to Jonah a second time”.

Yunus bukan nabi yang setia, dan bahkan ingin mati saja (minta dilemparkan ke laut) daripada menaati perintah Tuhan. Tuhan tidak menyindir atau menegur kesalahan Yunus, dan bahkan tetap memilih dia dan memberikan kesempatan lagi pada dia untuk dipakai.

Tuhan terlebih dahulu menunggangbalikkan Yunus, supaya hidup dan hati Yunus yang baru dipakai untuk menunggangbalikkan orang Niniwe!

Yunus tidak bernegosiasi atas panggilan Allah. Kalau Yunus mengalami “kematian” dalam perut ikan selama 3 hari, demikianlah Yesus di dalam kubur selama 3 hari, mati untuk kita.

Bagaimana mungkin Yesus yang sudah mati berkorban untuk kita dan memanggil kita, kita ajak untuk bernegosiasi? Apa panggilan Dia untuk kita? Lihat Matius 28:19-20.

Kita dipanggil menjadi murid Kristus dan juga untuk memuridkan orang lain (making others into disciples of Christ)! Baca Roma 10:14. Inilah saat nya kita sebagai anak Tuhan dimana kita tidak tinggal diam dalam kenyamanan kita! Kita dipanggil untuk setia mentaati panggilan Yesus Kristus, mengabarkan kabar salibNya – sebuah panggilan yang mulia pada kita untuk dunia supaya mereka percaya kepada Tuhan.

Efesus 2:13 – Tuhan mau memakai kita yang dulu jauh dari Tuhan supaya hidup kita dipakai untuk membawa orang lain yang jauh untuk mendekat kepadaNya!

Post a comment

X