No comments yet

Menjadi orang Kristen & pelayan yang bertumbuh (Part 1)

New Life 3345

casch52 / Foter

by Pdt. Victor Liu

Pendahuluan

Bertumbuh tidak tergantung usia, lama pelayanan, pengetahuan tentang Alkitab, gelar dan kedudukan  rohani seseorang.Bertumbuh dapat terlihat dalam  percakapan, perilaku, tindakan dan pengabdian seseorang. Bertumbuh tidak bergantung dari situasi dan lingkungan. Situasi dan lingkungan yang tidak baik dapat menumbuhkan seseorang. Cerita Yusuf  membuktikan hal ini. Meskipun orangtuanya mempunyai isteri 4, kakak-kakak yang irihati dan tidak menjadi contoh yang tidak baik, Yusuf tetap bertumbuh dengan baik dalam lingkungan tersebut.

Sebaliknya, situasi dan lingkungan yang baik tidak menjamin seseorang dapat bertumbuh.Yudas Iskariot menjadi pengkhianat  ditengah-tengah menjadi murid Yesus. Bertumbuh merupakan pilihan seseorang untuk melakukan perintah FirmanNya dengan kekuatan dari Tuhan. Banyak orang kristen tidak memilih untuk bertumbuh dan tidak menghidupkan prinsip hidup dari Firman Tuhan.

Tidak heran di pelayanan gereja  ada orang kristen yang sudah melayani  hidupnya tidak menjadi berkat.. Tidak heran di sekolah theologia, ada dosen dan mahasiswa yang hidupnya tidak bertumbuh meskipun setiap hari belajar Firman Tuhan. Mereka hanya fokus pada pengetahuan tetapi tidak fokus menerapkan kebenaran itu dalam kehidupan sehari-hari.  Bisa melayani Firman Tuhan dalam seminggu beberapa kali, tetapi hidup kita  bisa  tidak bertumbuh dan tidak menjadi berkat bagi teman dan keluarganya.  Hati mereka makin jauh dari Tuhan. Mereka melakukan tugas kegiatan saja, hatinya penuh dengan segala nafsu duniawi, karakter jelek mereka tidak berubah dan bahkan karakter jelek itu tidak dapat disentuh. Hatinya seperti es yang tidak mencair di tengah-tengah air yang panas!

Apapun situasi yang kita hadapi , kita dapat bertumbuh. Sebagai mahasiswa yang sedang belajar  jauh dari orang tua, kita tetap dapat bertumbuh.. Suami atau isteri jangan mengeluh terhadap situasi rumah atau kerohanian pasangannya. Anda tetap dapat bertumbuh! Jangan menuntut pasangan anda, tuntutlah diri anda yang diubah oleh Tuhan melalui FirmanNya. Sebagai gembala sidang, sebagai pemimpin, sebagai ketua sel group, sebagai ministry leaders, atau coordinator  kita harus menuntut diri kita sebelum kita menuntut anggota jemaat atau rekan-rekan sepelayanan kita. Jangan menerapkan kebenaran Firman Tuhan itu pada anggota jemaat, murid atau mahasiswa kita, sebelum kita menerapkan kebenaran itu.  Gembala sidang atau Dosen Sekolah Theologia atau sel group leader  mengeluh tentang keaadaan dan kerohanian jemaat, anggotanya  atau mahasiswanya.Atau sebaliknya jemaat atau anggota sel mengeluh tentang kerohanian dari leader atau coordinator nya. Yang sering dilupakan mereka semua adalah mereka tidak pernah melihat diri sendiri,  jarang intropeksi dan  analisa kerohaniannya secara serius. Mereka jarang bertanya secara serius untuk diri mereka sendiri.

Pertanyaan yang  berani dan membangun hidup anda:

    • Apakah saya mempunyai motivasi yang baik?
    • Bagaimana keadaan hati saya: dikuasai dengan hal negatif atau positif?
    • Apakah hati saya dikuasai oleh uang, materi atau cinta pada Tuhan?
    • Bagaimana kehidupan sex dan nafsu saya? Dikuasai atau menguasai?
    • Bagaimana pikiran saya? Focus seperti yang dikatan Filipi 4;8?
    • Bagaimana saat teduh saya? Konsisten atau jatuh bangun?
    • Sudahkah saya puasa pada Minggu ini sebelum pelayanan hari Minggu?
    • Sudahkah saya berdoa  hari ini?
    • Sudahkah saya mempersiapkan Firman Tuhan dengan baik di hadapan Tuhan?
    • Sudahkah saya persiapkan bahan pelajaran atau bahan sel group saya dengan baik?
    • Apakah ada sikap yang tidak baik yang harus ditanggalkan?
    • Apakah saya memberi pengabdian dan perpuluhan saya dengan setia?
    • Sudahkah saya menjadi pasangan dan orang tua yang baik dan bertanggung jawab?
    • Apakah pembicaran saya membawa berkat?
    • Sudahkah saya mengontrol emosi dan kemarahan saya supaya tidak berdosa?
    • Sudahkah saya membaca satu buku dalam bulan ini?
    • Sudahkah saya ikut seminar untuk menambah ketrampilan sebagai pelayan Tuhan?
    • Apakah saya masih semangat dalam pelayan atau hanya sekedar rutinitas  untuk menanti giliran tugas?
    • Apakah saya malas bekerja? Suka cari jalan pintas?
    • Apakah saya sering berbohong?
    • Apakah saya sering menggerutu, mengomel?
    • Apakah  saya sering atau suka menjelekkan orang lain, menceritakan kesalahan atau kelemahan orang lain?
    • Apakah saya suka menghakimi atau “melebel” orang?
    • Masih adakah beban saya untuk memberitakan Injil? Sudahkah saya memberitakan Injil pada minggu ini/bulan ini/tahun ini?
    • Apakah saya sedang dalam proses pemuridan saat ini?
    • Benarkah saya rindu gereja  atau mahasiswa saya bertumbuh?
    • Adakah kebaktian rumah tangga untuk isteri dan anak saya di rumah saya?
    • Sudahkah saya mendengar dan memberi waktu pada pasangan dan anak saya seperti saya mendengar dan memberi waktu pada jemaat saya?
    • Apakah saya telah menjadi orang farisi masa ini (hanya fokus penampilan luar dan tidak menerapkan kebenaran Firman itu dalam kehidupan sehari-hari)?
    • Apakah roh saya menyala-nyala dan melayani Tuhan dengan giat dan segenap hati?
    • Beranikah saya berkata dengan jujur seperti Paulus, Tuhan adalah saksiku dan jemaat juga saksinya mengenai kesalehan dan kesungguhan dalam pelayanan?

Pelayan bertumbuh, pelayanan pun bertumbuh

Perhatikan beberapa ayat di bawah ini untuk menunjukkan mutu pelayan tidak bisa dipisahkan dengan pelayanan

  • Roma 12:11 “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”
  • 1 Korintus 15:58 “Karena itu, saudara-saudara yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan…”
  • 2 Timotius 4:5 “Tetapi kuasailah dirmu dalam segala hal, sabarlah menderita (endure suffering), lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu.”
  • 1 Korintus 9:27 “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”
  • Kisah Para Rasul 20:28 “Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan…”

Memang hanya Tuhanlah yang menumbuhkan gereja dan hanya Dialah sumber pertumbuhan itu. Tetapi, jangan lupa hal satu ini. Tuhan mau memakai pelayannya untuk menumbuhkan gerejaNya!

Itulah sebabnya Paulus berkata bahwa kita adalah kawan sekerja Allah (1 Korintus 3:9). Itulah sebabnya kita dapat katakan bahwa pertumbuhan pelayanan tidak bisa dipisahkan dengan pelayan. Para pengamat pertumbuhan gereja  menganalisa bahwa ada  hubungan yang erat antara gereja yang bertumbuh dengan para pemimpinnya/para pelayannya. Erat hubungan antara pelayanan yang bertumbuh dengan pelayannya. Pelayan yang bertumbuh lebih efektif dalam memimpin  dari pelayan yang tidak bertumbuh. Pekerjaan kita dengan pertolongan dari Roh Kudus  untuk mempersiapkan para pemimpin yang bertumbuh sesuai Firman Tuhan. Ironisnya, pelayannya sendiri tidak bertumbuh!!! Jka hal tersebut terjadi, merupakan hal yang mustahil pertumbuhan suatu pelayanan terjadi. Pemimpin dan pelayan  yang sehat akan membawa pelayanan bertumbuh. Tuhan memakai orang bertumbuh! Tuhan memakai orang yang penuh kekurangan Tetapi, Tuhan tidak pernah memakai hambanya yang bermain dengan dosa, tidak berkenan padaNya, mendua hati, mencari keuntungan pribadi, hanya menyenangkan manusia, bermalas-malasan dan tidak bersedia untuk bekerka keras, penakut, hatinya penuh dengan kebusukan, tidak bersekutu denganNya, mempunyai motivasi yang salah, tidak mempunyai beban untuk pelayanan dan InjilNya, tidak segenap hati dan tidak taat padaNya.

Oleh karena itu penting bagi kita sebagai pelayan untuk terus bertumbuh! Anda perlu selalu evaluasi ketika tidak ada atau kurang pertumbuhan rohani dalam diri anda. Anda perlu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tajam, mendalam dan bahkan membuat anda hancur hatinya atau  merasa “tidak enak”& “malu”  (lihat pertanyaan evaluasi diri di atas)  dan anda harus menjawab dengan jujur pertanyaan tersebut!

Kolose 2:6-7 memberikan jalan keluar atau cara agar kita tetap bertumbuh dalam Kristus  Kita sudah menerima kristus, kita harus terus hidup dalam Kristus, kita harus tetap berfokus, berpusat pada Kristus (ayat 6). Ayat 7 memberikan nasehat  untuk terus bertumbuh. Gambaran yang dipakai di sini adalah pohon yang hidup. Pohon harus ada akar, batang, daun dan buah. Kalau kita mengerti tentang pohon yang hidup maka kita lebih mengert ayat ini.

(bersambung….)

X