Jesus My Joy

Adrian Kencana
17 Juli 2017

Semua orang mencari kegembiraan dan sukacita, namun setiap suka cita pasti ada alasan nya. Dan sukacita umumnya adalah sebuah respon dari apa yang telah terjadi, suatu hal yang menggembirakan. Tapi bagaimana kalau kita mengalami hal yang tidak meng-enakkan atau mendengar hal-hal yang menyedihkan? Apakah kita masih bersuka cita?

Bagi anak Tuhan, bersuka cita adalah sebuah perintah yang penting. Di dalam buku Filipi, perintah ini begitu penting sampai Paulus harus mengulang nya berulang kali.

How to truly rejoice in this life?

Rejoice in Christ

Untuk bisa bersuka cita di dalam Kristus, tentu nya kita harus mengenal siapa Kristus itu. Kristus harus menjadi object dan sumber dari suka cita kita. Dan suka cita sejati itu berakar akan pengenalan akan Kristus. True rejoicing is grounded in knowing Christ! Mengenal sejati berbeda dengan sekedar mengetahui berdasarkan fakta dan informasi.

a. We begin to rejoice in Christ when we know Who He is and What He has done

Kita bisa mulai bersukacita di dalam Kristus ketika kita mengenal siapa Dia dan apa yang Dia sudah lakukan bagi kita. Dia lah kebenaran dan keselamatan kita dalam Allah Bapa! Dunia berada di dalam sebuah dilema untuk mencari bagaimana kita bisa diampuni dan diselamatkan. Namun kita yang berdosa tidak akan bisa menyelamatkan diri kita di hadapan Allah yang begitu kudus! Yesus lah jawaban satu satu nya untuk keselamatan kita! Dia bahkan memberikan diriNya bagi kita. Roma 8:1 juga mengingatkan kita, bahwa tidak ada lagi penghukuman bagi mereka di dalam Yesus Kristus!

Yesus bukan hanya teladan moral bagi kita, tetapi Dia sudah menjalani tugasNya untuk menebus dan menyelamatkan kita! Dia lebih dari itu.

Kalau kita benar-benar mengenal Kristus sebagai kebenaran dan keselamatan yang sejati, maka kita akan mengalami suka cita sejati.

Sudahkah anda mengenal Kristus? Sudahkah anda mengenal Kristus sebagai kebenaran dan keselamatan kita?

b. We begin to rejoice in Christ when we know what He’s doing now and what He’ll do
“the Lord is near” – kata dekat di sini ada 2 arti: near in space (dalam jarak; Tuhan hadir dalam umatNya), dan time (kembali nya Yesus yang akan segera datang).

What is He doing now?
Dia dekat dengan kita, Dia hadir, dan tidak akan meninggalkan kita. Yesus tidak kelihatan, tapi dengan kedaulatanNya Dia mengatur segala sesuatu. Kalau kita tahu Tuhan dekat dengan kita, kita bisa tenang!

What He will do?
Tuhan Yesus akan segera datang kembali! Ini menunjukkan penghiburan yang besar. Filipi 3 menekankan kewarga negaraan kita di surga, dan bahkan akan mengubah tubuh kita yang hina ini sehingga serupa dengan tubuhNya yang mulia. Kita bisa yakin bahwa penderitaan saat ini tidak bisa dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan pada kita.

Kalau kita tahu ini semua, kita akan bisa bertahan dan bahkan bersuka cita di dalamnya! Kita bisa bertahan di dalam sebuah pesawat terbang dalam perjalanan yang panjang karena kita tahu destinasi kita!

Rejoice in Him always

Bersuka cita lah dalam Kristus, bukan “karena”, tapi “walaupun”. Walaupun kita dalam penderitaan, kesakitan, kesedihan, dan bahkan kesuksesan – kita bersuka cita di dalam Kristus. Bersukacita dalam Kristus membawa reformasi hati, pembaharuan hati.

Apa pun yang kita punya atau tidak punya, Tuhan sudah cukup bagi kita. Di saat Tuhan menjadi harta kita, menjadi obyek dari suka cita kita, maka suka cita kita tidak akan terpengaruh dan terancam!

Superficial joy vs true joy
Bagaimana membedakan suka cita palsu dengan suka cita sejati?
Dari Rev. Joe Holland, TableTalk majalah Ligonier Ministries, Feb 2017

a. fake joy (suka cita yang mengerikan karena menjerat jiwa kita; biasanya kita dapatkan saat kita berbuat dosa). Leading sins that make more sins.
b. fickle joy (suka cita yang berubah ubah, sesuai kondisi dan situasi; rapuh)
c. fading joy (suka cita yang berdasarkan berkat-berkat umum Tuhan; pudar, karena apa yang ada di dunia ini suatu saat akan habis/berakhir)
d. forever joy (suka cita yang kekal; bersumber dari dan bertujuan kepada Tuhan yang kekal). Inilah suka cita yang dimaksudkan dalam Filipi 4:4!

Dimanakah suka citamu? Apakah sukacita terbesarmu di dalam Kristus? Adakah dalam pikiran kita dimana kita berpikir “kalau kita dapat X, maka suka cita/hidup saya akan complete?”
Abraham dalam suka cita karena diberikan anak, namun diperintahkan Tuhan untuk dipersembahkan. Abraham siap dan rela memberikan suka cita nya bagi Tuhan, karena harapan dan suka cita nya bukan pada anak nya yang dikasihi. Mau kah kita melepaskan hal yang kita harapkan itu pada Tuhan ketika Tuhan memintanya?

Jika sukacitamu di dalam hal tersebut melebihi daripada sukacita anda di dalam Kristus, maka anda sedang menyembah berhala. Dan lebih parahnya lagi, anda sedang menghina Kristus! Jadikan Kristus objek, alasan, sumber dan tujuan sukacitamu!

Rejoice selflessly in Community

“Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang”! Kebaikan hati di terjemahkan juga sebagai gentleness, kerendahan hati.
Sukacita sejati dalam Tuhan = Pengenalan yang benar -> reformasi hati kita -> transformasi hidup kita. Akan membuahkan karakter Kristus yang diketahui semua orang

Paulus menasehatkan jemaat Filipi untuk “tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri (Filipi 2:4-5). Tidak ada gunanya kita berkata kita punya kerendahan hati Kristus atau kebaikan hati Kristus kalau kita hanya mau hidup menyendiri.

Bersukacitalah selflessly, tanpa pamrih dalam komunitas, yaitu sukacita yang membuahkan karakter kristus yang diketahui orang sehingga semua orang melihat pencerminan kebaikan dan kerendahan hati Kristus, untuk pujian dan kemuliaan Yesus Kristus!

X