Yesus Raja Damai

  


Ringkasan khotbah 6 Desember 2020
Pdt Victor Liu

Merupakan suatu ilusi kalau kita bisa hidup damai dalam dunia ini tanpa Yesus Kristus. Semua situasi dalam dunia ini selalu mengutamakan kepentingan pribadi, ingin menjatuhkan dan menghancurkan satu sama lain. Bahkan dalam rumah tangga dan hidup bergereja sekalipun.

Padahal definisi “peace” berbicara tentang freedom dimana tidak ada permusuhan satu sama lain, ketenangan. Kenyataannya, situasi dunia sangat kacau dan apa pun bisa terjadi tiba-tiba, mengusik “kedamaian” hidup kita.

Yesaya 8 bagian terakhir sampai Yesaya 9:7 berbicara mengenai nubuatan Raja Damai. Yesaya mengerti tidak ada kedamaian dalam dunia penuh dosa ini. Lihat Yesaya 9:6-7, dimana situasi waktu itu ada di dalam suasana kehancuran, peperangan, dan ketidak tentuan Israel yang akan di hancurkan bangsa Asyur. Dan tahun 722 SM, sejarah mencatat bangsa Asyur mengalahkan kerajaan utara (Israel), dan nanti nya kerajaan Babel juga akan menjajah kerajaan selatan (Yehuda).

Micah 5:1 juga menubuatkan akan kedatangan sang Raja di Betlehem, karena melihat kerajaan Yehuda yang sedang dikepung kerajaan Babel, di tengah situasi ketakutan dan kehancuran.

Yesaya 5:6

  • Sebuah nubuatan yang relevan dengan konteks yang ada (ada pengharapan dan penghiburan, bergantung pada Allah tapi realisasi nya masih di masa depan).
  • Ciri dari Raja Damai ini bukan diciptakan tapi dilahirkan (manusia diciptakan)
  • Dia berkuasa (lambang pemerintahan ada di atas bahuNya)
  • Nama identik dengan pribadi orang nya pada jaman itu
  • Councillor (Penasihat); hikmat Ilahi,  dan Wonderful (ajaib)
  • Allah yang Perkasa – sehakikat dengan Allah sang pencipta langit dan bumi
  • Bapa yang Kekal – The Father of Eternal (pribadi yang lahir hakikatnya kekal, dari dulu ada sampai selama-lamanya).
  • Raja Damai

Yesaya 5:7 menunjukkan sang Raja Damai ini adalah keturunan dari Daud. Lihat juga Kol 1:16-19 (Yesus sang pencipta, sehakikat dengan Allah), Roma 8:58 (Yesus berkata sebelum Abraham ada, Dia sudah ada).

Jadi ini semua membuktikan bahwa Kristus lah Raja Damai yang dinubuatkan Yesaya.

Lalu di tengah situasi dunia tidak menentu ini, bagaimana kita bisa mendapatkan kedamaian/ketenangan? Yesus Raja Damai berarti Dia adalah sumber damai!

Ini berarti Yesus yang membuat dan memberikan kedamaian untuk kita. Sebelum kita bisa mendapatkan kedamaian, kita harus menerima anugerah/kasih karunia dari Tuhan terlebih dahulu (menerima Kristus).

Kita yang jahat dan berdosa, adalah musuh Allah, namun kita sudah diperdamaikan melalui pengorbanan Yesus Kristus (Kolose 1:20-22) dan dipersatukan (Efesus 2:14). Kita dibenarkan oleh iman, bukan lagi musuh Allah dan ada damai sejahtera, karena Kristus (Roma 5:1).

Terimalah kasih karunia dari Yesus Kristus, baru kita bisa mendapatkan kedamaian dalam dunia ini, meski dalam situasi apa pun juga!

 

X