“Ya Bapa, ke dalam tanganMu Kuserahkan nyawaKu”

  


Seri 7 perkataan Yesus di kayu salib
Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 2 April 2021
Lukas 23:44-46

Cara kita mati, dan cara kita hidup akan menentukan kekristenan macam apa yang kita pegang dan jalani. Yesus mengakhiri hidupNya dengan penuh kesetiaan. Bukan tergantung dari berapa lama nya kita hidup (Yesus melayani sekitar 3 1/2 tahun).

Bagaimana Yesus mengakhiri hidupNya, sebagai teladan hidup bagi kita

[1] Yesus mempunyai relasi yang intim dengan Bapa

Yesus memanggil “Bapa” (di awal penyaliban dan di akhir) di tengah penderitaanNya. Tahukah kita apa implikasinya saat kita memanggil Yesus, “Bapa”?

Ungkapan “Bapa” menunjukkan suatu hubungan yang intim, relasi yang personal. Kita, yang tadi nya anak-anak durhaka yang dimurkai karena dosa, diubah menjadi anak-anak Allah karena darah Kristus.

Tapi “Bapa” juga menunjukkan otoritas, ada submission. Yesus ada di kayu salib, patuh pada kehendak Bapa.

[2] Hidup Yesus sejalan dengan apa yang Dia katakan

Yesus mengutip Mazmur 31:5. Sangat menyedihkan kalau anak Tuhan banyak knowledge saja tapi hidupnya, perbuatannya tidak sejalan dengan apa yang dia katakan.

Mazmur ini adalah sebuah mazmur/psalm of trust, yang ditulis oleh Daud. Di tengah penderitaan Yesus, Dia pun masih mengutip firman Tuhan. Kekristenan tidak bisa dilepaskan dari firman Tuhan, dalam situasi apa pun. Yesus meneriakkan sebuah hymn of trust, di tengah situasi yang mengerikan seperti itu.

Makna kematian Yesus di kayu salib bagi kita

Lukas 23:44-46. Penulis Lukas menjelaskan makna kematian Yesus; “kegelapan dan matahari tidak bersinar” dikutip dari Joel 2:10, tentang nubuatan hari Tuhan yang mulai di genapi pada saat itu, dan juga nanti di masa datang.

Tabir Bait Suci = tirai tebal yang tinggi nya sekitar 18 meter terbuat dari kain ungu. Ibrani 9 menulis ruang Maha Suci yang hanya boleh dimasuki oleh imam besar setahun sekali, yang berisi tabut perjanjian. Kematian Yesus yang membuat tabir ini terbelah, berarti tidak ada lagi batasan bahwa hanya orang Yahudi yang bisa datang. Ini karena Yesus lah Imam Besar yang darahNya tercurah sebagai korban, sehingga terbuka bagi bangsa-bangsa lain untuk mendapatkan keselamatan.

Tidak harus lagi seorang imam harus mengorbankan darah anak domba setahun sekali untuk menghapus dosa, tetapi cukup satu kali sang Imam Besar yang mengorbankan diriNya untuk menghapus dosa manusia!

Ketika Yesus mati, kita pun juga mati bersama Dia. The power of sin sudah dikalahkan olehNya! Kita tidak lagi mati, dan bangkit bersama dengan Yesus, ada kekuatan dan kemenangan atas dosa.

Kita harus hidup penuh ketaatan, dan terus ingat akan apa yang Yesus sudah lakukan di kayu salib bagi kita!

Buat kita yang belum menyerahkan hidup kita pada Yesus, sungguh kah kita mengerti apa makna paskah sesungguhnya? Ini lah makna paskah yang sesungguhnya, Yesus mati untuk saudara – supaya kita diampuni, di selamatkan, dan bisa hidup. Serahkan lah hidup mu bagi Dia sekarang juga!

X