Submit to Authority

  


Seri Justification by Faith (Buku Roma)
Mie Khie Liong
Roma 13:1-7

Peraturan dan hukum dapat memberikan kita perasaan sejahtera dan aman, apalagi ketika tinggal di negara yang maju.

Namun demikian, kita secara pribadi memang sulit untuk bisa tunduk pada pemerintah, atau pun hukum-hukum ini. Dalam firman Tuhan pun kita diajarkan untuk tunduk/submit kepada Tuhan.

Submit = takluk, di bawah, bawahan. Dalam militer, tentara dilatih untuk tunduk pada perintah atasan, apa pun perintahnya. Mindset mereka to follow orders.

Our problem

Kita mau nya independent, dan mau berontak pada orang tua saat kita beranjak dewasa. Karena inilah daging dan sifat dosa kita, kita tidak mau menjadi bawahan.

Dalam bergereja pun kita sering complain dan tidak mau taat. Sampai akhirnya berpindah-pindah gereja karena kita tidak suka di sana. Padahal ketaatan adalah dasar dari kehidupan kekristenan.

Otoritas dalam hidup kita dari order tertinggi: Tuhan, lalu pemerintahan, gereja, keluarga, istri taat pada suami, dan sebagainya.

Umumnya kita taat pada sesuatu karena takut akan hukuman (misal speeding dalam menyetir karena takut kena denda), tapi hari ini kiranya kita bisa belajar untuk taat bukan karena takut akan hukuman.

Baca Roma 13:1-7.

Tunduk pada pemerintah memiliki hubungan erat dengan tunduk pada Tuhan (Lihat lagi Roma 12:1).

”The only way to live is to deny yourself” – John Calvin.

Ini berarti menyerahkan diri kita pada Tuhan, dan tunduk pada apa yang Tuhan siapkan dalam hidup kita.

Takluk pada pemerintah

Pemerintah ditetapkan oleh Tuhan (walaupun pemerintahan jahat atau buruk, karena kita tidak tahu rencana Tuhan), dan alat yang Tuhan pakai untuk mengatur manusia (untuk membatasi kejahatan manusia dan untuk kebaikan – seperti peraturan saat mengendarai).

Dalam segala macam pemerintahan apa pun, Tuhan yang mengatur dan tidak kewalahan. Bahkan di tengah persekusi persekusi, firman Tuhan berkata Tuhan tetap yang berkuasa dalam pembentukan pemerintah.

Kita harus takluk bukan hanya karena takut akan hukuman, tapi juga suara hati, bahwa ketetapan ini ditetapkan juga oleh Tuhan.

Kita harus takluk, tapi tentu nya ada pengecualian saat pemerintah melawan perintah Tuhan. Kita bisa melihat contoh Daniel, yang taat pada pemerintah yang tidak takut akan Tuhan, tapi orang-orang tidak bisa menemukan hal yang salah (tentunya dia tidak mengikuti saat disuruh menyembah raja dan bukan Tuhan). Daniel tahu siapa atasan yang di atas yang dia harus lebih ikuti (ingat order tertinggi tadi?).

Membayar pajak (Roma 13:6-7)

Membayar pajak dengan memberikan persembahan buat Tuhan saat kebaktian, sebenarnya tidak ada bedanya. Karena kita melakukan nya untuk Tuhan. Pertanyaannya tentunya, apakah kita bisa membayar pajak dengan suka cita?

Ketika pemerintahan korupsi, itu bukan tanggung jawab kita, karena kita hanya tunduk pada perintah Tuhan. Dalam Matius 22:21, Yesus pernah menjelaskan hal ini.

We are made in the image of God, karena itu, berikanlah pada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan – yaitu seluruh hidup kita. Dan ini termasuk membayar pajak dan mengikuti ketetapan / peraturan pemerintah, karena semua yang kita lakukan (bukan hanya soal gereja), kita melakukan untuk Tuhan. Do it all for God with all your heart and with joy!

Give to God what is God’s!

 

 

 

Post a comment

X