
Preparing for 2013: Remember your God
Pdt. Victor Liu
Ringkasan khotbah 23 Desember 2012
Kita umumnya selalu mengingat hal-hal yang penting dalam hidup kita. Yang tidak kita anggap penting, kita lupa (sengaja lupa). Atau bisa juga memang kita lupa.
Dalam perjamuan terakhir, Yesus mengajarkan untuk mengingat akan Dia setiap kali kita makan dan minum roti perjamuan. Yesus tahu akan banyak hal yang mengganggu hidup kita yang membuat kita melupakan Tuhan dan kebaikanNya.
Daniel pasal 2 membahas soal mimpi raja yang tidak bisa ditafsirkan oleh siapa pun (ayat 1-13) dan bagaimana Tuhan membuka jalan untuk Daniel utk menafsirkan mimpinya.
Perhatikan Daniel 2:17-18: Ketika dalam krisis, ingat pada Tuhan!
Masalah tidak diundang dan tidak terduga. Tiba-tiba semua orang bijak akan dihukum mati, termasuk Daniel dan teman-temannya. Ayat ini menjelaskan betapa Daniel tahu kepada siapa dia harus berharap. Dia datang kepada Tuhan. Orang yang mengenal Tuhan sungguh-sungguh tidak menyerah dan berbesar hati.
Daniel bukan bertindak tanpa iman dan pikiran, karena Daniel tahu Tuhan memberikan hikmat kepada dia (di Daniel 1). Dia berani mengambil resiko untuk bertemu raja, mengutarakan mimpinya, dan menafsirkan mimpi raja. Dia ingat pada Tuhannya!
Krisis bisa membentuk hidup kita dan juga menyatakan siapa kita sebenarnya. Di tengah-tengah krisis Daniel akan dihukum mati, lihatlah apa yang dia lakukan! Dia ingat dan bergantung pada Tuhannya.
Perhatikan Daniel 2:19-23: Ketika lepas dari krisis, ingat pada Tuhan!
Inilah yang sering kita lupakan sebagai anak Tuhan! Kita cenderung melupakan Tuhan – ingat cerita 10 orang kusta yang disembuhkan Yesus, hanya 1 orang yang kembali untuk mengucap syukur.
Tiga karakter Tuhan yang kita bisa pelajari
[1] Kekal
[2] Hikmat
[3] Berkuasa
Mengingat kebaikan Tuhan membuat kita berhikmat, membuat kita bersyukur, membuat kita mau hidup kudus, membuat kita untuk mau melayani Dia, membuat kita mau memberikan pengabdian pada Tuhan!
Ingatkah kita akan kebaikan Tuhan dalam hidup ini? Atas pengorbananNya di kayu salib, atas pekerjaan dan usaha yang Dia berikan? Atas kemampuan dan ketrampilan kita?
Perhatikan Daniel 2:48-49: Ketika kita ingat kebaikan Tuhan dalam kelimpahan, kita akan share kepada yang lain
Ketika kita sukses, berkelimpahan, apakah kita masih ingat pada Tuhan? Apakah kita ingat kepada orang lain yang kesusahan? Daniel ingat pada teman-temannya,
