
Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 21 April 2013
Seringkali dalam sebuah gereja, sangat sulit untuk mendapatkan orang yang mau melayani Tuhan, bahkan kadang harus didorong-dorong. Mungkin ada di antara kita yang merasa dipaksa untuk ikut pelayanan, sesuatu yang kita anggap berat, atau sesuatu yang baru yang kita takutkan. Yang jadi masalah adalah saat kita sudah lama ikut Tuhan tapi tidak mau melayani karena alasan apa pun juga.
Biarlah kiranya kita bisa mengerti makna kebangkitan Yesus Kristus secara penuh, sehingga kita punya hati yang mau melayani Dia yang telah mati dan bangkit untuk kita.
1Korintus 15:57-58
Prinsip pelayanan dari perikop ini
1) Kebangkitan Yesus Kristus memperbaharui semangat pelayanan kita
Kata “karena itu”/”therefore” di ayat 58, dihubungkan dengan ayat sebelumnya, yang sudah dinyatakan di bagian sebelumnya. Perhatikan bahwa istilah di sini bukan pelayan (diakonos) dan hamba (doulos/budak). Tapi di sini istilah yang dipakai adalah sebuah pekerjaan Tuhan, sesuatu yang harus kita lakukan sehari-hari. Sama halnya dengan kita bekerja setiap hari, Paulus mau mengajarkan sebuah pekerjaan yang kita harusnya lakukan senantiasa (untuk menyebarkan kabar gembira (injil), untuk menumbuhkan gerejaNya, dan lain sebagainya).
Dasar praktis dimulai dengan dasar teologis. Kita akan lelah dan mau berhenti kalau dasar kita tidak kuat (kenapa kita melayani Tuhan). Ayat sebelumnya berkata bahwa Tuhan hidup, bangkit, mengalahkan dosa. Jadi saat kita ambil bagian pekerjaan Tuhan, kita seharusnya merefleksikan lagi atas dasar apa kita mau ambil bagian. Tanpa dasar yang kuat, kita akan jatuh dalam rutinitas dan kelelahan!
Yesus yang bangkit harusnya membuat kita berdiri teguh, tidak goyah (stabil dalam kehidupan ini), dan kita akan makin efektif dalam pelayanan. Tidak pernah dikatakan bahwa pelayanan adalah sesuatu yang mudah dan enteng. Kita harus bertahan, ada pergumulan, ada tantangan, salah mengerti, dan lain sebagainya.
Jadi Yesus yang bangkit -> menguatkan dan menumbuhkan kita dalam hidup ini -> melayani Tuhan dengan antusias dan efektif. Pelayanan bukan untuk dilihat dan dipuji orang, untuk cari nama, tapi atas dasar Yesus Kristus! Karena itu sebagai anak dan pelayan Tuhan, kita harus terus menjaga hubungan kita dengan Tuhan dan terus mengenalNya dengan lebih baik.
Seringkali seorang pelayan Tuhan mundur dari pelayanan dan dari Tuhan karena kita tertimpa masalah yang berat.
2) Melayani Tuhan tidaklah sia-sia
“Knowing that your labor is not vain in the Lord (NET)”
Labor dari bahasa Yunani, kopos
dari kata kopto – dipotong/chopped down. Arti literal kopos adalah suatu penyertaan yang sulit, (a state of discomfort/distress/trouble/difficulty), signifying effort to the point of fatigue.
Dengan kata lain, ayat ini mau berkata bahwa saat pelayan hanya bermain-main, itu adalah kesia-siaan. Seorang pelayan yang sejati adalah seorang pelayan yang sungguh-sungguh melayani Tuhan.
The Message – “Throw yourselves into the work of the Master, confident that nothing you do for Him is a waste of time or effort”
“Sebab kamu tahu…
Tahu (oidah) di sini artinya tahu dengan pasti, tidak perlu pakai pengalaman atau hal-hal yang dibuktikan.
Dikontraskan dengan Filiipi 3:10 – di sini artinya tahu/kenal Tuhan melalui pengalaman-pengalaman kita bersama Tuhan.
Jadi maksudnya adalah kita seharusnya sudah TAHU bahwa tidak pernah sia-sia dalam melayani Tuhan, tidak perlu pengalaman atau pembuktian!
Kenapa tidak sia-sia?
a) Karena Yesus bangkit -> Dia hidup dan berdampak kekekalan -> Tuhan tidak lupa
Akan ada banyak masalah kalau value kita hanya didasarkan pada masa sekarang, yang sementara. Sehingga anak-anak Tuhan banyak yang mengambil jalan pintas.
Baca Ibrani 6:10. Tuhan tidak pernah lupa pada apa yang kita lakukan!
Baca juga 2Korintus 4:16-18, Markus 10:29-30, Ibrani 11:26
Value di masa sekarang merusak karena bersifat egois, hanya untuk kepentingan dan kesenangan diri sendiri! Kita harus menghubungkan apa pun yang kita lakukan sekarang pada Yesus Kristus! Tuhan melihat semua yang kita lakukan untuk Dia. Atas dasar apa kita melayani Tuhan pada saat ini? Value apa yang kita hidupkan saat ini sebagai pengikut Tuhan?

