Kebaktian Natal 2020 – Pemberian yang tak terlukiskan untuk kita

  


Seri Yesus Raja Damai
Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 25 Desember 2020

Baca Lukas 2:10-12.

Ketika kita memikirkan tentang sebuah pemberian, kita cenderung melihatnya sebagai sesuatu yang kelihatan, dan “wah”. Namun Tuhan memberikan sebuah pemberian untuk kita yang dibungkus dengan sebuah misteri (yang perlu di buka perlahan-lahan dan membutuhkan mata kita untuk dicelikkan).

Kiranya Roh Allah mencelikkan mata kita untuk melihat pemberian yang tak terlukiskan ini, sehingga kita tidak lagi terpikat pada apa yang dunia tawarkan!

Pemberian yang tidak terlukiskan

[1] Karena hakikatNya (ayat 11)

Yang diberikan Allah bukanlah barang, tapi pribadi, yang berdampak pada seluruh dunia (kesukaan besar untuk seluruh banga).

Pemberian yang berdampak pada seluruh dunia berarti adalah sebuah pemberian yang besar nilainya.

Dan pribadi ini adalah Juru Selamat; yang Ilahi. Kelahiran Kristus adalah awal dari penebusan kita (klimaks nya ketika Dia disalib).

Dia adalah pribadi yang diurapi, pribadi yang sudah dinubuatkan sebelumnya (Micah 5:1, 500-600 tahun sebelumnya) dan dinantikan.

HakikatNya 100% manusia (dilahirkan) dan 100% Allah.

Sedihnya, berita ini mungkin sudah tidak lagi memukau kita; kita mendengarnya setiap tahun, dan mungkin sudah terbiasa (atau bahkan bosan).

Pemberian yang tak terlukiskan ini disembunyikan di tempat yang tersembunyi (di kandang binatang, bukan di istana atau mana pun). Dan di situlah cara Tuhan bekerja.

[2] Panggilan memikul salib

Pemberian yang tak terlukiskan ini juga memberikan prinsip rohani bagi kita, supaya kita memikul salib dan merendahkan hati seperti Kristus (Filipi 2:5).

Sebagai anak Tuhan, kita terkadang masih mencari suka cita dari dunia, mencari glamour dan pamor dalam dunia ini. Padahal karakter terindah dan suka cita terbesar ada di dalam Yesus Kristus.

Setiap kali kita memikirkan betapa rendah hatinya Kristus yang datang sebagai manusia di kandang ini, akan mengubah hati kita (terutama pada saat dimana kita sedang ingin mempertahankan ego kita).

[3] Untuk saudara dan saya

Kita menyambut pemberian yang tak terlukiskan ini, dan memuaskan diri kita hanya pada Kristus, bukan di tempat lain dalam dunia ini.

Manusia cenderung melupakan dan tidak mencari Tuhan. Karena itu lah kita harus menyambut pemberian ini dan meminta Tuhan mencelikkan mata kita.

Kristus lahir di palungan, dan mati di kayu salib untuk saudara dan saya. Tidak ada kehidupan tanpa kematian, dan pengorbanan Kristus adalah suatu pemberian yang tidak bisa digantikan dengan apa pun juga untuk menebus dosa dosa saudara dan saya!

Kecenderungan kita ingin meninggalkan Tuhan dan menikmati hal lain. Kita mudah dipuaskan dengan tawaran dari dunia ini, seperti halnya anak kecil yang egois dan mau nya selalu dipuaskan. Tuhan yang datang dan mencari kita hendaknya terus mengingatkan kita akan suka cita yang sejati!

Pengarang lagu terkenal “Come Thou Fount” , Robert Robinson, melukiskan hal yang nyata dalam syair nya, bahwa kita sering ingin meninggalkan Tuhan. Dan pada akhir hidupnya sekitar umur 55 tahun, lagu yang dikarang nya mengejar dia dan dia dikatakan para penulis sebagai “insane” dan jauh dari Tuhan.

Apakah Yesus memuaskan hidupmu? Adakah sukacita Yesus dalam hidupmu? Ataukah kita mencari kepuasan lain dan bahkan semakin jauh dari Tuhan – apalagi sejak COVID-19. Apakah kita mulai malas ke gereja dan bahkan sudah malas untuk worship Tuhan, mendengarkan firmanNya?

Kiranya natal ini memperbaharui kembali hidupmu! Dan bagi engkau yang belum menyerahkan hidupMu pada Dia, Kristus datang ke dunia lahir untuk mati di kayu salib untuk menebus dosa mu. Sebuah pemberian yang tidak terlukiskan!

X