Pekerjaan Sebagai Berkat Bagi Orang Lain

  


Pdt Victor Liu

Ringkasan Khotbah 24 May 2026

Teologi Kerja

Topik kotbah Minggu ini Seri 1: Working as worship to the Lord/ Pekerjaan sebagai penyembahan pada Tuhan

Pendahuluan

Dunia modern sering melihat kerja hanya sebagai:

* cara mencari uang,
* mengejar status,
* atau bertahan hidup.

Tetapi Alkitab memberi perspektif berbeda:

kerja adalah panggilan ilahi dan ibadah kepada Allah.

Sebelum dosa masuk ke dunia, Allah sudah memberi manusia pekerjaan di Eden. Dan dalam Kristus, Paulus mengajarkan bahwa apa pun yang kita lakukan harus dilakukan untuk Tuhan.

Tema besar Alkitab:

manusia tidak hanya diciptakan untuk beribadah di gereja, tetapi juga untuk beribadah melalui pekerjaannya.

Bekerja sebagai Penyembahan kepada Tuhan

Pembacaan Firman Tuhan: Kejadian 2:1-3, 15 & Kolose 3:23

Kejadian 2:1-3 NET

“Demikianlah diselesaikan langit dan bumi beserta segala isinya. Pada hari ketujuh Allah telah menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan-Nya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dilakukan-Nya itu. Allah memberkati hari ketujuh dan menguduskannya, karena pada hari itu Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dilakukan-Nya.

Kejadian 2:15 NET

“Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”

Kolose 3:23 NET

“Apa pun yang kamu lakukan, kerjakanlah dengan penuh semangat seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia,”

Prinsip #1. Karena Allah bekerja, maka kita juga harus bekerja (Kejadian 2:1-3)

@ Allah adalah Allah yang bekerja. Allah bekerja dengan sengaja dan penuh tujuan (Kejadian 2:1-2)

“Demikianlah diselesaikan langit dan bumi beserta segala isinya. Pada hari ketujuh Allah telah menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan-Nya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dilakukan-Nya itu” (2:1-2)

*Jadi pekerjaan bukanlah akibat dari dosa. Pekerjaan sudah ada sebelum kejatuhan manusia dalam Kejadian pasal 3. Ingat: pekerjaan sudah ada sebelum manusia jatuh dalam dosa. Dosa baru masuk dalam Kejadian pasal 3.
Ini berarti pekerjaan bukan kutuk, melainkan bagian dari rancangan penciptaan. Kutuk itu bukan pekerjaan itu sendiri, tetapi:
* jerih payah,
* keringat,
* dan frustrasi dalam pekerjaan (Kej. 3:17–19).”

@ Allah menetapkan istirahat untuk menjaga penyembahan kita. Allah berhenti bekerja, karena itu manusia juga harus memiliki ritme bekerja dan beristirahat (2:3)

“Allah memberkati hari ketujuh dan menguduskannya, karena pada hari itu Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dilakukan-Nya” (2:3).

Jadi Kejadian 2:1–3 memberikan dua dasar:

1. Kita harus bekerja karena Allah bekerja.
2. Kita juga harus berhenti dan beribadah karena Allah menetapkan hari Sabat.

Prinsip #2. Bekerja sebagai penyembahan kepada Tuhan karena Allah memberikan pekerjaan bagi manusia

* Timothy Keller menggambarkan pekerjaan sebagai “melanjutkan pekerjaan penciptaan Allah.”
* Darrell Cosden menekankan bahwa pekerjaan memiliki martabat karena berasal dari natur Allah sendiri.

Kejadian 2:15 NET
“Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”

@ Kata mengambil mengambil Menunjukkan tindakan aktif Allah yang berinisiatif. Kata menempatkan atau membuat berdiam.
Kata ini dalam Hiphil memberi nuansa kausatif: Allah “membuat manusia tinggal” di Eden.

@ Perhatikan kata mengusahakan (akar kata: ‘ābad = bekerja, melayani, beribadah) dan memelihara (akar kata: šāmar = menjaga, memelihara, mengawasi) juga digunakan untuk tugas-tugas imam (Bilangan 3:7-8; 8:26).

Kesamaan istilah ‘ābad = bekerja, melayani, menyembah & šāmar= menjaga, memelihara, mengawasi) dengan tugas imam tidak harus berarti Adam adalah imam secara formal. Yang lebih jelas adalah bahwa pekerjaan manusia sejak awal memiliki dimensi rohani, pelayanan, dan penyembahan di hadapan Allah.
Pekerjaan adalah:
* pelayanan,
* penatalayanan,
* penyembahan.”

Tremper Longman III menyoroti relasi antara manusia dan tanah.
Kerja di Eden bukan eksploitasi, tetapi stewardship.
Manusia menjaga dunia milik Allah. ( Genesis: The Story of God Bible Commentary by Tremper Longman III @ Pada komentar Kejadian 2:15)

Pengamatan horizontal bahwa Pekerjaan dari Tuhan

“Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.”
‭‭Ulangan‬ ‭8‬:‭18‬ ‭TB‬‬

“Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah – sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.”
‭‭Mazmur‬ ‭127‬:‭2‬ ‭TB‬‬

“The Lord owns the earth and all it contains, the world and all who live in it.”
‭‭Psalms‬ ‭24‬:‭1‬ ‭NET‬‬

Mat 6:32~33 “Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
‭‭
Prinsip #3. Pekerjaan harus dilakukan dengan sepenuh hati untuk Kristus. BEKERJA DENGAN SEPENUH HATI UNTUK TUHAN.

Kolose 3:23 NET

“Apa pun yang kamu lakukan, kerjakanlah dengan penuh semangat seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia,”

Ayat 22-25 secara khusus ditujukan keypads para hamba, Budak atau para pekerja namun prinsipnya diperluas bisa menjadi teologi Kerja Kristen. Paulus mengubah perspective kerja : bukan terutama untuk manusia, tetapi untuk Kristus.

@ Semua pekerjaan adalah milik Kristus ( perhatikan kata ; apa pun atau segala— semua pekerjaan; juga perhatikan kolose 3:24, 4:1 Kristus adalah majikan tertinggi. “Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.”
‭‭Kolose‬ ‭3‬:‭24‬ ‭TB‬‬

“Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.”
‭‭Kolose‬ ‭4‬:‭1‬ ‭TB‬‬

N. T. Wright melihat: pekerjaan sehari-hari menjadi bagian dari ciptaan baru.
Kristus menebus bukan hanya jiwa,
tetapi seluruh hidup manusia @ See Surprised by Hope
N. T. Wright, Surprised by Hope: Rethinking Heaven, the Resurrection, and the Mission of the Church (2008).

@ Pekerjaan orang Kristen berbeda dalam motivasinya— kerjakanlah seperti untuk Tuhan, bukan untuk manusia

bekerjalah atau lakukan pekerjaan dengan terus menerus untuk TUHAN, Lord – artinya bekerja seolah langsung untuk Tuhan., bukan untuk manusia. Bukan berarti mengabaikan manusia tetapi motivasi Utama adalah Kristus.

@ Orang Kristen bekerja dari hati/jiwa (ἐκ ψυχῆς, ek psychēs)
Paulus menggunakan istilah:
“ek psychēs” (3:23b)
= dari hati/jiwa, dari kedalaman diri
Artinya: bukan kerja asal-asalan, bukan hanya bekerja sekadar menyelesaikan tugas, bukan usaha minimal, bukan hanya ketika sedang diawasi. Tetapi memiliki integritas di hadapan Kristus. Ingat prinsip

Coram Deo — Bahasa Latin, artinya dihadapan Allah. Semua yang kita lakukan terlihat dan untuk Dia.

~~Kolose 3:23 memiliki hubungan kuat dengan kejadian 2:15.

*Kejadian 2:15 Di Eden: manusia bekerja bagi Allah.
Dalam Kristus: kerja kembali diarahkan kepada Tuhan. Kerja menjadi: liturgi kehidupan.

@ Pekerjaan kita menampilkan kemuliaan Allah. Pekerjaan dapat menjadi kesaksian hidup dan penyembahan kepada Tuhan.
*Dunia melihat Kristus melalui etos kerja orang percaya.

@ Bahaya ketika pekerjaan menjadi berhala.

Matius 6:24
“Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan… Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Yesus tidak mengatakan bahwa uang itu jahat atau pekerjaan itu jahat.
Tetapi uang dan pekerjaan dapat mengambil tempat Allah di dalam hati manusia.

Ciri~ciri pekerjaan sudah jadi berhala atau “tuhan” kita:
* pikiran dan waktu hanya fokus soal kerja
* Kerjaan membuat kuatir dan jadi self image atau identitas kita
* Fokus pada kerjaan, sehingga tidak ada waktu untuk keluarga
* Fokus pada kerjaan Tidak Ada waktu ke gereja atau tidak punya hati untuk melayani Yesus
* Fokus pada kerjaan tetapi tidak ingat Tuhan waktu gajian/tidak memberikan persembahan yang terbaik atau tidak memberikan perpuluhan sebagai spiritual habit to worship Jesus, Our Lord & Saviour King.

In other words, Work becomes dangerous when:
* success defines our identity,
* career replaces God,
* achievement becomes our source of worth.
* forgetting the Lord in giving

We were never meant to worship work. We work
not to build our own kingdom,
but to serve Christ’s kingdom.

If Christ is not Lord over our work,
eventually work will enslave us.

@ Kristus Harus Tetap Menjadi Tuhan
Kolose 3:23 mengatakan:
“seperti untuk Tuhan.”
Pertanyaan utamanya adalah:
Siapakah tuan atas pekerjaan kita?

* Kristus?
atau
* karier?
* status?
* kekayaan?
* ambisi?

Pekerjaan menjadi penyembahan yang sejati hanya ketika Kristus tetap menjadi pusatnya.

Sebaliknya Pekerjaan yang dilakukan dengan setia menjadi penyembahan ketika Kristus tetap jadi at the center, menjadi pusatnya.

Seluruh kehidupan orang percaya berada di bawah ketuhanan Kristus” sangat khas dalam teologi Paulus menurut Moo, khususnya dalam tafsirnya atas Kolose @ The Letters to the Colossians and to Philemon
Douglas J. Moo, The Letters to the Colossians and to Philemon (Pillar New Testament Commentary), Eerdmans, 2008. ~ Bagian yang sangat relevan terdapat pada pembahasan: Kolose 3:18–4:1 (“The Lordship of Christ in earthly relationships”).
Dalam outline isi buku bahkan ada subjudul,
“The Lordship of Christ in earthly relationships”
Ini menunjukkan bahwa bagi Moo, ketuhanan Kristus bukan hanya urusan ibadah gereja, tetapi mencakup:
* pekerjaan,
* keluarga,
* relasi sosial,
* etika,
* dan seluruh kehidupan sehari-hari.

Aplikasi/ penutup

For the believer, work is not just a career or a place to earn money — it is worship offered to the Lord.”
Artinya:
“Bagi orang percaya, pekerjaan bukan sekadar karier — melainkan penyembahan yang dipersembahkan kepada Tuhan.”

Work becomes worship when you dedicate it to God and perform it with an awareness of his presence, Rick Warren. Artinya: pekerjaan bukan sekadar mencari uang, tetapi dapat menjadi tindakan ibadah ketika dilakukan bagi Tuhan.

Kita harus bertanya kepada diri sendiri dengan jujur:

* Apakah saya bekerja untuk kemuliaan Allah?
* Atau untuk identitas diri saya sendiri?
* Apakah pekerjaan saya menjadi berhala saya?
* Apakah uang mengendalikan hidup saya?
* Bagaimana cara kerja kita? Ingat prinsip kerja untuk Kristus atau prindip Coram Deo, dihadapan Allah.

*Karena apa pun yang paling mengendalikan hati kita adalah

Post a comment

X