Overcoming temptation through the Word of God

  


BurgTender / Foter

Brie fondant aux pommes et sirop d'érable :)

Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 23 September 2012

Hidup tidak pernah dipisahkan dengan masalah, namun yang kita harus perhatikan adalah bagaimana firman Tuhan bisa menolong kita dalam mengatasi kehidupan dan masalah kita. Kita mau belajar dari kehidupan Yesus Kristus bagaimana Dia menggunakan firman untuk mengatasi godaan-godaan saat Dia hidup.

Hakekat Tuhan Yesus adalah Tuhan, namun Dia membatasi diriNya sebagai Anak (manusia). Filipi 2:6-8 berkata bahwa Dia serupa dengan Tuhan tapi mengambil rupa manusia. Hanya waktu Yesus di kayu salib, keilahianNya berpisah dari Dia (saat menanggung dosa manusia).
Karena itu, sebagai godaan, Yesus adalah manusia sejati yang sama seperti kita, yang digoda setiap hari.

Baca Matius 4:1-11.

Roma pasal 5 menyatakan bahwa ada Adam pertama (Adam dan Hawa) dan Adam terakhir (Yesus Kristus). Adam pertama dicobai iblis dan jatuh karena tidak taat (di sana Iblis menyatakan firman Tuhan saat itu dan Hawa/Adam dibodohi). Mereka diusir oleh malaikat.
Adam terakhir (Yesus Kristus) tidak jatuh dan taat; bahkan disambut oleh malaikat.

Yesus dibawa ke padang gurun, kemungkinan sekitar umur 30 menurut tradisi Yahudi. Musa dan Elia pun dulu berpuasa selama 40 tahun, sama seperti Yesus Kristus. Sama halnya saat kita berpuasa atau sedang diet, kita sering dikalahkan dengan nafsu kita (saat melihat makanan yang enak-enak di depan mata). Apalagi kalau kita berpuasa selama 40 hari. Sama halnya saat kita sedang down, sedang sendiri – kita bisa melakukan apa saja yang kita mau, untuk memuaskan nafsu kita pribadi. Terutama saat kita punya “kebutuhan” – contoh Tuhan di sini adalah makan setelah rasa lapar dan puasa yang begitu lama. Mungkin kita punya kebutuhan lain yang kita rindukan saat ini atau godaan yang terus menerus kita terima dari si iblis?

Iblis seperti singa yang mengaum-ngaum, yang memperhatikan kita untuk dicobai dan diterkam. Alkitab berkata dia tidak pernah berhenti dan selalu datang ingin menghancurkan anak-anak Tuhan. Iblis senang saat kita jauh dari Tuhan, kita tidak lagi mau datang ke kelompok sel, ke gereja, atau menjaga hubungan kita pada Tuhan!

Iblis mencobai keinginan & kebutuhan Yesus (dan kita pada umumnya)!

Yesus disuruh iblis mengubah batu menjadi roti – pertanyaannya, bisakah Yesus? Bisa. Maukah Yesus? Tidak. Pertanyaannya.. kenapa batu menjadi roti dahulu? Karena Yesus sedang lapar; kebutuhan fisik yang sangat dibutuhkan.
Seperti halnya kita – kebutuhan makan, minum, pekerjaan, pasangan hidup, atau apa pun juga. Namun kita harus melihat kebutuhan ini dari sisi yang lain, bahwa belum waktunya.

Perhatikan ayat 4 (Yesus mengutip Ulangan 8:3). Ini saat orang Israel yang berteriak-teriak meminta makanan dengan keluhan, walaupun mereka sudah melihat banyak mukjijat Allah sebelumnya.

Darimana Yesus belajar firman Tuhan? Dikatakan umur 12 dia berdebat di bait Allah.
Menurut adat Yahudi, anak berumur 12 dan wanita berumur 13 dianggap sudah besar & bertanggung jawab.

Yusuf

Yusuf (suami Maria), saat tahu “tunangan” (sebenarnya sudah lebih dari tunangan namun belum disahkan dalam pernikahan) nya hamil, dia mau menceraikan Maria diam-diam. Yusuf disebut sebagai orang yang “righteous” (seseorang yang bertumbuh dalam firman Tuhan). Dengan kata lain, Yusuf adalah seorang yang belajar firman Tuhan.

Maria

Saat Maria diberitakan oleh malaikat, bahwa anaknya sebagai keturunan Daud dan menjadi raja untuk selama-lamanya, kita bisa perhatikan bahwa Maria mengerti soal Mesias dan janji-janji Allah di masa lampau. Dia juga mengerti saat malaikat membawakan beritanya bahwa tiada yang mustahil bagi Tuhan. Artinya adalah bahwa dia tahu konsep yang benar tentang Tuhan! Dia tidak membantah atau meragukannya.

Karena itu tidak heran, berdasarkan anugerahNya, Yesus lahir di keluarga ini. Ini berarti orang tuanya mengajar anak-anaknya dari kecil. Dari buku perjanjian lama juga diperintahkan sebagai orang tua supaya mengajarkan anak-anaknya cinta dan takut pada Tuhan dari kecil!

Apa maksudnya “manusia tidak hanya hidup dari roti saja?”
Manna turun dari langit pada orang Israel. Ini berarti bahwa mereka tidak bisa makan kalau belum waktunya Tuhan. Yesus mengerti bahwa orang Israel butuh makan dan ada kebutuhan, tapi Allah memberikan makanan pada waktunya, diberikan. Orang Israel harus bergantung penuh pada Tuhan yang memberikan pada mereka, tepat pada waktunya!
Itulah yang mau dikatakan Yesus – Dia lapar, Dia ingin, tapi Dia mau menunggu waktu Tuhan!

Manusia tanpa firman Tuhan, akan melakukan apa saja yang kita mau. “Ada tertulis…”, “ada tertulis…” perhatikan kata-kata Yesus saat dicobai. Ia selalu mengutip firman Tuhan di saat apa pun juga. Firman Tuhan selalu ada di pikiranNya, di hatiNya, menguasai dan memimpinNya. Apakah kita demikian?

Post a comment

X