
Pengkhotbah tamu Mie Khie Liong
Ringkasan khotbah 24 Juni 2013
Recipe of best giving
- Right understanding (kebanyakan orang melakukan hal yang “feeling good”, apa yang berasa benar)
- Right motivation
- Right action (untuk bias memberi yang terbaik)
Baca Maleakhi 1:6-8
Right Understanding
Bangsa Israel waktu itu hidup dalam kesusahan dan untuk membawa binatang atau persembahan yang terbaik, adalah sulit. Tapi Tuhan berkata bagaimana ini bisa menghormati Dia? Mengapa Tuhan mau yang terbaik? Apakah dia mau nilai yang lebih tinggi? Tidak; buktinya Yesus memuji persembahan janda miskin yang nilainya kecil. Tuhan melihat hati kita! Dari hati kita, akan terpancar bagaimana kita memberikan persembahan kita.
How do we honor God?
Tuhan adalah Tuhan yang sudah memberikan segala sesuatu buat kita, Dia memberikan diriNya di kayu salib untuk kita. Berapa yang kita beri kepada Tuhan? 10% saja? Tidak; kita berikan 100%, sepenuhnya! Semua milik kita adalah milik Tuhan, dan hidup kita seluruhnya harusnya kita persembahkan buat Tuhan.
Dari Perjanjian Lama:
- Tithing (perpuluhan) – bukan masalah 10% milik Tuhan dan 90% milikku. Karena semua adalah milik Tuhan! Dia mau setidak-tidaknya 10% diberikan untuk pelayanan Tuhan
- Year of cancelling debts (year 7) – karena semua milik Tuhan, Dia berhak mengatur semua yang kita punya
- Year of Jubilee (tahun Yobel) – setiap 50 tahun sekali
Semua yang dimiliki bangsa Israel adalah milik Tuhan, karena itu Tuhan berhak mengatur segalanya!
Dari Perjanjian Baru:
- Parable of the Talents
- Parable of the Rich Fool – kekayaan kita hanyalah sementara, bukan milik kita
WE ARE THE STEWARD (MANAGER)! Ownernya adalah Tuhan kita! Jadi kita harus manage to the best interest of God (mengelola yang terbaik untuk kepentingan Tuhan) dan suatu hari kita akan memberikan pertanggung jawaban pada Tuhan! Apakah kita manager yang baik? Apakah kita pernah memikirkan bahwa harta dunia ini bukanlah milik kita sebenarnya? Jadi sebelum memberi, kita harus mengerti dulu, siapa yang punya.
Right Motivation
(baca 1Korintus 13:3, 2Korintus 9:6-11)
a. Love
b. We express our thanks through our giving
c. We give because we have been blessed by God
Motivasi yang salah:
a. Giving is not about performance (Ananias dan Safira) – who’s who, name in the building, etc. Kadang kita memberi supaya orang tahu kita memberi banyak, dll.
b. Giving is not about being afraid of curse (banyak yang memberi untuk minta protection; contoh “kalau kita beri perpuluhan, Tuhan akan melindungi 90% dari harta kita”). Akhirnya seperti “jimat”.
c. Giving is not about wanting to be blessed more by God. Kita memberi karena ucapan syukur atas apa yang Dia sudah berikan buat kita!
Understanding God’s promise – Maleakhi 3:10-12
Jangan takut memberi karena Tuhan akan melawat kita, mencukupkan kita! Bukan berarti kita memberi dan Tuhan akan kasih berlebih, itu salah! Jadi di saat kita berkekurangan dan ada saudara kita yang lebih membutuhkan, kita tidak takut memberi karena Tuhan akan mencukupkanmu! Itulah janji Tuhan! Do not afraid to give because God will take care of you!
Janganlah salah artikan firman Tuhan, lihat konteksnya. Bukan kita menabur supaya menuai banyak! (motivasi yang salah)
Right Action
Ini ditaruh dibagian terakhir karena kita perlu untuk mengerti alasannya (pengertian yang benar) dan punya motivasi yang benar, untuk bisa melakukan hal yang benar (kebanyakan akan berjalan otomatis).
Alkitab tidak begitu jelas dan spesifik bagaimana kita mengatur harta kekayaan kita (we are manager with freedom to manage). Tapi kita punya guidelines
Guidelines dari Perjanjian Lama
– Ulangan 14:22-29: Perpuluhan untuk levites, aliens, fatherless, and the widow (tapi standard nya good to follow). Learning toward tithe and beyond (bisa lebih dari 10%)
Guidelines for Christian giving
Bill Hybel memberikan guideline yang bagus: 10-10-80
10% tithing – to the church and others. 10% saving (emergency fund, retirement, kids tuition, house, etc), 80% expense (our extra giving can come from this as God bless us more)
Radical discipleship (John Stott) – the simplicity of Christian life
– Living with less instead of more
– Downgrade instead of upgrade
– Be content with what we have
– Spend less in order to give more

