Mengalahkan kebiasaan dosa kita

  


Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 18 April 2021
Roma 6:5-14

Dosa yang dibiarkan terus menerus akan menghancurkan hidup kita perlahan-lahan, tanpa kita menyadarinya. Alkitab banyak menyebutkan soal dosa. Roma 1 menguraikan dengan jelas akan dosa.

Semua dosa merupakan sebuah penyembahan berhala!

Mungkin saat ini anda bergumul dengan kemarahan, kepahitan, pornografi, mulut yang tidak menjadi berkat, atau apa saja. Kiranya hari ini kita bisa menyerahkan nya pada Tuhan kita dan bertobat, mengalahkan sinful habit kita!

Baca Roma 6:5-14

Bagaimana mengalahkan kebiasaan berdosa kita?

[1] Fokus pada Yesus yang sudah memberikan kemenangan pada kita (ayat 5)

Baptisan sebagai simbol bahwa kita mati dan bangkit bersama Kristus; unity in Christ. Ini yang mau di tekankan oleh Paulus di ayat-ayat setelah nya (ayat 6-10).

A. Know/Mengetahui (ayat 6-10). Kita tahu ketika Yesus mati, keakuan / manusia lama kita sudah mati (hakekat dosa sudah dikalahkan).

B. Consider /Memandang Kuasa dosa sudah dikalahkan Kristus, sehingga kita harus memandangNya (ayat 11)

Di sini juga adalah kalimat imperatif/perintah pertama dalam buku Roma. Karena di saat kita tidak memandang Kristus lagi, kita akan lupa atas apa yang telah Dia lakukan di kayu salib bagi kita.

Kata “Consider” ini adalah kata yang sama yang dipakai Ibrani saat menjelaskan Abraham saat disuruh menyembelih Ishak, dan Abraham ‘consider’ bahwa anak nya bisa dihidupkan lagi oleh Allah.

Pribadi Tritunggal berkuasa dalam kehidupan kita dan memampukan kita untuk mengalahkan dosa!

The power of the Cross

Filipi 3:10 – Paulus menyadari betapa perlu nya dia akan kuasa kebangkitan Kristus bagi dirinya yang berdosa. Kita, pada umumnya, jarang memikirkan kuasa kebangkitan Kristus saat kita bergumul dengan dosa kita.

The power of the Holy Spirit

Roma 8:11 – Roh yang membangkitkan Kristus dari kematianNya itu ada juga di dalam diri kita!

The power of God

Kuasa Allah yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan mendudukkan Yesus di sebelah kanan Allah. Dan kuasa yang sama itu, sekali lagi, ada di dalam kita!

Kita adalah a creature of habit. Cara kita di asuh orang tua, atau kebiasaan yang kita lakukan sudah lama, itu akan kita bawa sampai sekarang. Kalau kita adalah pemarah, maka itu sudah dari kecil kita terbiasa marah-marah; dan sebagainya.

Tapi the power of Jesus’ ressurection mampu mengalahkan kebiasaan jelek dan dosa dosa kita!

[2] Menyerahkan, mendedikasikan hidup kita pada Tuhan (ayat 12-14)

Jangan lagi dosa dibiarkan berkuasa dalam hidup kita karena kuasa dosa sudah dikalahkan. Kita mampu untuk mengatakan “Tidak!” karena apa yang Yesus sudah lakukan pada kita.

Kita kadang terlalu lemah untuk berkata “Tidak”, karena kita masih merasa senang di dalam dosa kita. Kematian Kristus bagi kita harusnya membawa ketaatan!

Ketika kita mulai ikut Kristus, kita seharusnya memulai dengan habit/kebiasaan yang baru. Semua hidup kita diserahkan dengan ketaatan pada Kristus.

Kenapa kita bisa jadi orang Kristen lama yang tidak bertumbuh? Karena kita tidak menggantikan habit kita yang berdosa dengan habit yang baru, dan taat pada Kristus! Kita lupa dengan apa yang dilakukan Kristus atas hidup kita di kayu salib.

Habit untuk berbakti, merenungkan firman Tuhan, karakter yang baru yang dijamah Tuhan, dan sebagainya. Kita harus melupakan dan meninggalkan habit kita yang lama!

Banyak orang Kristen yang masih hidup dengan gaya hukum Taurat (ayat 14) dalam kita bertumbuh – seperti kita sedang mengaca. Karena itu membuat kita mudah untuk self-righteousness, membanding-bandingkan orang, merendahkan, menyalahkan orang lain.

Kasih karunia Tuhan selalu memberikan kita kesempatan untuk kita datang kepadaNya, dipulihkan dan menang atas dosa kita!

Refleksi: Kebiasaan buruk dan dosa apa yang kau lakukan sejak dahulu sampai sekarang? Bangkit lah, bertobat, karena Yesus sudah bangkit dan menang atas kuasa dosa!

Post a comment

X