Damai Sejahtera Kristus

  


Seri Yesus Raja Damai
Ringkasan khotbah 20 Desember 2020
Kolose 3:15

Konteks Kolose 3 berbicara soal filosofi hidup kita supaya fokus pada Kristus dan khususnya ayat 5-14 berbicara tentang penerapan bahwa manusia lama kita sudah mati bersama Kristus (kita mematikan manusia lama kita yang jahat) dan kita mengenakan manusia yang baru bersama Kristus.

Dan ayat 15 lalu diberikan pada kita; bagaimana damai Kristus bekerja dalam kehidupan kita, dalam relasi kita satu dengan yang lain.

[1] Damai sejahtera dari Kristus

Kalau kita tidak fokus pada damai Kristus, maka kita akan mencari damai kita pada yang lain.

Paulus dalam Kolose menekankan damai Kristus sedangkan dalam Filipi 4:7, Paulus menekankan damai Allah; menunjukkan Kristus yang sederajat dengan Allah.

Yohanes 19:27 – damai yang diberikan Kristus berbeda dengan damai yang dunia berikan. Damai dunia bisa berubah dalam sekejap, dan tidak powerful dibandingkan dengan damaiNya!

Apa yang kau cari ketika ditimpa masalah yang besar untuk menenangkan hatimu? Apa yang kau lihat akan mempengaruhi hatimu, dan itu akan mempengaruhi sikapmu.

[2] Pengaruhnya atas hidup kita

”Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu”; dalam hati terlebih dahulu. Kita tidak bisa mengontrol orang lain dan situasi, tapi kita bisa mengontrol hati kita!

Ketika damai Kristus memerintah dalam hati, kita akan tenang selalu. Istilah hati yang diberikan Paulus bukan diartikan sebagai perasaan, tapi pusat dari pikiran dan perasaan (jadi tidak diatur situasi dan kita aktif berpartisipasi untuk mengambil sikap).

Ketika ada bentrokan satu sama lain, disitulah ada pertanyaan “Siapa yang sedang mengontrol hatimu?” “Seberapa jauh Kristus berkuasa dalam hidupmu?”. Kalau kita mengikuti ego kita, maka kita tidak akan pernah merasa damai, dan akan terus penuh kekesalan atau kepedihan.

Kita tidak bisa mengontrol yang di luar, tapi taat dan aktiflah membiarkan Kristus mengontrol yang di dalam (hati dan pikiran kita).

[3] Pengaruh Damai Sejahtera Kristus pada yang lain

Kolose 3:15 dimulai dengan hati kita (diri kita terlebih dahulu), baru pada yang lain (“…kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh”). Tekanan bukan pada panggilannya, tapi pada kesatuan dalam satu tubuh Kristus; pada tindakan unity.

Banyak suami istri ingin mesra (tujuan) dan fokus di sana, tapi sebenarnya bukan itu tekanan nya, tapi atmosphere/manner yang dibuat untuk tujuan tersebut. Kita yang harus menjaga nya dan ketika damai Kristus berkuasa atas hidup kita, maka tidak akan ada permusuhan.

Dan dari hati->orang lain->situasi. (“Dan bersyukurlah…”; “hendaklah kamu senantiasa bersyukur dalam situasi apa pun juga”). Damai Kristus juga memberikan ketenangan ketika menghadapi masalah.

Dalam Yohanes 20, Kristus menguatkan dengan perkataan “Damai sejahtera bagi kamu!” selama tiga kali pada para murid yang gelisah dan takut.

Kedamaian apa yang kau cari dalam dunia ini?

X