Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!

  


Seri Jesus Lives
Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 2 Mei 2021
Filipi 4:4

Ayat ini mungkin membuat kita bertanya-tanya, apakah mungkin untuk kita bisa bersuka cita senantiasa? Kita bisa melihat terjemahan apa saja, tapi kata itu akan tetap sama makna nya: always, senantiasa, dll.

[1] Sukacita sebagai gaya hidup yang tidak bergantung pada sikon (situasi dan kondisi)

Bersukacitalah = kalimat perintah (tidak tergantung kondisi dan perasaan kita), bentuk present (now, gaya hidup), always (continue without ceasing).

Tapi bagaimana dalan situasi yang sulit seperti ada orang dekat meninggal? Dipecat dari pekerjaan? Di jatuhkan orang? Bagaimana kita bisa bersuka cita dalam hal-hal demikian? Kalau kita lihat, bahkan Yesus pun menangis melihat Maria dan Martha saat Lazarus meninggal.

Kita tidak bisa fokus pada hal-hal yang bisa berubah; seperti pasangan yang cantik, atau bisnis/pekerjaan yang sukses. Jadi suka cita kita tidak bisa di dasarkan pada orang dan situasi, karena itu merupakan sebuah kebodohan!

[2] Yesus Kristus sumber suka cita (Rejoice in the LORD)

The LORD = sebuah bentuk artikel, “THE person” –  menunjuk pada Dia yang berkuasa; juga dipakai di ayat 5 yang menunjukkan Yesus yang akan datang. Jadi dasar dari suka cita kita adalah sumber suka cita = Yesus Kristus.

There is no other source of joy; tidak ada pilihan. Karena ini kalimat perintah, ini berarti kita disuruh memilih: mau taat, atau tidak taat. Sayangnya banyak orang Kristen yang salah memilih, memilih untuk tidak taat dalam situasi sedih atau susah.

Di situasi yang sulit itu lah test nya! Apakah kita taat? Adakah suka cita dalam Kristus yang menjadi kepuasan jiawa kita? Karena saat situasi enak, tentu akan sangat mudah untuk bersuka cita dalam Tuhan.

Perhatikan, bukan bersuka cita “karena”, tetapi “di dalam”; jadi bukan kita bersuka cita karena orang terdekat kita meninggal atau bisnis kita hancur, tetapi di tengah situasi menyedihkan dan situasi sulit, kita bersuka cita karena kita bisa tenang dan suka cita di dalam Kristus! Mengucap syukurlah “di dalam” segala sesuatu, bukan “karena”.

Jadi tentu kita bisa menangis dan sedih tapi di tengah situasi itu, jangan sampai keadaan itu begitu menguasai hati kita sampai kita lupa bahwa kita punya Kristus yang menjadi sumber suka cita kita!

Lihat Lukas 2:10-12 – Yesus yang lahir adalah sumber dari segala suka cita; glorious joy.

Blaise Pascal: “There is a God-created vacuum in the heart of every man which cannot be satisfied by any created thing, but only by God the Creator, made known through Jesus Christ.”

[3] Sukacita dalam Yesus Kristus memberikan “benefit” yang besar

Riset dunia menunjukkan bersuka cita memberikan kesehatan, produktivitas dan keberhasilan.

Tapi terlebih penting, secara prinsip dalam firman Tuhan:

– Mudah mengasihimemberikan kekuatan!
Kekayaan dalam Kristus bisa membuat kita bisa mengasihi orang lain seperti Kritus dan tidak selalu fokus pada diri sendiri

– Lebih murah hati
Zakeus dahulu fokus kekayaan dan tidak perduli dikucilkan bangsa nya, yang penting mengumpulkan harta banyak. Ketika bertemu Kristus, suka cita dalam Kristus mengubah dia. Karena dia mendapatkan kekayaan di dalam Kristus, harta yang lebih bernilai dari apa pun juga di dunia ini.

– Memberikan kekuatan
Nehemia 8:10 menasihatkan untuk jangan sedih hati karena suka cita dalam Kristus adalah kekuatan kita. Dalam suka cita Kristus, kita bisa melihat ke depan dengan penuh pengharapan!

The joy of the LORD is your strength!

X