“Bapa, ampunilah mereka”

  


Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 21 Februari 2021
Seri 7 perkataan terakhir Yesus di kayu salib
Lukas 23:34-38

Perkataan terakhir seseorang di akhir hidupnya biasanya dinanti-nantikan oleh keluarga dan sanak terdekat.

Kalimat pertama yang Yesus katakan adalah: “Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”.  Yesus memulai dengan “Bapa”, dan kalimat terakhirnya (yang ke-7) pun di akhiri dengan “Bapa”.

Baca Lukas 23:34-38.

Dalam sejarah, diceritakan sudah ada puluhan ribu orang di salibkan pada waktu itu oleh kerajaan Roma. Salib merupakan suatu lambang supaya orang tidak main main dengan kerajaan Roma; mati tragis yang penuh kesengsaraan.

Orang yang disalib (biasanya orang yang jahat) harus membawa salibnya sendiri ke tempat untuk disalibkan.

Yesus berada di kayu salib sekitar 6 jam di dalam kesengsaraannya, dan juga dipermalukan.

Bandingkan momen tersulit di dalam hidup saudara, lalu bandingkan dengan penderitaan Yesus Kristus untuk menebus dosa kita! Tuhan tidak menggerutu, mengeluh, atau bahkan menyerah dan putus asa. Malahan ditemukan kasih yang begitu besar!

Ketika kau sakit hati, kesepian, terluka, apakah hati dan respon mu sesuai dengan karakter sang Bapa? Atau dipenuhi dengan kebencian? Keintiman relasi Yesus dengan Bapa membuat Dia kuat dan hati yang penuh kasih, karena Dia tahu Dia harus mati untuk menebus dosa manusia!

Yesus sudah mengajarkan untuk mengampuni, mengasihi musuh tapi orang banyak belum melihat Yesus melakukannya. Tapi di kayu salib, mereka bisa melihatnya.

Perkataan Yesus ini juga mengingatkan gerejaNya mengenai kebutuhan dasar terbesar manusia atas pengampunan dosa. Menariknya, orang yang terluka hati nya pun juga sebenarnya membutuhkan pengampunan (yaitu mengampuni orang yang sudah melukai dirinya).

”Ampunilah mereka…”. Siapakah “mereka”? Dalam konteks dekat tentunya para prajurit Roma waktu itu yang tidak tahu siapa Yesus, orang banyak yang mengolok dan menyuruh membunuh Yesus, pemerintah waktu itu (Pilates, Herodes), dan pemimpin-pemimpin agama yang menghasut dan membunuh Yesus.

Tetapi dari sisi teologi, kita lah, manusia yang berdosa yang membunuh Yesus! Kita lah yang menyalibkanNya! Ketidak tahuan bukan berarti kita tidak bertanggung jawab. Kita semua bertanggung jawab atas dosa kita!

Berita kayu salib adalah berita terindah tapi tidak akan menjadi pembaharuan bagi kita kalau kita tidak mengubah konteks “mereka” di perkataan Yesus ini. Orang yang menyadari diri nya adalah orang berdosa akan diubahkan oleh Kristus (seperti penjahat di sebelah salib Yesus dan tentara Roma setelah Yesus mati).

Doa Yesus Kristus ini untuk kita juga! Dan ketika kita sungguh-sungguh menyambut kasih Krisus untuk kita ini, itu akan memperbaharui jiwa kita untuk bisa mengampuni orang yang sudah melukai hati kita!

Allah Bapa sudah mengampuni kita melalui pengorbanan Kristus di kayu salib. Sudah seharusnya kita juga bisa mengampuni orang yang bersalah pada kita (yang tidak sebanding dengan dosa kita di hadapan Allah yang Maha Kudus!)

 

X