“Allahku, Allahku, Mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

  


Seri 7 perkataan Yesus di kayu salib
Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 14 Maret 2021

Ketika seseorang yang sangat kita kasihi meninggalkan kita, maka kita akan merasakan kesedihan yang luar biasa. Perasaaan ditinggal, dibiarkan sendirian adalah sebuah perasaan yang memilukan dimana setiap dari kita pernah dan bisa merasakannya.

Yesus terkatung-katung di kayu salib namun Dia tidak mengeluh dan self-pity, tapi merenungkan Mazmur 22 (ditulis Daud; sebuah ratapan – ungkapan hati yang jujur melihat situasi). Daud menyatakan isi hati nya yang merasa seperti ditinggal Tuhan (abandonment) dan ada penyelematan (rescue), dan pengangkatan (exultation). Kita ingat doa pergumulan Yesus di taman Getsemani di Lukas 22:42-44 juga.

Ungkapan yang Yesus katakan di kayu salib ini juga diungkapkan oleh Daud dalam Mazmur 22 (sebuah nubuatan pada Mesias yang akan datang).

“This is a cry of distress, not of distrust”  – Arthur Pink.

Lalu apa maksud perkataan Yesus ini? Mari kita buka Markus 15:33-34.

[1] Bukan hanya bergumul soal penderitaan mental dan fisik

Yesus dikhianati, dihakimi, dipermalukan, ditinggalkan murid-murid, di siksa. Secara fisik Yesus juga di dera, di beri makhota berduri, memikul salib, dan disalibkan selama 6 jam.

Tapi saat Yesus berkata seperti ini, itu karena:

[2] Yesus tahu Allah menyatakan murkaNya terhadap dosa manusia pada diriNya

Murka Allah terhadap dosa: Roma 1:18, Roma 5:9, Yohanes 3:36.

Yesus sehakekat Allah, mengambil jubah manusia. Dan Dia tahu “cawan yang harus Dia minum”, dan Yesus harus memikul murka Allah.

Murka Allah di timpakan pada manusia yang berdosa (Roma 1:18), sehingga manusia harus mati. Dalam 1Tes 5, murka Allah dihubungkan dengan “hari Tuhan”, dimana Yesus datang lagi menghakimi seluruh dunia – sampai kepada penghukuman kekal. Tapi dalam Roma 5:9 di katakan bahwa kita akan diselamatkan dari murka Allah karena darah Kristus.

Yesus datang ke dunia supaya murka Allah dituangkan padaNya di kayu salib – dimana kesucian, keadilan Allah bersatu dengan kasihNya pada manusia.

Bagi orang berdosa yang tidak percaya pada Kristus, murka Allah akan tetap pada mereka (Yohanes 3:36).

Yesus berkata bahwa Dia dan Bapa adalah satu adanya, tapi di kayu salib, Dia terpisah karena dosa manusia yang ditimpakan padaNya, karena bersentuhan dengan dosa.

[3] Karena Yesus memikul dosa kita (1Yohane 2:2, 1Yohanes 4:14, 1Tim 2:5-6, 2Kor 5:21)

Yohanes 3:16 menyatakan bagi mereka yang percaya padaNya, maka tidak akan binasa!

Di kayu salib, Yesus ingin menunjukkan murka Allah yang di tumpahkan kepadaNya karena kebobrokan manusia, dan supaya kita bisa disambut oleh Bapa.

 

X