You must be born again

Stephanus Pradhana
Yohanes 3:1-16

Rekaman Praise & Worship

Why do we need to be born again?

Tanpa kelahiran baru, kita tidak akan dapat melihat, apalagi masuk dalam kerajaan Allah (lihat ayat 3 & 5). Dalam injil Yohanes, kerajaan Allah sering di kaitkan dengan kehidupan kekal selama-lamanya bersama Yesus. Tapi apa maksudnya “melihat” kerajaan Allah?

Arti melihat ini bukan arti literal, tapi mengerti dengan maksudnya. Jadi, tanpa kelahiran baru, seseorang tidak dapat mengerti kerajaan Allah; tidak dapat mengakui dan percaya Yesus sebagai Juru Selamat. Lihat Yohanes 20:30-31. Fungsi dari mukjijat-mukjijat adalah menunjukkan bahwa Yesus anak Allah dan di dalam Dia ada hidup yang kekal.

Di perikop kita hari ini, Nikodemus sudah melihat tanda-tanda yang Yesus lakukan, namun dia melihat Yesus hanya sebagai seorang guru yang diutus Allah. Dan sedihnya sampai saat ini, masih banyak orang Kristen yang melihat Yesus sebagai guru moral, yang mengajarkan bagaimana kita bisa hidup, bukan Kristus sebagai sang Mesias, anak Allah. Ini sama saja dengan Nikodemus bukan? Dan itu berarti kita harus dilahirkan kembali, seperti Nikodemus!

Menarik bahwa dalam injil Yohanes, hanya Nikodemus yang di tantang untuk lahir baru oleh Yesus (wanita Samaria yang berzinah di Yohanes 4 tidak ditantang Yesus untuk lahir baru). Lalu kenapa Nikodemus harus diperintahkan berulang-ulang supaya dia lahir baru? Hal ini karena wanita Samaria itu sudah tahu dia orang yang berdosa dan perlu dilahirkan kembali; tapi Nikodemus dengan latar belakang orang Yahudi dan “hidup benar”, berpikir dia bisa masuk dalam kerajaan Allah.

Nikodemus adalah seorang Farisi (orang yang panutan, pemimpin agama waktu itu), dan diperkirakan dari keluarga Yahudi kelas atas. Dia menjalankan ibadah sungguh-sungguh, dan posisi yang dihormati. Karena ini semua lah, Nikodemus tidak pernah berpikir bahwa dia orang yang berdosa yang butuh untuk dilahirkan kembali (karena perbuatan-perbuatan baiknya, karena banyak orang Yahudi yang hidupnya bobrok, dll).

Leon Morris: “In one sentence, he sweeps away all that Nicodemus stood for, and demands that he be remade by the power of God”.

Kita terutama yang lahir di keluarga Kristen, atau rajin ke gereja dari kecil, sering punya 1 kekurangan: kita tidak ada keyakinan akan keberdosaan kita yang butuh anugerah Tuhan. Kita sering melihat diri kita relatively good, dibandingkan dengan orang lain di sekitar kita. Kita sering melihat konsep lahir baru adalah hanya untuk orang-orang dunia di luar sana yang tidak mengenal Yesus Kristus. Pertanyaan refleksi buat kita: Sudah kah kita dilahirkan kembali? Kenapa kita pergi ke gereja?

What is born again?

Lahir baru artinya dilahirkan ulang, dilahirkan lagi. Kelahiran baru mengindikasikan transformasi yang radikal, sesuatu yang baru, bukan sekedar “renovasi”. Kelahiran baru bisa di ibaratkan dengan sebuah komputer yang sudah terkena virus ganas yang tidak bisa lagi dibetulkan, sehingga harus di format ulang. Hati setiap manusia perlu di re-format, di lahirkan kembali!

Kelahiran baru diparalel kan dengan kelahiran dari air dan Roh (ayat 5). Apa arti kelahiran air dan Roh? Dalam kitab Yehezkiel 36:25-27, ada sebuah janji pembaharuan yang dijanjikan untuk bangsa Israel, yang penuh dosa dan memberontak terhadap Tuhan (bahkan membunuh nabi nabi yang diutus untuk mengingatkan Israel untuk bertobat). Tuhan berjanji Dia akan turun tangan sendiri (“I will”) untuk membersihkan hati nurani dari dosa, memberikan hati dan roh yang baru (menggantikan hati yang keras menjadi hati yang taat), dan memberikan Roh nya bagi kita

Kelahiran baru dari air dan Roh: Ini artinya adalah pembaharuan rohani dari dalam, dimana Tuhan membersihkan hati manusia dari kenajisan, dan mengubah hati manusia yang keras menjadi lembut.

How can we be born again?

Kata lahir baru berasal dari kata asli nya yang punya dua arti: (born again, dan born from above). Ini artinya kelahiran baru adalah pekerjaan dari atas, dari Allah, tidak ada kontribusi dari manusia sama sekali. Dan ini yang Nikodemus tidak mengerti (ayat 4) – jawaban Yesus ada di ayat 6.

Ayat 8 menunjukkan pekerjaan Roh Kudus:

The supernatural work of the Spirit cannot be controlled by human beings

Angin tidak bisa diatur, bekerja sesuai kemauan nya sendiri (tidak ada manusia yang bisa mengaturnya). Pekerjaan Roh Kudus melahirkan baru seseorang tidak bisa dikontrol oleh manusia (seorang pengkhotbah yang super hebat pun tidak bisa melahirkan baru kita, kecuali melalui peranan Roh Kudus!). Ini membuat kita rendah hati (dalam menginjil) dan bersyukur karena kita tahu ini semata-mata pemberian Allah, bukan karena seseorang dalam hidupmu!

The supernatural work of the Spirit is often mysterious and unseen

Mungkin ada dari kita yang disadarkan akan keberdosaan kita dan mengikut Kristus dengan cara yang misterius pada suatu saat. Ada juga dimana Roh Kudus bekerja secara perlahan-lahan dalam hidup kita dan akhirnya kita semakin percaya kepada Tuhan. Itu semua indah dan sama!

The supernatural work of the Spirit is revealed by its effects

Kita tidak bisa melihat, tapi kita bisa melihat dari buahnya/dampaknya (kita tidak bisa melihat angin, tapi kita bisa melihat dampaknya). Saat Roh Kudus bekerja, ada hidup yang di transformasikan!

Ketika kita berbicara transformasi hidup, itu berbicara tentang total transformation, dan tidak bisa dilakukan tanpa ada nya kelahiran baru. Kalau dulu kita memikirkan tentang diri sendiri, sekarang kita berubah cara pikir dan keinginan hati kita, supaya sejalan dengan firman Tuhan dan keinginan/kehendak Tuhan. Kita tidak lagi mengejar kepuasan diri sendiri dari dunia ini, tapi suka cita dan kepuasan dalam Kristus! Kita mulai ada kerinduan untuk mencari Tuhan, untuk bersekutu dengan Tuhan. Dan perilaku dan karakter kita pun diubahkan semakin hari semakin seperti Kristus.

Bagi kita yang sudah merasa lahir baru, apakah ada efek dari pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita? Behavioural improvement can be misleading! Itu tidak bisa menjadi bukti bahwa kita sudah dilahir barukan.

Kelahiran baru menghadirkan transformasi dalam setiap aspek hidup kita. Tapi Roh Kudus tidak hanya bekerja untuk melahirbarukan kita. Tapi Dia akan terus bekerja dari hari ke hari untuk mengubah kita semakin seperti Kristus. Itu adalah titik awal, bukan titik akhir!

Kalau kita perhatikan ayat 9, Nikodemus masih ragu, dan Yesus mengungkapkan dalam ayat 10-12 mengapa Nikodemus (dan kita) masih ragu dan tidak percaya. Yesus meyakinkan bahwa perkataanNya benar karena Dia adalah Anak Manusia yang turun dari surga.

Ayat 14-15 menunjukkan bahwa kelahiran baru itu dimungkinkan karena pengorbanan Kristus. Yesus membandingkan pengorbanan Kristus dengan pilar ular dalam Bilangan 21; Seperti bangsa Israel, kita semua adalah orang berdosa yang memberontak dan hati kita sudah dikuasai oleh dosa (sehingga apa pun yang kita lakukan sudah tercemar oleh dosa). Dan kita layak dimurkai Tuhan, dan upah dosa adalah maut.

Dan Tuhan memberikan jalan keluar bagi kita (Yohanes 3:16), siapa pun yang memandang Nya, yang melihat Kristus, tidak akan binasa dan mendapatkan pengampunan! Siapa pun yang percaya kepadaNya, akan mendapatkan hidup yang kekal.

X