When you are depressed

Vincent Wong
Ringkasan khotbah 28 Januari 2018

Rekaman Praise & Worship

Depresi sangat umum terjadi pada setiap orang, tidak hanya pada orang orang yang gagal bisnis atau aktris aktris yang kesepian. Tapi apa sih depresi itu sebenarnya?

Dari beyondblue.org.au (yayasan yang fokus menangani orang-orang yang depresi): While we all feel sad, moody, or low from time to time, some people experience these feelings intensely, for long periods of time (weeks, months, or even years) and sometimes without any apparent reason.

Jadi bukan hanya sekedar mood jelek yang biasanya hilang dalam beberapa jam atau sehari, ini suatu keadaan yang lebih intense.

Apa yang menyebabkan depresi?
Para ahli-ahli masih menyebutkan penyebab depresi sangatlah kompleks, karena penyebab nya berbeda satu sama lainnya, tapi biasanya ada 2 kategori besar:

– Reaktif (ada sesuatu yang menyebabkan depresi): stress, dosa, penyakit yang menyebabkan reaksi kimia di otak sehingga mudah terkena depresi
– Endogenous: keturunan, pembawaan, seperti personality melankolis

Pandangan depresi yang salah: kalau depresi, orang itu pasti sedang berdosa berat, atau ada masalah keluarga yang kritis. Kebanyakan malah orang jatuh ke dalam depresi dulu, lalu melakukan dosa.

Di dalam alkitab banyak tokoh alkitab yang menjalani depresi (walaupun kata depresi belum ada dipakai saat itu): Ayub, Elia yang dikejar-kejar dan mau mati saja, Musa saat menghadapi orang-orang Israel, Yesus di taman Getsemani. Dan dalam Mazmur hari ini juga sama (Mazmur 42). Orang depresi umumnya hanya melihat sisi negatif, sama seperti di Mazmur ini.

Mazmur 42 & 43 sebenarnya ditulis menjadi satu bagian.

Mazmur 42: The Condition

A. Jiwa yang haus pada Allah (ayat 2-3)

Haus di sini seperti seekor rusa yang dikejar musuh-musuhnya sampai berasa kering (jadi lebih berkonotasi negatif).
B. Tuduhan musuhnya (ayat 4)
Ayat ini juga diulang lagi ayat 11 -> mengejek Allah nya sudah tidak ada lagi bersama pemazmur. Pemazmur sampai tidak ada lagi nafsu makan dan minum.
C. Teringat masa lalunya (ayat 5)
Pemazmur mengingat masa lalu dimana dia bisa datang ke bait Allah (kemungkinan besar pemazmur ini sedang mengungsi sehingga jauh dari bait Allah di Yerusalem), dibandingkan dengan saat ini.
D. Tuhan tidak menjawab doanya (ayat 10, 43:2)

Mazmur 42: The Cure (bagaimana si Pemazmur bisa keluar dari masalahnya)
A. Bertanya pada dirinya sendiri (ayat 6a)
B. Mengingatkan diri kepada siapa Allah yang dia sembah (ayat 6b) – suatu pengharapan pada Allah yang pasti menepati janjiNya.

Siapakah Tuhan yang kita sembah?

– Immutable: Tuhan yang tidak pernah berubah (gunung batuku)
– Our Refuge: pelindung
– Our Source of Joy
– Sovereign God (ayat 9); Tuhan yang berdaulat
– Powerful
– Faithful
– Saviour (Tuhan penolongku)

Bagaimana dengan kita saat kita tertekan dalam masalah masalah? Ingatkan lah diri kita yang sedang depresi pada:

– Tuhan yang mampu dan mau menolong kita (Roma 8:31-39). Iblis tidak bisa mengambil kita dari tangan Tuhan kita, tapi dia bisa memperlamban kita, menggoda kita untuk berpikir yang salah
– Tuhan yang bersimpati dengan masalah yang kita alami (Ibrani 4:15-16). Tuhan Yesus juga pernah merasakan penderitaan yang kita alami di kehidupan ini: kelaparan, kesedihan, penderitaan, depresi (“HatiKu sangat sedih, seperti mau mati rasanya”).

Depresi bukan lah sesuatu masalah yang spesial, tapi bisa dialami oleh siapa saja. Tapi juga bukan masalah yang ringan, jadi kita harus menopang saudara saudara kita! Ingatkan pada diri kita, dan satu sama lain, Tuhan apa yang kita sembah!

Terkadang depresi dibiarkan Tuhan terjadi, untuk kemuliaan namaNya. Tapi kita tetap punya Tuhan yang besar dan berkuasa, yang mampu menolong kita pada saatnya. Bahkan di saat kondisi kita tidak berubah, Tuhan tetap lah sumber suka cita dan pengharapan kita!

Dia yang sudah rela memberikan Kristus di kayu salib untuk menebus kita, Dia pasti juga mampu untuk menolong kita

X