When unexpected things happen in your life

Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 14 Januari 2018

Rekaman Praise & Worship

Kita bisa tidak punya uang, tidak punya pasangan hidup, tidak punya apa apa, tapi asalkan kita masih ada pengharapan, kita masih bisa hidup. Apa yang terjadi ketika kita tiba-tiba di dalam hidup kita ada masalah yang berat datang? (Bisa karena perbuatan kita di masa lampau, attitude kita yang salah, dosa kita, atau apa pun juga); apakah kita menyalahkan orang lain? Menyalahkan Tuhan?

Namun kadang ada juga masalah yang datang bukan karena kesalahan kita, yang datang dengan tiba-tiba dan mendadak? Kita di diagonis penyakit yang parah, atau kecelakaan tragis yang terjadi pada orang terdekat kita? Bagaimana reaksi kita?

Absalom, anak Daud, melakukan kudeta pada Daud, ayahnya, dan rajanya. Ketika adik Absalom, Tamar, diperkosa oleh Amon (dari istri Daud yang lain), Absalom membunuhnya, dan dia pun pada akhirnya membenci Daud (dalam1Samuel 2 13-15), merencanakan kudeta selama 4 tahun, dan akhirnya mendeklarasikan diri sebagai raja (Daud tidak menyangkanya).
2Samuel 13 menuliskan Daud dan orang2 lain nya melarikan diri ke arah bukit Zaitun, menangis dan ketakutan (bahkan dituliskan Daud tidak memakai kasut) saat mendengar Absalom dengan tentara dan sekutu nya menuju ke istana. Dalam suasana yang kaget tidak terduga ini, Mazmur 3 ini ditulis oleh Daud

Mazmur ini disebut Mazmur ratapan, lamentation. Baca Mazmur 3.

Problem (ayat 1-3)
Solution (ayat 5-6). Bagaimana kita bisa tidur tenang seperti Daud? Umumnya kita akan susah tidur, memikirkan masalah yang kita hadapi, tidak bisa seperti Daud! Ini karena, lihat ayat 3-4, keyakinan Daud pada Tuhan Allahnya!

How to face unexpected things happening to your life?
Our knowledge and conviction on His Character and Abilities will determine our response in those situations! Saat masalah kita makin besar, kita harus membesarkan karakter dan kemampuan Tuhan!
Energi Daud tidak habis menyesali diri atau habis di dalam masalah yang dia pikirkan terus menerus. Kesedihan dia tidak di pendam atau di sesali terus menerus, tetapi dia bawa ke hadapan Tuhan (seperti hal nya Ayub)! Di tengah masalah berat yang tiba-tiba ini, dia fokus dan membesarkan Tuhan lebih dari masalah nya.

Respon kita banyak bergantung pada pandangan, pengetahuan, dan keyakinan kita pada Tuhan!

Apa pengetahuan dan keyakinan Daud pada Tuhan?
A. Tuhan adalah perlindungannya (ayat 3a)
Di tengah-tengah tentara, panglima, dan penasihat yang menghianati dia dan ikut Absalom, dia menyandarkan diri nya pada Tuhan sebagai perlindungannya! Kalau kita menyandarkan diri kita pada perlindungan dan pertolongan orang atau harta benda di dunia ini, kita akan kecewa! (Karena itu semua bisa berubah dalam sekejap!).

Kita sering membanggakan hal-hal di dunia ini, padahal itu semua tidak pasti (bisnis bisa bangkrut dalam sekejap, kesehatan bisa hilang sewaktu-waktu, penampilan dan orang bisa berubah). Ketika seseorang punya kekayaan, kepintaran, posisi, penampilan, umumnya tidak akan atau jarang menyandarkan dirinya pada Tuhan! Daud mempunyai ini semua, tapi kita lihat ketika dia di timpa masalah, dia langsung lari kepada Tuhan!

B. Kedaulatan dan ke-Maha Kuasa-anTuhan (verse 3b)

“Engkaulah kemuliaanku yang mengangkat kepalaku”. Daud tahu Tuhan berkuasa atas segalanya. Kesedihan kita akan masalah yang tiba-tiba datang, umumnya tidak membuat kita berpikir yang baik tentang Tuhan. Semakin kita memikirkan masalah kita terus menerus, semakin itu akan menyedot kita!

Tapi di saat kita mengerti dan menyakini bahwa apa pun yang kita miliki saat ini adalah milik Tuhan dan hak Tuhan, yang bisa diberikan dan diambil kapan saja, kita bisa tenang saat ada apa pun terjadi! Kita bisa tenang karena Tuhan kita berdaulat, berkuasa, dan meyakini bahwa Dia tidak pernah merencanakan hal yang menghancurkan!

Respon kita dalam masalah banyak tergantung dari keyakinan kita pada Tuhan!

Daud berteriak (“cried out”, “cried aloud”) – suatu permohonan doa, ketergantungan mutlak kepada Tuhan. Sering kita berdoa tidak dengan sikap seperti ini; hanya ketika kita tidak ada jalan keluar lagi, baru lah kita “cry out” to God bukan?

Dalam ayat 4, di tulis “I cried aloud to the Lord, and He answered me from His holy hill (bukit Zaitun)”. Ini di tulis dalam bentuk past tense – kapan Daud menangis dan sudah dijawab? Padahal waktu itu ditulis, masalah Daud belum selesai. Ini yang menarik:
Waktu itu, penasihat Daud ada 2 setidaknya, dan 1 penasihat nya (Ahitofel) ikut Absalom. Dalam 2Samuel 15:30-31, Daud berdoa berteriak pada Tuhan supaya nasihat Ahitofel pada Absalom gagal. Penasihat Ahitofel pada Absalom adalah:

– Menyuruh meniduri semua gundik gundik ayah Absalom (Daud).
– Menyuruh Absalom memberikan dia belasan ribu tentara untuk mengejar Daud dan membunuhnya. Ini nasihat yang tidak dituruti Absalom – dan membuat Daud bisa selamat.

Daud tahu Tuhan menjawab doa nya saat dia berlari, dan dia bisa selamat.

Yang sering terjadi adalah ketika masalah datang, kita ingin Tuhan menjawab dan langsung menolong kita. Tapi di tengah-tengah proses masalah, Tuhan sebenarnya sudah menjawab, menolong karena Dia ada di dalam seluruh proses dan masalah itu. Dia beserta kita selalu.

Saat masalah besar datang, jangan menyesali diri dan fokus pada masalah yang besar itu, tapi besarkan karakter Tuhan kita yang hidup dan berdaulat dalam hidup kita! Dia lah perlindungan dan kemuliaan kita! Dia menjawab doa kita selalu!

X