Transformation

Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 17 September 2017

Rekaman Praise & Worship

Kita selalu merindukan untuk mengalami perubahan, pertumbuhan dalam hidup – apakah itu di dalam rumah tangga kita, atau kita secara umumnya sebagai anak Tuhan. Lalu bagaimana kita bisa terus menerus diubahkan supaya semakin menyerupai Kristus?

Roma 12:2.
Ayat ini merupakan rangkaian dari ayat sebelumnya, yaitu sebuah kalimat perintah (dalam Roma 12:1). Roma 1-11 menjelaskan mengenai berita keselamatan dalam Yesus Kristus, tentang doktrin manusia yang berdosa yang dibenarkan melalui darah Kristus (teologi, pengetahuan, informasi). Pasal 12:1-16 merupakan sebuah penerapan dari Roma 1-11 -> dari informasi menjadi transformasi.

Keputusan kita dalam ikut Yesus dan mengabdi padaNya, tidak hanya terjadi sekali pada saat kita pertama kali mengambil keputusan itu, tapi untuk seumur hidup.

Gaya hidup kita tidak terbentuk hanya sekali jadi, tetapi dari kebiasaan yang kita lakukan sejak dahulu. Kebiasaan dan behaviour kita yang dari dulu sudah ada (misalnya kebiasaan menonton pornografi, mudah tersinggung, suka merendahkan orang, dll), bisa terbawa bahkan pada saat kita mengambil keputusan untuk mengikut Yesus. Masa lampau kita akan mempengaruhi identitas kita.

Setelah kita menjadi anak Tuhan, Paulus menjelaskan dalam Roma 3 bahwa kita sudah ditebus dan diberikan identitas yang baru di dalam Tuhan! Dan karena identitas kita baru, maka seharusnya kita mempunyai behaviour yang baru! (Kolose 3, Efesus 4 juga menuliskan bahwa kita harus mengenakan manusia yang baru dan meninggalkan manusia lama kita!). Kita harus ada transformasi!

Bagaimana bisa ada transformasi?

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini (“Do not be conformed to this present world”)

Istilah dunia dipakai banyak dalam alkitab, yang bisa berarti:
– kosmos (ciptaan)
– orang (seperti dalam Yohanes 3:16)
– gaya dan prinsip hidup (1Yoh 2:15); ini juga yang dimaksudkan dengan Roma 12:2: Jangan lah menjadi serupa dengan apa yang dulu kamu lakukan, filosofi dunia ini yang bertentangan dengan firman Tuhan!

Istilah serupa yang dipakai di sini adalah dari kata yang berhubungan dengan penampilan luar, skema dunia ini. Iblis dan roh roh jahat bekerja melalui dunia dan daging kita.

Gaya hidup dunia/Konsep dunia:
[a] Tidak ada kebenaran mutlak (no absolute truth): “saya ingin..”, “kalau saya rasa itu baik…”, dll.
[b] Kenikmatan / self pleasure
Surat Ibrani memerintahkan kita supaya tidak mengikuti Esau, yang saat itu kelaparan dan menjual hak sulungnya pada adiknya, Yakub, dengan mudahnya hanya untuk kerakusan.
[c] Penampilan luar / outside appearance (1Samuel 16:7)
Hal ini mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam hidup ini!
[d] Shortcut (growing/success without sacrifice & discipline)
[e] Suffering is not blessed by God (i.e victim mindset): “kalau ada kegagalan atau penderitaan hidup, itu berarti iman kecil atau kita tidak diberkati Tuhan/tidak dikasihi Tuhan”.
Padahal Alkitab mengajarkan penderitaan adalah bagian dari kekristenan, jadi jangan sampai kita salah konsep dan melihat Tuhan tidak baik dalam hidup kita.

Berubahlah oleh pembaharuan budimu (Be transformed by renewing your mind)

Kita mau ada perubahan dalam hidup kita, bukan? Ayat ini menunjukkan bahwa pikiran kita / dalam diri kita lah yang harus diubahkan dan diperbaharui terus menerus. Kata ini bentuk pasif (ada yang mendorong kita), yang artinya adalah kalau kita mau kita berubah, kita membutuhkan pertolongan dari yang lain -> yaitu pada Tuhan kita Yesus Kristus! Kuasa Tuhan yang bekerja mengubahkan kita.

Tubuh kita dan penampilan luar kita tetap sama, tetapi ada perubahan dari dalam. Kualitas yang berbeda!

Janganlah jemu jemu membaca firman Tuhan karena itu akan mempengaruhi hidup kita, pikiran kita supaya bisa sejalan dengan Tuhan.


Tujuan dari Transformasi: supaya kita dapat mengetahui dengan baik kehendak Allah

“Do not be conformed to this present world, but be transformed by the renewing of your mind, so that you may test and approve what is the will of God – what is good and well-pleasing and perfect”
Transformasi terjadi supaya kita tahu kehendak Tuhan, bukan semata-mata untuk diri kita saja (kita bertumbuh, menjadi orang lebih baik, dll)!

Ketika kita memilih dan membuat keputusan, kita bisa menguji, melakukan kehendak Tuhan, sehingga Tuhan dipermuliakan. Kalau sebelumnya kita selalu fokus membuat keputusan dari dan untuk diri kita sendiri, sekarang kita melakukan kehendak Tuhan, supaya Tuhan dipermuliakan.

Kalau kita malas membaca Firman dan berdoa, sekali lagi, biarlah hari ini kita meminta Tuhan memperbaharui hidup kita, punya habit yang baru!

X