Tanggalkan & Kenakan (Put Off and Put On)

Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 8 Oktober 2017
Efesus 4:17-24, 25-32

Rekaman Praise & Worship

Transformasi tidak akan terjadi otomatis atau instan di saat kita percaya pada Yesus Kristus, tapi merupakan sebuah proses. Walaupun kasih anugerah Tuhan sudah memberikan kekuatan pada kita, kita tetap perlu disiplin, taat di dalam proses ini (tanggung jawab kita).

Dalam pasal 4, Paulus menjelaskan lebih dahulu siapa latar belakang / hakikat kita di masa lampau sebelum kita menyerahkan hidup kita pada Kristus. Sebelum kita bisa berubah, kita harus mengerti dulu identitas manusia lama kita.

Lihat Efesus 4:17-19.
“Pikiran yang sia-sia” -> memang kita dari awal sudah rusak dan berdosa sejak lahir (dari dalam). Pikiran, hati yang memang menikmati dosa (“selama saya bahagia”, “selama saya tidak mengganggu orang”, dll). Kita yang sudah dikuduskan Tuhan tidak akan pernah bisa tenang saat melakukan dosa; Roh Kudus akan terus mengusik kita untuk berhenti, meninggalkan dosa kita.

“Pengertian yang gelap” -> saat hidup dalam gelap, tidak mungkin bisa memikirkan yang terang.

“Kedegilan hati mereka” (“hardness”) -> diambil dari istilah sebuah luka di kulit yang terbuka, lalu di tambal dan di tambal terus sampai akhirnya kebal / tidak sensitif lagi -> akhirnya tidak tahu lagi mana yang salah dan benar.

Jemaat Efesus waktu itu (bisa di baca di Kisah Para Rasul 19) penuh dengan penyembahan berhala, dan pemuasan hawa nafsu; mereka akhirnya bertobat, membakar semua buku dan penyembahan berhala mereka, dan kembali pada Kristus.

Baca Efesus 4:25-32

Goal dari transformasi adalah untuk serupa dengan Kristus. Saat kita serupa dengan karakter Kristus, kita akan serupa dengan gambar dan rupa Allah (Yesus: “Barangsiapa sudah melihat aku, dia sudah melihat Bapa”). Saat kita serupa Kristus, kita sesuai dengan rencana Allah dari penciptaan, supaya kita menjadi gambar dan rupa Allah (lihat juga Kolose 3:10, Roma 8:29).

Walaupun kuasa dosa sudah dikalahkan Kristus melalui kayu salib, kita masih ada keinginan daging (Galatia 5) yang harus dimatikan. Setiap kali kita ingin berubah, akan ada perlawanan dari diri kita. Iblis memakai dunia (dengan membentuk prinsip/konsep dunia) dan akhirnya memakai daging untuk terus merongrong kita supaya tidak bertumbuh.

Yang kita harus mengerti di saat kita mau berubah adalah: perubahan adalah sebuah proses, dan setahap demi setahap. Kebiasaan buruk pun biasanya adalah suatu hal yang lama kita biarkan (Ibarat ilalang / rumput liar di rumah kita yang kita biarkan berminggu-minggu dan berbulan-bukan)!

Apa yang ditanggalkan harus di isi. Misalnya, kita sekarang ingin langsung berubah dan berdoa supaya Tuhan mengubah suatu karakter atau gaya hidup kita. Itu tidak akan bisa. Zakeus saat bertobat, mengganti -> dia menggantikan gaya hidup nya yang lama dengan gaya hidup baru – dengan menggantikan beberapa kali lipat.

Misal: kita sering menonton pornografi dan kita ingin berhenti. Atau suka mendendam. Pertanyaannya, apa yang kita gantikan?

Kalau kita biasa bohong -> tinggalkan dan mulai berkata kebenaran.
Kalau kita dulu suka mencuri -> sekarang bekerja keras untuk bisa menolong dan memberi pada orang yang membutuhkan.
Kalau dulu sering malas, marah yang berdosa, emosi -> sekarang jangan marah yang berdosa.
Kalau dulu sering berkata-kata yang kotor atau jahat -> sekarang memakai kata yang membangun, yang membuat orang tertawa
Kalau ada immature emotional (sakit hati, suka gosip dan menjatuhkan, dll) -> sekarang diganti dengan kebaikan dan pengampunan

Jadi selalu ada yang ditanggalkan, dan ada yang digantikan dengan yang baru. Kita tidak bisa menginginkan semua sekaligus, tetapi berubahlah yang spesifik, tahap demi tahap.

Coba pikirkan 2 hal [karakter atau kebiasaan buruk] yang merusak hidup mu saat ini. Lalu tanyakan:
[1] Apakah kita sudah tau tentang itu? (Orang terdekat kita biasanya tahu blind spot kita. Apakah saat kita diberi tahu, kita malah marah-marah?)
[2] Apakah kita sudah mengakui bahwa ini merusak hidup dan mengakui nya dengan jujur di hadapan Tuhan?
Lalu pikirkan lah apa yang harus kita gantikan?

Anugerah Kristus akan menopang dan memampukan hidup kita supaya kita diubah dan bertumbuh, dan kiranya orang sekitar kita akan melihat perubahan hidup dan Tuhan pun dimuliakan!

X