Sharing God’s Love

Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 12 November 2017

Rekaman Praise & Worship

Kalau orang melihat kita saat ini, apakah kita mencerminkan kasih Yesus Kristus itu sendiri? Kita mungkin sering mengajak orang-orang ke Gereja atau untuk mengenal Tuhan, tapi sebenarnya, kita sendiri lah yang menjadi “iklan berjalan” yang seharusnya menggambarkan dan memancarkan kasih Kristus pada orang-orang di sekitar kita.

Sedihnya, banyak orang suka pada Yesus Kristus tapi tidak suka pada gereja.

Baca Yunus 1:1-3 (dan seluruh kitab Yunus yang hanya ada 4 pasal)

God loves all people

Tuhan memperhatikan semua orang [“…karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku”]. Dia melihat dosa dan bahkan sampai hati kita yang paling dalam. Dia juga tidak menciptakan lalu membiarkan saja. Dia perduli dan selalu in control of everything.

Tuhan selalu memberikan kesempatan pada orang-orang berdosa untuk bertobat. Setiap dosa dan kejahatan pasti ada hukumannya (termasuk dosa-dosa yang kita lakukan setiap hari), tapi Tuhan juga memberikan kesempatan untuk berbalik dari dosa-dosa kita. Demikian halnya dengan bangsa Niniwe di buku Yunus.

Bangsa Niniwe adalah orang-orang yang sangat jahat menurut sejarah, tapi kita lihat di sini bahwa Tuhan juga mengasihi orang sejahat apa pun. Kasih, adalah aktif, bukan pasif. Tuhan selalu aktif berinisiatif mengasihi dan menyelamatkan manusia (Tuhan mencari Adam dan Hawa yang berdosa, menjanjikan Yesus Kristus, mengirimkan nabi Nathan pada Daud, dan sebagainya – dan di sini khususnya, mengirimkan Yunus kepada bangsa Niniwe).

Perhatikan bahwa Yesus pernah mengutip buku Yunus dan bahwa Yunus pernah ada di perut ikan, jadi cerita di kitab Yunus bukan lah dongeng, tapi fakta ada nya!

God uses all people

Tuhan memakai nabiNya, anak-anakNya, termasuk Yunus. Kenapa Yunus? Karena Tuhan mau mengajarkan Yunus untuk mengenal kasih Tuhan – Yunus adalah gambaran umum seperti saudara dan saya. Dia melarikan diri karena tidak mau dipakai Tuhan, dan bahkan sengaja untuk mau mati saja.

Dalam pasal 3, Yunus bertobat dan kembali ke Niniwe, dan menyuruh mereka bertobat – dan mereka akhirnya bertobat.

Dalam pasal 4 kita baru diberitahu mengapa Yunus tidak mau melakukan kehendak Tuhan/pergi ke Niniwe. (Yunus 4:1-3). Dia tahu kalau dia mengikuti kehendak Tuhan, Niniwe akan bertobat karena kasih setiaNya. Dia ingin bangsa Niniwe dihukum!

Sama seperti Yunus, kita sering tidak mengerti kasih Tuhan. Tuhan yang sudah mengasihi kita, seharusnya kita kembalikan kepada Tuhan sehingga kasih Tuhan yang besar terlihat pada orang di sekitar kita, termasuk pada musuh-musuh kita.

Yunus (dan umumnya kita), sering hanya fokus pada kita dan Tuhan, tidak ada hubungannya dengan sesama kita (i.e kita ke gereja, rajin baca alkitab, sekolah teologi, melayani Tuhan di gereja, dan sebagainya), tapi tidak perduli apa yang terjadi pada sesama kita. Kita tidak ada beban, tidak ada keperdulian pada yang lain!

Jangan pernah berkata kita tidak punya teman karena Paulus dan jemaat mula mula juga sama, mereka dikirim ke seluruh dunia untuk mengabarkan kasih Kristus! Kalau kita tahu Tuhan memakai semua orang, Dia juga memakai kita! Punyailah kemauan, compassion yang besar pada orang lain di sekitar mu! Teman kerja, teman kuliah, teman business, anggota keluarga atau saudara, dan sebagainya!

Hidup dalam dunia kenyamanan/comfort zone, mematikan compassion dan kasih kita pada orang lain!

Ingat! Kita ada di dunia ini untuk kasih Tuhan! Bukan untuk kenyamanan hidup kita! Berdoalah, dan kabarkan kasih Kristus, punyai hati yang penuh compassion pada orang-orang lain yang hilang.

Kita bisa kasih banyak alasan seperti Yunus! Tapi ingatlah, kasih Kristus mengasihi hidup kita dan mau memakai kita untuk mengabarkan kasih Kristus pada orang lain!

X