Sharing God’s Love Part II

Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 26 November 2017

Rekaman Praise & Worship

Sharing God’s love is not about you (bukan fokus pada diri kita); misalnya “dulu saya berantakan hidupnya, sekarang sudah berubah”, atau “dulu rumah tangga saya ribut terus, sekarang ikut Tuhan jadi harmonis”; Tapi sharing God’s love lebih fokus kepada Yesus Kristus yang mengasihi dan mengubah kita.

Jadi di saat kita memberikan kesaksian hidup kita, jangan terlalu fokus pada diri kita, tapi pada Tuhan yang mati bagi kita, menyelamatkan kita, dan bagaimana kita diubahkan olehNya. Dan kita share apa yang Tuhan kerjakan selama hidup kita sampai pada saat ini.

Menceritakan tentang Yesus seperti nya susah; kalau kita cerita tentang anak, pekerjaan, dan orang lain, itu sangatlah mudah bukan? Tapi mengapa kalau kita bercerita tentang Yesus pada orang lain kelihatannya sulit?

Kalau kita berasalan kita tidak punya teman, itu hanyalah alasan! Rasul Paulus sering datang ke sebuah daerah yang tidak ada teman atau saudara, dan dia pun bersaksi. Kesaksian akan Kristus seharusnya merupakan gaya hidup kita, di mana pun kita berada. Tidak kita pisah-pisahkan dari bagian hidup kita!

Bagaimana orang orang di dalam Kisah Para Rasul 16 bisa bersaksi tentang Kristus dengan berani?

Mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Yesus Kristus (Kis 16:23-24)

Paulus dan Sila didera = kemungkinan besar di cambuk/dipukuli 39 kali (menurut tradisi Roma), berdarah dan menderita;

Paulus dengan sukarela menderita bagi Kristus (walaupun sebenarnya dia bisa saja langsung berkata bahwa dia warga negara Roma, yang dilindungi hak nya). Tidak ada orang yang mau menderita apalagi mati kalau dia tidak punya keyakinan!

Yesus sudah pernah berkata bahwa penderitaan adalah bagian dari ikut Kristus, karena dunia tidak akan menyukai, bahkan mencela kita. Yesus pun sudah memperingati bahwa bahkan orang tua dan saudara sendiri pun bisa tidak suka saat kita ikut Kristus.

Paulus dan Silas mempunyai keyakinan yang kokoh akan Injil, karena itu mereka tidak malu dan bahkan rela menderita bagi Kristus. Banyak dari kita datang ke gereja tidak di kejar-kejar atau harus sembunyi sembunyi; banyak dari kita tidak dikucilkan di pekerjaan karena mengikut Kristus, dan sebagainya.

Biarlah apa yang kita ketahui dan pelajari tentang Injil, bukan sekedar pengetahuan, tapi berani mengambil konsekuensi karena keyakinan kita akan Injil!

Knowledge brings conviction, and conviction brings burden – beban dan compassion untuk orang-orang di sekitar kita yang belum mendengar kabar gembira Yesus Kristus!

Menjadi kesaksian untuk orang di sekitar kita (Kis 16:25-26)

Tuhan memakai situasi dan apa yang ada dalam hidup kita masing-masing. Dalam Kisah Para Rasul ini, Tuhan memakai situasi Paulus di penjara untuk kemuliaanNya, untuk pengabaran InjilNya.

Paulus dan Silas tidak self-pity dalam situasi mereka, dan saat kita membaca, malahan bernyanyi bagi Tuhan!

Apa respon mu saat berada di dalam situasi yang sulit? Di situ lah terlihat kedewasaan iman dan rohanimu! Apakah kau bersungut-sungut, masa bodoh, menyalahkan ini dan itu? Atau kah kau membawa nya dalam doa, beserah dan tetap bersuka cita dalam Kristus?

Tuhan bisa memakai banyak hal untuk kita bisa bersaksi tentang Kristus – apakah itu berkat yang kita dapatkan, atau pun penderitaan yang kita sedang alami. Yang dibutuhkan adalah iman mu yang nyata dalam kehidupanmu! Respon Paulus dan Silas menunjukkan iman mereka – what about yours?

Memberitakan kabar gembira dalam Kristus pada waktu yang tepat (Kisah Para Rasul 16:27-33)

Tidak semua orang siap mendengar kabar gembira tentang Kristus, dan memang ada momen dan waktu yang tepat. Ada orang yang keras, yang terbuka, yang masa bodoh, dan sebagainya. Lihat ayat 30 dalam cerita ini; si kepala penjara tahu bahwa apa yang terjadi adalah pekerjaan Tuhan (bukan kebetulan), dan dia sangat takut karena harus bertanggung jawab pada pemerintah Roma atas apa yang terjadi. Di saat-saat dia memikirkan kematian dan hidupnya, di situ lah hati nya di bukakan.

Dibutuhkan juga banyak doa dengan air mata dan kesungguhan hati.

Apakah Paulus tahu dia akan bersaksi saat dia didera dan di penjara? Tidak. Tapi karena dia berjalan dengan penuh keyakinan akan Yesus Kristus, ada momen yang diberikan untuk bersaksi tentang Kristus di sana.

Kita tidak meyakinkan orang akan dosa, tapi Roh Kudus lah yang bekerja dan membuka hati orang berdosa.

Tidak tahu banyak tentang alkitab juga sebuah excuse untuk kita tidak mau atau tidak berani mengabarkan tentang Kristus yang mengasihi dan mau mati untuk orang yang berdosa seperti kita!

Biarlah kita mau dipakai untuk Tuhan, karena satu jiwa berharga! Alkitab tidak pernah berkata Surga bergembira kalau kau punya anak, rumah, atau pekerjaan! Tapi karena jiwa yang hilang yang bertobat dan kembali kepada Kristus!

Kiranya Roh Tuhan membangunkan kita untuk mempunyai beban dan mengabarkan kabar gembira Kristus!

X