Prinsip pengabdian yang setia

Seri buku Filipi
Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 13 Agustus 2017

Rekaman Praise & Worship

Sepertiga perumpamaan Yesus adalah soal uang, dan firman Tuhan secara keseluruhan banyak membahas soal uang dan materi (sekitar 2000 ayat!). Karena itu bagus bagi kita untuk bisa belajar bagaimana kita bisa mengatur uang dan tidak membiarkan itu menguasai hidup kita.

Uang harus dilihat sebagai sesuatu yang netral – seharusnya uang menjadi alat di dalam tangan kita, bukan tujuan atau akhir! Dan banyak prinsip yang kita ambil yang sering kita salah mengerti: misal kita tidak boleh kaya menurut alkitab, dll. Padahal di alkitab ada orang yang kaya dan orang yang miskin. Firman Tuhan memberikan nasihat nasihat untuk berbagai macam keadaan:
A) bagi mereka yang miskin (1Tim 6), cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada
B) bagi mereka yang kaya, belajar untuk memberi dan memberkati orang lain (kaya akan kebajikan)
Yesus tidak datang untuk membuat kita menjadi kaya; tetapi orang yang kaya harus belajar untuk menjadi generous!
C) bagi mereka yang ingin kaya (umumnya banyak dari kita): hati-hati karena uang bisa menghancurkan hidup dan rumah tangga kita, membuat orang lupa Tuhan, membuat kita berubah! Kita yang tadi nya mungkin aktif dan mengabdi ikut Tuhan, karena uang kita meninggalkan hari Minggu, kita meninggalkan pengabdian kita karena kita mencari uang lebih dan lebih lagi untuk hidup dan masa depan kita!

Uang bisa mengubah siapa saja tanpa terkecuali, bahkan seorang hamba Tuhan sekalipun.

Prinsip-prinsip yang kita bisa ambil dalam Buku Filipi pada hari ini soal pengabdian (Filipi 4:14-18)

Motivasi pengabdian uang adalah untuk Tuhan (ayat 18)

Giving (Money Dedication) is for God! Perhatikan kata Paulus di ayat 18: “..berkenan kepada Tuhan”/”pleasing to God”. Pengabdian (apakah uang, atau pelayanan) selalu di arahkan pada vertikal, pada Tuhan, bukan pada manusia. Dan firman Tuhan pun menasihatkan supaya apa pun yang kita lakukan, kita lakukan untuk Tuhan!

1Kor 6:19-20 mengingatkan bahwa kita adalah milik Tuhan (karena kita suda ditebus oleh darah Yesus Kristus di kayu salib)! Karena itu, apa pun yang kita lakukan, adalah untuk Tuhan. Dulu, dewa-dewa adalah penyembahan jemaat Filipi namun sekarang mereka menyembah dan mengabdi pada Yesus Kristus yang sudah datang menyelamatkan mereka (dan kita!). Saat kita memberi dedikasi dan pengabdian pada Tuhan, itu karena keselamatan sudah di berikan pada kita dan itu adalah harga yang mahal yang tidak akan pernah bisa dibayar oleh kita!

Karena itu lah Paulus juga mengingatkan jemaat Filipi bahwa pengabdian yang mereka berikan itu adalah untuk Tuhan, bukan untuk Paulus. Di saat kita memberi, motivasi kita pertama-tama harusnya untuk Tuhan, bukan untuk memamerkan kebaikan kita pada orang.

Evaluasi hatimu di saat engkau memberi. Tuhan tidak semata-mata ingin pemberian atau uang mu, karena pemberian bisa saja tidak berasal dari hati. Tuhan ingin melihat hati kita yang pertama-tama diserahkan padaNya! Dalam surat Paulus pada jemaat Korintus di 2Kor 8:5 menceritakan jemaat di Makedonia (yang di dalamnya termasuk jemaat Filipi) yang menyerahkan diri mereka pertama-tama kepada Tuhan.

Kita akan selalu bergumul dan jatuh soal uang kalau hati kita tidak pernah sepenuh hati dalam ikut Tuhan dan menyerahkan hati/hidup kita padaNya! Dan di saat kita memberi, itu menjadi sebuah pertanyaan yang besar: Apa motivasi mu dalam memberi?

Dalam buku Matius, bahkan uang di sejajarkan dengan Tuhan, gaya bahasa personifikasi yang menyamakan dengan Tuhan! Uang begitu powerful (membuat kita senang, damai, puas, aman), sampai kita mengesampingkan Tuhan demi uang. Dan uang bisa menyedot kita dari sumber damai sejahtera kita Yesus Kristus!

Pengabdian uang merupakan suatu persembahan (“Giving is an offering to God”) – ayat 18

Sebuah dedikasi – apa yang Tuhan berikan pada kita, kita kembalikan pada Tuhan melalui persembahan kita. Ayat 18 memakai 3 istilah untuk menunjukkan bahwa pemberian adalah sebuah persembahan:
A. “Persembahan yang harum” (fragrant offering)
B. “Korban yang disukai” (sacrifice acceptable)
C. “Yang berkenan” (pleasing)

Tentang persembahan:
– Buku Imamat menjelaskan mengenai konsep persembahan, tenang bagaimana keadaan korban yang harus diberikan.
– Dalam buku Keluaran, ada darah anak domba yang dipercikkan supaya orang Israel diselamatkan
– Dalam buku Imamat, satu anak domba menyelamatkan satu bangsa selama setahun (Israel)-
– Dalam Perjanjian Baru, darah Anak Domba mati untuk dosa manusia (Yesus Kristus)

Paulus di sini mau berkata bahwa pemberian seharusnya adalah pemberian yang terbaik, yang menyenangkan Tuhan; suatu persembahan yang bukan main-main. Tuhan bukanlah pengemis – yang senang kalau dikasih apa saja yang kita beri! Tuhan melihat hati kita, Tuhan tidak bisa dikasih asal-asalan saja dalam kita mengabdi! Baca buku Maleakhi 1 yang menyebutkan orang Israel memberikan pengorbanan yang asal-asalan!

Tuhan deserves the best from us; Dia memiliki segala sesuatu di dunia ini, Dia tidak butuh uang dan barangmu! Tapi yang Dia lihat, adalah pengabdian dan hatimu!

Kita harus mengatur dengan baik uang yang dipercayakan Tuhan pada kita. Jika kita tidak bisa mengatur uang, maka kita akan ada masalah dalam pengabdian atau persembahan kita pada hari Minggu.

Prinsip praktis pengaturan uang yang Alkitab ajarkan:
– pertama, untuk Tuhan
– kedua, untuk masa depan (cerita Yusuf, karena ada kesusahan/kelaparan untuk masa depan)
– ketiga, untuk kebutuhan hidup (needs, not wants)
– keempat, untuk menolong bagi yang membutuhkan

Belajar lah untuk mulai dari sekarang untuk mengabdi pada Tuhan, bahkan di saat kita berkecukupan. Karena kalau tidak, nanti pada saat kita berkelimpahan pun, kita akan kesulitan karena kita sudah serakah dari awalnya!

Setiap kita memberi, perhatikanlah hatimu, dan ingat bahwa Tuhan bukanlah Tuhan yang asal-asalan yang seolah-olah buta dan tidak tahu persembahanmu!

Pengabdian uang membangun hidup kita (Giving, develops our life) – ayat 17

Paulus memakai istilah ekonomi – kredit dan debit (“Not that I seek the gift, but I seek the fruit that increases to your credit”).
Prinsip umumnya adalah kalau kita memberi, maka uang kita akan berkurang atau rugi. Tetapi Paulus berkata, di saat kita memberi, kita malah untung/jadi banyak. Giving, increases our credit. Di sini Paulus bukan berkata soal uang (i.e kalau kita memberi, kita akan menjadi lebih kaya), karena jemaat Filipi dikatakan jemaat yang penuh penderitaan dan bukan jemaat yang kaya (jadi tidak mungkin maksud Paulus adalah bahwa mereka jadi kaya raya setelah memberi). Memang ada janji di alkitab yang mengatakan akan ada berkat materi (seperti di Maleakhi 3), tetapi di buku Filipi hari ini, Paulus tidak me-refer kepada materi.

Jemaat Filipi melihat banyak orang di menangkan untuk Kristus; mereka tidak kikir dalam memberi untuk Tuhan, tidak diperbudak oleh uang. Di saat kita memberikan pengabdian pada Tuhan, ada banyak hal yang berbuah: kita belajar murah hati, kita semakin beriman pada Tuhan di tengah kekurangan, kita belajar mengabdi pada Tuhan dalam situasi apa pun juga, dan masih banyak lagi berkat rohani yang kita bisa dapatkan!

X