Press on in Growing towards Maturity

Pdt Victor Liu
25 Juni 2017

Rekaman Praise & Worship

Istilah stagnansi diterjemahkan sebagai mandek, menggenang (kalau ada air, tidak kesana kemari), going nowhere. Buat mereka yang sudah berumah tangga, atau sedang studi dan kerja, menjadi stagnan adalah sebuah situasi yang berbahaya. Merasa puas dengan diri sendiri (self-satisfaction) sehingga kita tidak mau maju lagi.

Istilah “If you stop learning, you stop growing” sangatlah tepat. Kalau kita sudah masa bodoh, maka menyedihkanlah hidup kita. Demikian hal nya dengan kehidupan kerohanian kita.

Dalam Filipi 3:12-16, Paulus mengajarkan tidak ada konsep stagnansi dalam kehidupan kekristenan kita, tetapi untuk terus maju dalam pertumbuhan kedewasaan kerohanian kita. Dalam ayat 10 Rasul Paulus juga menekankan ingin mengenal Kristus lebih lagi.

Bagaimana kita bisa terus bertumbuh dalam kedewasaan kerohanian kita?

Punya kerinduan untuk bertumbuh dalam Kristus

Ayat 12: “Not that I have already obtained this or am already perfect, but I press on to make it my own, because Christ Jesus made it my own”.

“Press on” berasal dari bahasa Yunani yang artinya adalah mengejar sampai dapat, “to pursue”, keinginan dan kerinduan dari dalam. Paulus juga tahu dia bukan pribadi yang sudah mencapai itu semua atau tahu akan semua hal, dan dia selalu punya kerinduan untuk bertumbuh lebih dan lebih lagi.

Kalau kita tidak punya kerinduan untuk mengenal Yesus lebih lagi, hanya ada 2 kemungkinan:
a. Kita memang belum sungguh-sungguh menyerahkan diri kita pada Yesus Kristus Sang Juru Selamat
b. Kita sudah tenggelam dengan kesibukan dan kenikmatan dunia ini; mungkin ada keluarga, pekerjaan dan bisnis, atau karir. Itu semua bukan dosa, tapi ketika energi dan hati kita, kita berikan ke sana, maka kerohanian kita akan kering dan stagnan! Kerinduan untuk memancarkan kemuliaan Tuhan tidak akan ada!

Kalau kerinduan kita pada Tuhan sudah mati, kiranya Roh Allah membangunkan kerohanian kita pada hari ini dan kita kembali dan berubah untuk mempunyai kerinduan membaca Firman Tuhan, kerinduan untuk berbakti, untuk bertumbuh dan bertobat dari dosa!

Konsentrasi, fokus pada apa yang kita hadapi sekarang

Ayat 13: “Brothers, I do not consider that I have made it my own. But one thing I do: forgetting what lies behind and straining forward to what lies ahead”.

Di tengah latar belakang Paulus sebagai orang Farisi hebat dan sebagainya waktu itu, dia melupakan dan membuang apa yang di belakangnya. Konsentrasi lah dengan tanggung jawab kita sekarang. Latar belakang Paulus memberatkan dia, tapi dia mau konsentrasi dengan apa yang ada di hadapannya.

Kita mungkin sukses di masa lampau, tapi kesuksesan masa lampau tidak menjamin hidup kita sekarang.
Kita mungkin banyak masalah di masa lampau, tapi apa yang terjadi di masa lampau tidak mendefinisikan hidup kita sekarang.

Dulu mungkin kita semangat ikut Tuhan dan melayani Tuhan – dan itu bagus. Tapi yang lebih penting adalah, bagaimana kalau Tuhan sekarang melihat hatimu?
Dulu mungkin kita penuh dengan dosa dan perbuatan jahat. Yang penting adalah bahwa sekarang kita memulai yang baru, bertobat dan melekat padaNya!

Kita sering banyak alasan dalam hal ini itu, sehingga kita tidak bertumbuh semakin dewasa di dalam Kristus.

Ingat upah kekekalan di masa datang

Ayat 14: I press on toward the goal for the prize of the upward call of God in Christ Jesus.

Kekristenan selalu fokus eternal, berbeda dengan konsep dunia yang selalu fokus pada sekarang, di dunia ini. Kalau kita hanya fokus pada sekarang dan bukan eternal view, kita adalah orang Kristen duniawi!

Our destination determines our statement
Goal kita akan mempengaruhi langkah-langkah kita; kalau kita mau lulus dan di wisuda, itu akan mempengaruhi bagaimana studi kita saat ini. Dan kalau kita tahu akan ada masa eternal bersama-sama dengan Kristus, itu akan mempengaruhi bagaimana kita hidup saat ini!

X