Perayaan Natal: The Transformed Sinner

Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 19 November 2017

Rekaman Praise & Worship

Ketika kita ingin hidup kita berubah, ingin di selamatkan oleh Tuhan, ada 2 cara:
– Dengan perbuatan baik / self righteousness kita
– Dengan anugerah, kasih Tuhan yang Tuhan berikan pada kita (the Way of Grace)

Baca Lukas 7:36-39.
Kalau kita lihat Injil Lukas, Lukas selalu menekankan kedua hal ini – orang-orang Farisi, dan orang-orang yang disebut orang berdosa oleh orang Farisi. Dikontraskan gara orang Farisi yang membenarkan diri sendiri dengan perbuatan-perbuatan mereka, dan orang-orang yang ingin mendapatkan kasih karunia Tuhan

Simon The Pharisess: The way of self righteousness

Tuhan ingin mengajarkan orang-orang Farisi bahwa cara mereka salah. Simon orang Farisi ini adalah orang yang selalu fokus pada yang di luar, fokus pada perbuatan baik yang ujung-ujung nya adalah ingin dipuji. Dan dia selalu melihat orang-orang lain sebagai orang yang berdosa, dan bahwa dia adalah orang benar – menunjukkan kesombongan nya.

Orang Farisi selalu mempunyai tafsiran tentang orang-orang berdosa: pemungut cukai karena dia bekerja utk penjajah, wanita pelacur, dan sebagainya. Dan tentu orang Farisi tidak termasuk sebagai orang berdosa. Dengan memberi label, mereka menunjukkan mereka tidak sama, jauh lebih baik dari orang lain.

Asumsi Simon adalah bahwa Yesus bukan Nabi, karena Dia “tidak tahu” wanita ini adalah orang berdosa (yang tradisinya adalah tidak boleh disentuh, atau didekati supaya tidak najis).

Baca juga Lukas 7:40-43
Yesus ingin menunjukkan bahwa semakin banyak pengampunan, semakin banyak kasih. Semakin menyadari besarnya hutang dan pengampunan yang diberikan, akan membuat kasih semakin besar. Semakin engkau tidak merasa berdosa (seperti Simon), engkau tidak akan merasakan pengampunan dan membutuhkan pengampunan!

Self-righteousness selalu fokus pada diri sendiri – karena dia akan merasa diri nya baik dan menghakimi orang lain. Perbuatan baik kita di mata Tuhan seperti sampah (dalam Yesaya) karena hati kita sudah rusak, tercemar dengan dosa. Tuhan menunjukkan hati Simon yang berdosa, sama seperti perempuan yang dianggap berdosa!

Mungkin kita tidak jauh seperti Simon – kita rajin ke gereja, kita merasa bukan orang jahat, kita sering membantu orang lain. Kita merasa kita orang baik; tapi alkitab berkata bahwa semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah! (Roma 3:23). Jalan orang Farisi adalah jalan yang umumnya dilakukan oleh banyak orang di dunia ini.

Padahal ini membuat orang makin sombong, atau makin lelah.

The Sinner: The way to His Grace

Perempuan yang disebut berdosa ini adalah wanita pelacur. Ketika dia tahu Yesus datang, dia menghampiri Yesus, menangis (seperti hujan air mata – dari bahasa Yunani nya), berlutut, menyeka kaki Yesus dengan rambutnya dan meminyaki dengan minyak narwastu yang sangat mahal harga nya. Dan orang-orang Farisi tidak suka akan hal ini.

Wanita ini memberikan hatinya kepada Yesus, dia tahu dirinya orang yang berdosa, dan dia ingin mendapatkan pengampunan dan kasih Kristus bagi dirinya. Dengan penuh kerendahan hati dia menyadari dosanya, menangisi dosanya.

Yesus begitu mengasihi orang berdosa, tidak menghakimi. Dia menerima semua orang berdosa yang datang dengan rendah hati menyadari dosa-dosanya dan ingin mendapatkan pengampunan dariNya!

Yesus Juru Selamat kita yang datang dari Surga. Natal berarti Yesus yang datang untuk mencari kita orang berdosa, yang fokus pada diri sendiri dan lupa, tidak mau Tuhan. Yesus datang untuk mencari dan menemukanmu.

Kapan terakhir kita berkata “Tuhan, ampuni dosa saya”? Dan saat kita berkata, apakah itu hanya omongan belaka saja? Seberapa serius?

Kenapa wanita ini datang pada Yesus? Because Jesus is Our Great Forgiver! Simon bahkan tidak memberikan air dan ciuman pada Yesus, tapi wanita ini datang dengan linangan air mata dan bahkan sampai mencium kaki Yesus. Wanita ini mendapatkan pengampunan, yang bukan datang dari luar (bukan “saya mau berhenti menjadi pelacur”, dll), tapi adalah pengampunan dari Yesus.

Simon tetap fokus pada diri sendiri dan merasa tidak membutuhkan pengampunan. Wanita ini yang tadinya fokus pada kenikmatan diri sendiri, datang dengan penuh kerendahan hati dan hati yang remuk pada Yesus yang mengampuni.

Wanita ini memberikan yang terbaik dan paling berharga dalam hidupnya untuk Kristus – minyak yang sangat mahal, rambut yang adalah mahkota wanita dipakainya untuk menyeka kaki Yesus karena dia tidak merasa layak, dan bahkan datang tidak takut dan perduli apa kata orang. Dan yang terpenting, dengan hati yang remuk pada Kristus!

Kasih yang besar datang dari pengampunan yang besar! Dan pengampunan yang besar menunjukkan kasih yang besar!

Bagi kita yang sudah ikut Yesus dan mendapatkan kasih anugerah Kristus, do we love Jesus truly? Apa buktinya?? Love terlihat, seperti wanita ini! Kita diubah, bukan dari luar tapi dari dalam, yang tahu bahwa Yesus sudah mati untuk menebus dosa kita!

Bagi kita yang belum ikut Yesus, mungkin kita merasa seperti wanita ini. Kita tahu kita orang berdosa, yang tidak layak dan ingin diubah. Wanita di cerita ini tahu dan menyadari dosanya. Dia datang, dan menyerahkan dirinya pada Yesus. Dalam ayat-ayat terakhir (Lukas 7:48-50), Yesus menunjukkan bahwa we are saved by His Grace through faith!

Percaya pada Yesus bukan hal yang mudah, karena itu menyangkut harga diri kita, yang harus menyadari keberdosaan kita, merendahkan diri kita, ego kita. Dan itu bukan hal yang mudah! Tapi pada perayaan natal ini, biarlah kita rendahkan diri kita di hadapan Tuhan, berikan hati kita yang hancur, diri kita apa adanya pada Yesus!

Semakin kita menyadari kebobrokan dosa kita, semakin Tuhan membukakan hati kita akan dosa dan hancurnya kita! Come before the LORD! Jesus is waiting for you to come to Him right now.

X